Akrab Dengan Corona?

Akrab Dengan Corona?

 

 

SEJAK Desember 2019 sampai Agustus 2020, Covid-19 tak juga reda menyenangkan hati manusia di bumi ini. Sesama yang terpapar kian tbertambah. Apakah ini semua akibat manusia sendiri yang tidak disiplin dalam mengikuti protokoler yang dianjutkan pemerintah, atau memang manusia tidak takut mati. Ataukah manusia yang positif virus corona sengja menjangkit kemanusia lain? Sekiranya manusia menyadari dan mengikuti saran tenaga medis dipastikan virus mematikan sudah tak ada lagi.
Kian hari terus bertambah manusia yang positif akibat virus ini. Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19 sebanyak 3.308 kasus per 29 Agustus 2020. Ini menjadi penambahan kasus tertinggi setelah penambahan kasus dua hari sebelumnya juga berturut-turut memecahkan rekor. Apakah ini sebuah prestasi atau kemunduran?
Penambahan kasus per hari ini menjadi rekor tertinggi sejak wabah Corona di Indonesia meluas. Sementara penambahan kasus tertinggi sebelumnya terjadi pada 28 Agustus 2020 dengan penambahan kasus sebanyak 3.003 kasus dan 27 Agustus sejumlah 2.719 kasus.
Warta media, sejak muncul di akhir tahun 2019 lalu pertama kalinya di Wuhan, China, virus Corona kini sudah menyebar ke seluruh dunia. Bahkan di Indonesia pun angka kasus positif masih terus meningkat dari hari ke hari.
Melihat hal ini, untuk melawan virus Corona mungkin masih membutuhkan waktu yang lama. Seorang pakar kesehatan di Selandia Baru, Simon James Thornley, bahkan mengatakan virus Corona ini tak bisa hilang dalam jangka waktu yang panjang.
Ketika kita kembali normal, kita akan kembali ke titik di mana kita berperan untuk beraktivitas sebagai masyarakat. Tapi, jika ingin kembali ke masa sebelum pandemi Corona ini, mungkin tidak akan pernah terjadi mengingat virus ini masih menjadi ancaman.
Waspada, dan ikuti saran pemerintah dan tenaga medis agar selalu memakai masker, jaga jarak, makan manakan bergizi, tidur yang cukup 7-8 jam sehari dan olahraga dalam rangka kekebalan tubuh. Peringtan terpenting, jangan berada dikerumunan banyak orang, tunda dulu dengan mereka yang datang dari zona merah. Di NTT diakhir Agustus 2020, seorang mahasisi kedokteran Undana Kupang yang baru saja kembali dari Mataram dinytakanan positif covid-19 dan harus diisolasi di RS.W.Z.Yohanes Kupang. Ini peringatan bagi kita semua. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.