Ini Alasan Tema Human Trafficking Diangkat

Ini Alasan Tema Human Trafficking Diangkat

DEKAN Fakultas Hukum (FH) Undana, Yorhan Yohanis Nome, SH, M.Hum, di ruang kerjanya, pada Rabu 28 November 2018, menyampaikan tentang alasan tema Human Trafficking diangkat dalam Seminar Nasional FH Undana nantinya. Dimana sesuai rencana, Seminar Nasional ini akan digelar pada Senin, 3 Desember 2018, di Aula Rektorat Undana Kupang.
Dirinya menjelaskan alasan human trafficking diangkat dalam seminar nasional ini, karena human trafficking merupakan isu global yang telah menjadi fokus semua negara maju, maupun negara berkembang, termasuk Indonesia. Dimana, perdagangan orang, khususnya perempuan dan anak merupakan tindakan yang bertentangan dengan harkat dan martabat manusia dan melanggara hak asasi manusia, sehingga harus diberantas. Ditambahkan, khusus perdagangan orang, saat ini telah meluas dan dalam bentuk jaringan kejahatan yang terorganisir dan tidak terorganisir. Untuk Jaringan ini di Indonesia menurutnya, terorganisir baik di dalam maupun di luar negeri. Dimana mereka memiliki jangkauan operasi yang sangat luas. Karena, operasi mereka dilakukan baik di wilayah dalam negeri dan luar negeri.
“Nusa Tenggara Timur merupakan wilayah dalam negeri yang menjadi sasaran empuk jaringan human trafficking ini. Modus operandi mereka selama ini adalah melalui pengiriman tenaga kerja, baik itu TKI/TKW. Sehingga, diharapkan, melalui Seminar Nasional ini, upaya pencegahan dan penanganan bisa menjadi tanggungjawab bersama,” jelasnya.
Tujuan dari Seminar Nasional ini Menurut Yorhan Yohanis Nome, SH, M.Hum untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadi dan berkembangnya kasus human trafficking di NTT. Kemudian, mendeskripsikan upaya preventif dan Represif, yang telah dilakukan oleh pihak Polda NTT, dalam penanganan kasus human trafficking di NTT. Juga, mengetahui dan memahami peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam upaya penanganan kasus human trafficking di NTT. Serta, tujuan yang terakhir adalah untuk mengetahui kebijakan Pemda NTT tentang upaya pencegahan dan penanganan korban kasus human trafficking di NTT.
“Tujuan ini kami tetapkan karena kami berharap melalui seminar nasional ini paling tidak kita bisa menemukan solusi pada moratorium yang ditetapkan Gubernur ini. Sehingga, sementara ini kita duduk bersama para pihak dan stakeholder, untuk merumuskan strategi yang dipakai sehingga kita tidak menyaksikan lagi yang namanya persoalan-persoalan yang berkaitan dengan Human Trafficking,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, para narasumber yang akan berbicara di seminar ini yakni dari Rumah Perempuan Kupang akan berbicara tentang Pengalaman Pendampingan Korban Human Trafficking. Kapolda NTT yang akan berbicara tentang Peran Polda NTT dalam penanganan Kasus Human Trafficking. Dari International Organization for Migration (IOM) yang menyampaikan tentang Orang NTT dalam jaringan human trafficking international (problema dan upaya penanggulangan praktis). Juga Profesor Erlyn Indarti SH, M.A, Ph.D Akademisi UNDIP Semarang, yang akan berbicara tentang Orang NTT di Lintas Batas antar Negara (Problema dan upaya penanggulangan perspektif yuridis). Dan, Gubernur NTT yang akan menyampaikan tentang kebijakan Pemda NTT dalam pencegahan dan penanganan korban human trafficking.
Untuk diketahui bahwa, sesuai rencana Seminar Nasional ini akan dihadiri oleh kurang lebih 150 orang. Dari peserta undangan yang akan hadir antara lain, DPRD Provinsi, Forkopimda dan Stakeholder dari Provinsi NTT, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Terutama, lembaga yang berkaitan dengan penanganan Human Trafficking seperti, Nakertrans, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan Tinggi, Kepolisian, Komandan Pangkalan Udara, Komandan Pangkalan Utama Laut, Imigrasi, Angkasa Pura, Keuskupan Kupang, Majelis Sinode GMIT, MUI NTT, dan Stakeholder lainnya. ♦ terbittimornews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.