20 Desember NTT Jadi Provinsi Kelor

20 Desember NTT Jadi Provinsi Kelor

JIKA tidak ada aral melintang maka tanggal 20 Desember 2018 mendatang NTT akan dideklarasikan sebagai Provinsi Kelor.
Rencana deklarasi NTT sebagai Provinsi Kelor ini diungkapkan Gubernur NTT terpilih, Viktor Bungtilu Laiskodat saat mengunjungi kelompok Ternak Fajar Pagi di Desa Raknamo Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang, Senin 20 Agustus 2018.
“Tanggal 20 Desember saya akan mendeklarasikan NTT sebagai Provinsi Kelor. Kita punya terambah, kita punya putak, kita punya Kelor, kita punya berbagai macam tanaman yang membuat kita sejahtera,” kata Laiskodat dihadapan Wakil Bupati Kupang yang juga Bupati Kupang terpilih periode 2018-2022, Korinus Masneno, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Fernandes, Plt. Dirut Bank NTT, Absalon Sine, Wakil Bupati Kupang terpilih, Jery Manafe dan anggota kelompok ternak Fajar Pagi.
Laiskodat mengatakan, saat ini sejumlah ahli sedang diminta untuk melakukan penelitian tentang Kelor yang dapat dirubah menjadi gas. Gas tersebut nantinya dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah untuk menyalakan kompor.
“Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ini ahlinya selesai melakukan penelitian. Ahlinya janji saya buat Kelor menghasilkan gas. Jadi kalau pakai kompor, kita tidak perlu lagi kayu api tapi cukup pakai Kelor dan sudah bisa nyalakan kompor kita di rumah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat mereka sudah selesai lakukan penelitian sehingga dari aspek ekonominya kita sudah bisa jawab,’ ungkap Laiskodat.
Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini lebih jauh mengatakan, masyarakat dan Pemerintah NTT tidak bisa kerja dengan cara yang biasa-biasa saja. Harus kerja dengan cara yang tidak biasa untuk mengeluarkan daerah ini dari ketertinggalan dan kemiskinan.
Pemerintah dan masyarakat NTT, kata Laiskodat, perlu mencari pengalaman ke luar daerah bahkan luar negeri untuk mencari pengalaman tentang berbagai hal termasuk tentang peternakan, pertanian dan kelautan.
“Saya minta Bupati dan Wakil Bupati kalau boleh bikin anggaran khusus kepala Dinas Peternakan, Kelautan, Pertanian, Perdagangan dengan beberapa kelompok-kelompok tani yang mereka siapkan. Berangkat keliling beberapa Negara tapi dengan perencanaan yang baik. Pergi lihat model disana. Kita mungkin sudah tahu bukunya tapi perspektif visual dari mata kita itu beda dan itu teori yang tidak bisa dibantah. Ilmu terbaik itu adalah pengalaman dan pengalaman terbaik itu harus dilihat dan dirasakan,” tambah Laiskodat lagi. ♦ epo

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.