17 Tahun Rote Ndao, Bupati Paulina Ungkap Berbagai Keberhasilan

17 Tahun Rote Ndao, Bupati Paulina Ungkap Berbagai Keberhasilan

HARI ini merupakan hari yang bersejarah dalam cacatan perjalanan dan perjuangan terbentuknya Kabupaten Rote Ndao, dimana tujuh belas tahun yang lalu berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggar Timur pada tanggal 2 Juli 2002 merupakan tonggak awal berdirinya Kabupaten Rote Ndao sebagai daerah otonom.
Pada momentum yang bermartabat dan bersejarah ini, saya mengajak kita sekalian untuk memanjatkan segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan Maha Penyelenggara Kehidupan kareena atas berkat, rahmat, karunia dan penyertaanNya sehingga pada hari ini kita masih diberi kesehatan dan diperkenankan menghadiri upacara peringatan hari ulang tahun ke-17 Kabupaten Rote Ndao, dalam suasana penuh sukacita.
Perayaan hari Ulang Tahun Kabupaten Rote Ndao kali ini mengambil thema “Bersatu untuk menuju Rote Ndao yang lebih unggul, mandiri, sejahtera dan bermartabat” dengan Sub thema : “Dengan Semangat Hari Ulang tahun ke-17 Kabupaten Rote Ndao, kita jalin kebersamaan untuk meningkatkan Pembangunan demi Terwujudnya Kabupaten Rote Ndao yang Sejahtera, Maju dan Berdaya saing. Demekian sambutan bupati, Paulina Haning-Bullu dihadapan para Muspida, ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Maneleo, Toga, Toda, ASN dan undangan lainnya dalam upacara perayaan Hari Ulang Tahun kabupaten Rote Ndao ke-17, selasa (02/07) pagi di halaman rumah jabatan bupati di desa Sanggoen, kecamatan Lobalain.
Menurutnya,Sebagai daerah yang cukup dewasa dalam konteks penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan perlu kita maknai bahwa kegiatan perayaan ini tidak maknai bahwa kegiatan perayaan ini tidak sekedar Ceremony Euforia namun sebagai media instropeksi, refleksi serta evaluai terhadap apa yang telah kita kerjakan dan seberapa besar kontribusi kita terhadap perubahan atas pembangunan di daerah kita tercinta ini.
Pada awal berdirinya di tahun 2002 Kabupaten Rote Ndao terdiri dari 6 kecamatan dan kini telah menjadi 10 kecamatan dan pada tahun 2018 telah diusulkan lagi pemekarkan 4(empat) kecamatan di Kabupaten Rote Ndao yaitu:
a. Kecamatan Thie Mau dengan ibukota Oehandi, pemekaran dari kecamatan Rote Barat Daya;
b. Kecamatan Heti Lole dengan ibukota Suelain, pemekaran dari kecamatan Lobalain;
c. Kecamatan Pantai Baru Selatan dengan ibukota Sonimanu, pemekaran dari kecamatan Pantai Baru;
d. Kecamatan Loaholu dengan ibukota Oelua pemekaran dari kecamatn Rote Barat Laut;
Dari ke-empat usulan tersebut, satu kecamatan telah disetujui oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk dilanjutkan ke pemerintah pusat 1 (satu) kecamatan yaitu kecamatan Loaholu dengan ibukota Oelua yang merupakan pemekaran dari kecamatan Rote Barat Laut, tahapan selanjutnya menunggu persetujuan dari pemerintah pusat untuk diundangkan dalam peraturan daerah dan selanjutnya mendapatkan kode wilayah kecamatan sedangkan untuk 3 (tiga) kecamatan pemekaran lainnya belum memenuhi salah satu syarat yang tertuang pada tertuang pada peraturan Presiden nomor 17 tahun 2018, yakni belum adanya aturan pelaksana yang mengatur tentang Kecamatan di kawasan strategis Nasional, sehingga untuk sementara waktu masih dalam proses dan akan terus diperjuangkan.
Pemekaran kecamatan tersebut juga merupakan tindaklanjut atas upaya Pemerintah terhadap penataan wilayah Desa melalui pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao, dimana dengan adanya dinamisasi perkembangan desa di Kabupaten Rote Ndao yakni semula pada Tahun 2002 berjumlah 72(tujuh puluh dua) Desa bertambah menjadi 82 (Delapan Puluh Dua) Desa pada tahun 2010 dan akhirnya bertambah menjadi 112 (seratus dua belas) pada tahun 2017, maka pemekaran Kecamatan menjdai salah satu focus Pemerintah dalam upaya Penataan Wilayah.
Berbagai kemajuan dan tantangan pembangunan telah kita raih dan alami bersama dalam perjalanan pembangunan selama 17 tahun ini. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berupaya secara optimal meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor sehingga berbanding lurus pada kesejahteraan sosial masyarakat dan meluasnya akses pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, termasuk pembangunan infrastruktur.
Secara umum dapat disampaikan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam kurun waktu tahun 2009 sampai saat ini sebagai berikut:
¢ Pendapatan Daerah Kabupaten Rote Ndao pada taun 2009 sebesar Rp 288.615.523.207,00 (Dua Ratus Delapan puluh Delapan Miliar Enam Ratus Lima Belas Juta Lima Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Dua Ratus Tujuh Rupiah) menjadi Rp 817.690.127.547,00 (Delapan Ratus Tujuh Belas Miliar Enam Ratus Sembilan Puluh Juta Seratus Dua Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Empat Puluh Tujuh Rupiah) pada tahun 2019
¢ Belanja publik Kabupaten Rote Ndao pada tahun 2009 sebesar Rp 187.969.842.290,00 (Seratus Delapan Puluh Tujuh Miliar Sembilan Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Empat Puluh Dua Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Rupiah) menjadi Rp 323.726.639.686,00 (Tiga Ratus Dua Puluh Tiga Miliar Tujuh Ratus Dua Puluh Enam Juta Enam Ratus Tiga Puluh Sembilam Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) pada tahun 2019.
¢ Penduduk miskin di Kabupaten Rote Ndao mengalami penurunan jumlah pada tahun2009 sebesar 34,09% menjadi 28,08% pada tahun 2018.
Berkurangnya angka kemiskinan ini sebagai indikator pencapaian program-program unggulan yang telah dimplementasikan oleh para pemimpin sebelumnya, antara lain:
1. Bantuan Raskin muntuk masyarakat Rote Ndao selama 10 tahun terakhir.
2. Program Elektrifikasi melalui berbagai terobosan yakni PLTD, PLTS, PLTS Terpusat, PLTMH, PLTMG, SEHEN, KWH METER.
3. Dalam rangka merangkai pulau-pulau kecil sebagai bagian dari entitas Kabupaten Rote Ndao serta untuk memperlancar arus barang dan jasa secara bertahap telah dibangun tambatan perahu dan peningkatan sarana prasarana pelabuhan laut dan udara.
4. Penguatan anggaran Desa melalui ADD dan Dana Desa yang terus meningkat dan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp 151.735.480.800,00 (Seratus Lima Puluh Satu Miliar Tujuh Ratus Tiga Puluh Lima Juta Empat Ratus Delapan Puluh Ribu Delapan Ratus Rupiah) dan pada tahun 2019 dianggarkan dana pembangunan dan pemberdayaan masyarakat untuk 7 (tujuh) kelurahan di Kabupaten Rote Ndao sebesar Rp 8.044.624.000,00 (Delapan Miliar Empat Puluh Empat Juta Enam Ratus Dua Puluh Empat Ribu Rupiah)
5. Pembangunan Infrastruktur Jalan, Jembatan, Air Bersih, Irigasi, Embung, Sanitasi, dan Bantuan Rumah Layak Huni bagi masyarakat kurang mampu.
6. Bantuan sarana prasarana perikanan tangkap seperti pukat/jarring, kapal, sampan, mesin kapal, Cool Box dan Rawai Dasar serta sarana prasarana budidaya rumput laut.
7. Bantuan ternak besar, ternak kecil dan unggas.
8. Peningkatan sarana prasarana Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a serta Beasiswa bagi Mahasiswa Kedokteran dalam Rangka peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
9. Bidang Hukum yaitu dengan lahirnya produk-produk hukum daerah berupa peraturan daerah dan peraturan Bupati.
10. Revitalisasi Lembaga Adat, mantapnya kerukunan beragama dan juga mantapnya ketertiban dan keamanan masyarakat.
Dikatakannya, Disadari bahwa banyak yang sudah kita capai namun banyak juga yang belum terwujudnya pada periode kepemimpinan sebelumnya oleh karena itu dalam kepemimpinan yang baru ini, kiranya kami mampu mendengar suara rakyat dan mengimplementasikan dalam gerak dan langkah kebijakan pembangunan yang dimulai dari apa yang ada dan dimiliki rakyat.
Oleh karena itu,Upaya pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan Pemerintahan yang baik menjadi suatu keharusan, untuk itu Pemerintah terus melakukan penataan dan pembenahan agar gerak birokrasi tidak menghambat pelayanan publik tetapi tercipta birokrasi yang professional dan handal, mampu berkolaborasi secara terintegratif dalam system tata kelola dengan pelibatan seluruh komponen yang saling mendukung serta mampu bekerja keras, bekerja cerdas, kerja dengan ikhlas serta menyelesaikan pekerjaannya secara tuntas, cepat, tepat dan akuntabel dalam percepatan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Percepatan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao merupakan langkah strategis dan visioner, yang kemudian secara responsive diimplementasikan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dengan membentuk tim Bupati untuk percepatan pembangunan (TBUPP) di Kabupaten Rote Ndao melalui surat keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 111/KEP/HK/2019 dengan susunan keanggotaan tim Bupati untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019-2024 yaitu:
1. Drs.Leonard Haning,MM sebagai Ketua Tim yang merangkap Ketua Bidang Percepatan Pembangunan, Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lapangan kerja merangkap anggota.
2. DR.David B.M Pandie,MS sebagai Ketua Bidang Pengembangan Pariwisata, Pengelolaan Pesisir, Kelautan dan perikanan, pertanian dan penanggulangan kemiskinan merangkap anggota.
3. DR.Yanto M.P Ekon,SH,M.Hum sebagai Ketua Bidang Hukum, Harmonisasi Regulasi dan Pencegahan Korupsi merangkap anggota.
Yang berfungsi melaksanakan tugas yang diberikan Bupati yakni:
1. Melakukan pengkajian dan analisis kebijakan-kebijakan Pemerintah di Bidang Percepatan Pembangunan Peningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Lapangan Kerja. Bidang Pengembangan Pariwisata, Pengelolaan Pesisir, Perikanan, Pertanian dan Penanggulanagan Kemiskinan serta Bidang Hukum, Harmonisasi Regualasi dan Pencegahan Korupsi.
2. Memberikan pertimbangan, saran dan masukan terkait dengan kebijakan Pemerintah di Bidang-bidang tersebut.
3. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan Bupati.
Kedepannya Pemerintah juga berupaya agar setiap badah usaha atau mitra kerja Pemerintah dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dalam bentuk Coporate social Responsibility (CSR) untuk itu Pemerintah akan mempelajari regualasi yang berkaitan dengan hal tersebut, untuk selanjutnya dapat ditetapkan melalui sebuah regulasi. Pemerintah juga akan berupaay agar pengelolaan hasil bumi dan potensi daerah di Kabupaten Rote Ndao dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa setempat melalui BumDes hal ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat Desa.
Mengakhiri sambutannya, beliau menyampaikan terimakasih kepada PT.ASTRA International yang telah membangun kerjasama dengan Pemerintah di bidang pembangunan pemberdayaan dan kemasyarakatan, yakni pembangunan Sekolah di atas tanah masyarakat yang telah dihibahkan kepada Pemerintah di Desa Oenitas. Untuk itu, Pemerintah juga mengucapkan terimakasih kepada para pemilik tanah yakni Bapak Yakob Pandie, Christofel Lenggu, Petrus Mbatu, Jakobis Mbura dan Jusuf Boboy selaku pemilik tanah.
“Ucapan terimakasih juga kepada PT.ASTRA International terkait penempatan guru-guru muda dari Yayasan Pendidikan Michael D.Ruslim yakni sejumlah 11 (Sebelas) orang guru untuk mengajar di Kabupaten Rote Ndao dan pelatihan untuk peningkatan mutu guru SD dan SMP di Kecamatan Rote Barat”Ujar Haning-Bullu.
Pemerintah juga berterimaksih kepada PT.ASTRA International atas komitmen dan kerjasamanya dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam hal program kegiatan Desa sejahtera yang direalisasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Bupati Rote Ndao dan Direktur PT.ASTRA International yang disaksikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Harapan kami, kiranya program ini akan terus berkelanjutan di tahun-tahun mendatang dan dapat melayani seluruh Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao.
Selain itu, ucapan terimakasih juga kepada balai wilayah sungai Nusa Tenggara II yang pada tahun ini melakukan kunjungan kerja dan survey lokasi terkait rencana pembangunan jembatan gantung antara Desa Tenalai dan Desa Daiama serta tambatan perahu di Desa Maioe Kecamatan Landu Leko, selain itu juga Kabupaten Rote Ndao mendapatkan dana hibah untuk sektor Pariwisata dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupa dana hibah Agrowisata gula merah di Desa Tualima Kecamatan Rote Barat Laut untuk Tahun 2019, dan pada Tahun 2020 Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terkait rencana pengembangan sarana prasarana objyek destinasi tujuan wisata (ODTW) Bukit Mando’o di Desa Kuli Kecamatan Lobalain.
Bukti keseriusan kita dalam pengelolaan Pemerintahan dan Pembangunan juga telah memetik hasil dengan adanya opini wajar dengan pengecualian (WDP) oleh Badan Pemeriksaan Keuangan terhadap pengelolaan keuangan tiga tahun berturut-turut yaitu tahun 2016, 2017 dan 2018 yang baru lalu, dimana pada tahun 2018 terdapat 3 (tiga) pengecualian yakni terhadap pencatatan penyajian dan pengelolaan aset tetap yang belum tertib, menjadi komitmen Pemerintah untuk menyelesaikan tanggungjawab ini sehingga kedepannya mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) pada tahun-tahun selanjutnya.
“terimaksih kepada segenap masyarakat Kabupaten Rote Ndao serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan dan turut mengambil bagian pada perayaan hari ulang tahun ke 17 Kabupaten Rote Ndao. Pemerintah menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan untuk itu Pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan secara intensif demi tercapainya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten yang kita cintai ini seutuhnya” kata Haning-Bullu.radvetoraial kerja dengan pemda rote ndao.
Dirgahayu Kabupaten Rote Ndao! Salam Ita Esa, Soda Molek Neu Ita Basan. ♦ Advertorial Kerjasama Pemkab Rote Ndao dan EXPO NTT

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.