1 Tahun Victory-Joss

1 Tahun Victory-Joss

SEPTEMBER 2019 genap setahun Gubernur Victor Bungtilu Laikodat-Yosep Nae Soi atau dikenal dengan Victory-Joss pimpin NTT. Rakyat NTT mengktrisi dengan nada tanya,” Pasangan Victory-Joss sudahkah memenuhi janji kampanye?.”
Kita menanti pidato Sang Gubernur pada HUT RI 17 Agustus 2019 dan HUT NTT 20 Desember 2019. Saya pastikan bahwa dalam pidato Gubernur VBL nanti akan memaparkan semua program, visi dan misi selama setahun memimpin NTT. Tagline Victory-Joss,” NTT harus bangkit dan meraih kesejahteraan.” Motto yang bagus dan menyentuh hati rakyat NTT yang saat ini tercatat BPJS NTT masih 12 ribu lebih rakyat NTT miskin.
Artinya hanya 12 ribu lebih yang tidak sejahtera? Ada lima program Victory-Joss yang sudah dimuat dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) periode 2018-2023. Lima program utama itu difokuskan pada kesejahtaraan rakyat dan menempatkan pembangunan pariwisata di peringkat pertama, pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, pembangunan pendidikan dan kesehatan, dan reformasi birokrasi.
Pembangunan pariwista, gagasan VBL menutup Komodo, langsung ditentang Kementrian Lingkungan Hidup dan protes masyarakat lokal dan para pengamat. Masyarakat NTT masih menunggu, Gubernur akan buat apa lagi tentang pariwisata. Apakah gagasan menutup hotel di pantai Kupang, atau masyarakat dilarang membangun hotel berbintang di Labuan Bajo? Sudahkah program ini berjalan? Ataukah sudah ada agenda pariwisata yang tetap dan baku sehingga wisatawan datang berbondong dari dalam dan luar negeri? Masih dalam tanda tanya.
Dalama membangun sumber daya manusia NTT, Victory-Joss memprioritaskan melatih generasi muda NTT yang akan dikirim 10.000 pemuda NTT ke luar negeri. Program yang bagus sehingga anak NTT tidak bodoh. Masalah pembangun infrastruktur baru pada tataran menata sedangkan bidang kesehatan bukan meningkat seperti dijanjikan tetapi malah menurun karena sejumlah rumah sakit di NTT diturunkan statusnya dari Tipe-C ke tipe D. Memang menyedihkan, karena orang NTT yang sakit dan membutuhkan pelayanan prima harus rujuk ke Jakarta atau Surabaya.
Bidang pendidikan masih harus diperjuangkan serius oleh pemimpin NTT. Gedung sekolah dimana-mana reyot, generasi kita harus berjuang keras. Ada yang mengaku pemilik lahan menutup dua SD di Sabu beberapa waktu lalu. Ini berita yang menyedihkan, memasung anak kecil yang harus belajar keras menata masa depan. Ini berita paling sedih dan hanya di NTT.
Ketika bicara soal penataan birokrasi yang dikedepankan Gubernur VBL ialah menonjobkan sejumlah pejabat dan pada mutasi beberapa waktu lalu di bulan Juli 2019 terdapat dua pejabat bernama belakang Laiskodat.
Kita harapkan tidak ada indikasi KKN dalam penempatan pejabat eselon dua di lingkungan kantor Gubernur NTT. Ada pula rencana memutasikan sejumlah ASN untuk ditempatkan di desa atau kelurahan. Saya sendiri belum membaca berita sudah berapa banyakah ASN yang tidak berprestasi di kota dan dimutasikan ke desa dan atau kelurahan.
Kita menunggu janji-janji itu. Kapan NTT sejahtera seperti yang telah dijanjikan. Sehingga, tak sekadar janji manis tetapi fakta dan dirasakan langsung oleh rakyat NTT. Masalah sampah, Gubernur VBL pernah angkat sampah dengan tanganya sendiri di samping Markas Korem NTT dan janji jika Walikota Kupang tidak mampu tangani sampah di Kota Kupang akan diambil alih pada Oktober 2019. Ini berita menantang, halnya minuman keras berkadar di atas 40 persen. Namanya Sopia dan sudah di launching di Undana. Rakyat NTT juga mengkritisi, apakah dalam perjalanan nanti tetap memakai lab Undana dalam uji coba ataukah sebuah industry harus ada investor, bangun laboratorium sendiri dan tentunya memiliki gedung sendiri. Bagaimana mengumpul minuman lokal buatan rakyat di Flores, Lembata, Sumba maupun Rote. Gubernur VBL belum memperlihatkan kepada publik baik melalui berita TV lokal maupun TV nasional. Semua akan jelas dalam jumpa wartawan bertajuk,” Sethun kepempinan Victory-Joss. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.