180 Generasi Muda Kota Kupang Ikut Diklat Politeknik Penerbangan Surabaya

180 Generasi Muda Kota Kupang Ikut Diklat Politeknik Penerbangan Surabaya

SEBANYAK 180 generasi muda yang berasal dari 51 Kelurahan di Kota Kupang mengikuti diklat pemberdayaan masyarakat Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya.
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, didampingi Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya, Acmahd Setyo Prabowo dan Wakil Direktur Bidang Ketarunaan, Prasetyo Iswahyudi, Senin 2 September 2019 membuka kegiatan diklat tersebut di hotel Maya Kupang. Pelatihan ini merupakan pelatihan untuk teknik instalasi listrik lingkungan bandara, teknik perawatan gedung bandara dan teknik las listrik lingkungan bandara. Dalam sambutannya Wali Kota, Jefri Riwu Kore, mengatakan pelatihan ini sangat penting terutama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di Kota Kupang. “Kita bersyukur karena Kementerian Perhubungan memberikan perhatian kepada Kota Kupang, terutama dalam pelatihan ini, anak-anak kita akan mrndapatkan pelatihan tentang Bandara, dan akan diberikan sertifikat, sehingga nantinya bisa digunakan saat melamar pekerjaan,” katanya.
“Pemkot siap menyediakan personil yang siap dididik di Poltekbang, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu atau lulusan SMA yang belum bekerja dan tidak mampu melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi karena tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja,” lanjut Jefri.
Sementara itu Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya, Acmahd Setyo Prabowo dalam kesempatan ini mengatakan, berbagai program pendidikan dan pelatihan berjangka waktu pendek yang di tawarkan diperuntukkan baik bagi pegawai lingkup Pemerintah Kota Kupang maupun masyarakat umum. Jenis program yang ditawarkan yaitu Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang terdiri dari teknik perawatan AC (pesawat), teknik instalasi listrik, serta diklat yang terkait dengan bidang penerbangan yakni Dangerous Goods, pemberian kompetensi kepada peserta didik agar mampu mengenal barang-barang yang boleh dan tidak boleh dibawa masuk ke dalam area bandara. Dikatakan, Program Diklat ini diperuntukkan terutama bagi masyarakat Kupang yang bekerja atau kedepannya ingin bekerja di Airport Airsight Area namun belum memiliki kompetensi DG (Dangerous Goods).
“Diklat pemberdayaan masyarakat terbagi lagi dalam dua jenis yakni community development dan safety and security. Community development bersifat umum mencakup perawatan AC, teknik jaringan atau pengelasan, sedangkan jenis yang lebih khusus yakni kompetensi Dangerous Goods. Diklat DG sendiri telah memiliki sertifikasi kompetensi internasional oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” katanya.
Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya, Acmahd Setyo Prabowo menambahkan, pihaknya menargetkan total lulusan diklat ini sebanyak 2.920 orang dengan zona diklat di Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT 180 peserta. Karena itu, dirinya sangat mengapresiasi kesempatan yang diberikan Wali Kota Kupang dan semua stake holder yang telah terlibat didalamnya.
Sebelumnya Ketua Penyelenggara Diklat, Imam Shonhaji dalam laporannya mengatakan, diklat ini dilaksanakan dari tanggal 2 hingga 11 September 2019 di Hotel Maya Kupang. Sedangkan tujuan kegiatan ini antara lain, dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dibidang ilmu yang dipelajari. ♦ epo

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.