Bangun Trans Utara Flores, Johnny Plate: Sudah ada dana triliunan rupiah

Bangun Trans Utara Flores, Johnny Plate: Sudah ada dana triliunan rupiah

JALUR jalan raya Trans Utara Flores sudah puluhan tahun mengalami nasib buruk. Jalan yang menghubungkan wilayah utara Pulau Flores tersebut tidak serius dibangun dan dituntaskan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Beberapa waktu lalu, beberapa jembatan putus dan hancur lebur dibawa banjir dan membuat aktivitas warga lumpuh. Kasus ini sudah terjadi berulangkali, dan tidak mendapat perhatian serius Komisi V DPR-RI dan Kementerian PUPR.
Menanggapi nasib buruk yang menimpah jalur Trans Utara Flores, mendorong anggota DPR-RI, Fraksi Partai NasDem, Johnny G. Plate berkunjung langsung melihat kondisi jalan dan jembatan yang rusak total. Ia mengaku sangat perihatin, dan setelah kembali ke Jakarta, ia langsung bertemu dengan pihak-pihak pejabat tinggi negara yang memegang kebijakan anggaran dan perencanaan pembangunan nasional.
“Kondisi jalan dan jembatan Trans Utara Flores tersebut sudah saya sampaikan kepada Menteri Keuangan, Ibu Dr. Sri Mulayani dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, Prof. Dr. Bambang Brojonegoro pada saat rapat kerja Komisi XI DPR RI tanggal 17 Januari 2019 sore di Jakarta. Saya sudah melihat sendiri salah satu jembatan yang rusak tersebut saat berkunjung ke Magepanda pada bulan desember tahun 2018 lalu,” terang Johnny Plate kepada Suaraflores.net, Sabtu (19/1/2019) malam melalui ponselnya di Jakarta.
Saat rapat tersebut, terang Johni, ia juga telah meminta agar dana disediakan dan perbaikan jembatan tersebut dapat segera dilaksanakan. Ia meminta kepada kedua kementerian tersebut untuk menyelesaikan pembangunan jalan baru Trans Utara Flores khususnya bagian barat yang belum tersambung sampai ke Labuan Bajo ( masih berupa hutan ).
“Kami berharap agar jalan Trans Utara Flores dari Larantuka sampai Labuan Bajo dapat segera terhubung demi akses transportasi dan biaya logistik yang lebih efisien,”kata Johnny.
Dari penyampaian Johni, terungkap bahwa telah disediakan dana triliunan rupiah untuk ketersediaan lahan ( land bank ) melalui APBN yang ditempatkan pada LMAN ( Lembaga Managemen Aset Negara ) dibawah Menteri Keuangan ( mitra kerja komisi XI DPR RI ). Dana tersebut setiap saat dapat digunakan oleh Kementerian PUPR untuk memenuhi kebutuhan Right of Way pembangunan jalan. Tentunya harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah yang harus dilakukan dengan baik.
Sementara itu, mengenai kondisi jembatan yang putus saat ini karena dihantam banjir, Johnny meminta pemerintah melalui dinas instansi atau badan penanggulangan bencana alam segera melakukan tindakan tanggap darurat dengan membangun jembatan darurat.
“Jalur lintas utara tersebut saat ini bukan sekedar jalur alternatif, tetapi sudah menjadi jalur utama yang menghubungkan trans Flores, dan daerah atau wilayah Pantura Flores adalah daerah penghasil hasil bumi terbesar, yakni Jambu Mete, Kemiri, Kopra dan lain-lain, secara khusus dari wilayah Ngada, Nagekeo, dan Ende,” ujar Johnny.
Sebelumnya dikabarkan, akibat hujan deras yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Sikka, Kamis (17/1/2019) lalu, dua unit jembatan darurat di Dagemage, Kecamatan Magepanda, Pulau Flores putus total. Putusnya dua jembatan tersebut menyebabkan lumpuhnya transportasi warga. ♦ suaraflores.net

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.