Antisipasi Kelangkaan “Mafia Pupuk”, Dinas Pertanian Gandeng KP3 Awasi Pupuk

Antisipasi Kelangkaan "Mafia Pupuk", Dinas Pertanian Gandeng KP3 Awasi Pupuk

DINAS pertanian Kabupaten Rote Ndao, terhitung sejak Pertengahan November 2018 terus berkoordinasi dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di Kabupaten Rote Ndao untuk mengawasi distribusi pupuk diwilayah Kabupaten Rote Ndao hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya mavia pupuk.
Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Ir. Untung Harjito kepada EXPO NTT diruang kerjanya, Senin 17 Desember 2018.
Dikatakanya, bahwa untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani terlebih dahulu harus tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam penyusunannya, petani dibantu oleh petugas penyuluh pertanian dari dinas setempat. “jadi total lahan 19 ribu hektar lebih, petugas melakukan cors cek apakah petani yang namanya masuk RDKK benar memilikih sawah atau tidak, karena dikwatirkan ada yang namanya masuk, tetapi tidak memiliki sawah jadi petugas untuk hapus datanya. Sehingga yang mendapatkan benar-benar ada sawah sehingga tidak terjadi mavia pupuk,” katanya.
Menurutnya saat ini petugas pertanian stanbye di kantor distribusi Pupuk wilayah Rote Ndao CV Suara Mas agar bisa secara teliti cek agar pemeratan distribusi pupuk disejumlah wilayah di Kabupayen Rote Ndao kata untung.
Ia juga meminta petani dan siapa saja untuk melaporkan jika terjadi mafia pupuk diwilayah Rote Ndao, karena dengan adanya mafia pupuk bisa terjadi gagal panen, dirinya juga berharap agar masyarakat mengunakan curah hujan untuk menanam, memang saat masih terjadi hujan lokal belum merata, sehinga wilayah yang hujannnya sudah rutin untuk segera menanam. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.