Anak anda mimisan? Jangan panik! Ini hal-hal yang perlu diketahui mengenai mimisan pada anak-anak

Anak anda mimisan? Jangan panik! Ini hal-hal yang perlu diketahui mengenai mimisan pada anak-anak

Penulis : dr. Putri arihtalia purba

MIMISAN atau yang disebut epistaksis, epistaksis terbagi menjadi dua menurut sumber perdarahannya yaitu epistaksis anterior dan epistaksis posterior. Epistaksis anterior berasal dari pleksus kiesselbach pada bagian depan dari pembatas lubang hidung,biasanya ringan karena keadaan mukosa hidung yang membengkak atau kebiasaan mengorek hidung, yang kebanyakan terjadi pada anak, seringkali berulang dan dapat berhenti sendiri.
mimisan merupakan salah satu gejala yang sering dikeluhkan orang tua yang memiliki anak berusia 2 hingga 10 tahun. Umumnya mimisan terjadi secara spontan dan dapat berhenti dengan sendiri. Mimisan jarang menyebabkan hal yang serius, namun sering menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran untuk orang tua maupun anak yang mengalaminya. Mimisan terjadi pada 60% masyarakat, hanya 6% yang membutuhkan pertolongan medis.
Penyebab mimisan
Kebanyakan mimisan atau epistaksis terjadi spontan, tidak diketahui penyebabnya, tetapi kadang ditemukan penyebab yang jelas. Secara umum, penyebab epistaksis dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor lokal di hidung atau masalah sistemik (berkaitan dengan seluruh tubuh atau penyakit lain). Faktor lokal yang berpengaruh serta penyebab mimisan atau epistaksis, yaitu:
1. Cedera ringan
· Mengorek hidung
· Hidung yang terbentur ringan
· Bersin
· Mengeluarkan ingus terlalu keras
2. Cedera berat (terpukul, jatuh, atau kecelakaan lalu lintas)
3. Benda asing atau karena benda asing yang masuk ke dalam lubang hidung
4. Iritasi alergi atau bahan kimia
5. Infeksi lokal
· Infeksi hidung atau rhinitis
· Infeksi sinus atau sinusitis
· Infeksi lokal lainnya
6. Pengaruh udara lingkungan (udara yang terlalu dingin atau kering)
7. Kelainan pipa saluran darah lokal di hidung
8. Obat semprot hidung (antiradang dan antialergi)
9. Tumor di rongga hidung ; Biasanya dapat terjadi mimisan atau epistaksis berat.
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat anak mimisan
1. Bersikap dan sarankan anak supaya tenang. Anak memiliki risiko menelan darah yang akan menyebabkan sumbatan jalan napas apabila anak panik.
2. Minta anak untuk duduk tegak, posisikan kepala menghadap ke bawah. Hindari mendongak kepala anak dan jangan berbaring. Tekan hidung bagian depan secara pelan selama 5-10 menit. Ulangi proses ini apabila setelah 5-10 menit, mimisan masih terjadi
3. Suruh anak untuk bernapas melalui mulut. Keluarkan darah yang tertelan dan jangan menelan ludah karena akan menyebabkan mual dan tersedak.
Kapan harus membawa anak ke dokter?
Orang tua harus membawa anaknya ke rumah sakit apabila terjadi salah satu hal berikut:
1. Mimisan tidak berhenti dengan penekanan selama 20 menit
2. Mimisan yang hebat, dapat menyebabkan pingsan
3. Mimisan berulang
4. Mimisan pada bayi atau anak berusia 2 tahun
5. Terjadi Sumbatan jalan napas
6. Mimisan akibat kelainan anatomi dan trauma/cedera pada hidung, wajah atau kepala
Salam sehat?? ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.