Bank TLM Gelar Sosialisasi Saham Seri B

CAR (Capital Adequacy Ratio) merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan perbankan dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian. Rasio ini penting karena dengan menjaga CAR pada batas aman, berarti juga melindungi nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. Semakin besar nilai CAR mencerminkan kemampuan perbankan yang semakin baik dalam menghadapi kemungkinan risiko kerugian, hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank TLM, Robert Fanggidae dikupang belum lama ini.
Robert menambahkan, dengan diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Kangan (OJk) No 5 Tahun 2015 yang mengatur mengenai rasio CAR BPR minimal 12% menimbulkan suatu konsekuensi bahwa managemen BANK TLM harus secepatnya memikirkan langkah bagaimana memenuhi ketentuan tersebut. Dengan alasan bahwa para pemegang saham saat ini, belum mampu untuk melakukan penambahan modal disetor untuk memenuhi ketentuan POJK No 5 Tahun 2015, maka Salah satu rencana strategis yang dilakukan oleh BANK TLM adalah dengan menerbitkan saham seri B, dimana klasifikasi saham ini dapat dimiliki oleh Publik selama memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kata Robert, hak-hak yang dimiliki oleh pemegang saham klasifikasi seri B adalah hak atas deviden yang berkisar pada presentase 15 persen per tahun dari nominal saham sedangkan hak pengendalian dan hak suara dalam RUPS maupun RUPS Luar Biasa tidak dimiliki oleh pemegang saham klasifikasi ini.
Saham seri B, sambung Robert juga dapat dijadikan sebagai jaminan kredit dengan plafond maksimal 90% dari jumlah nominal saham yang dimiliki. Dalam sosialisasi yang berlangsung kurang lebih 60 menit ini, Robert menegaskan bahwa salah satu pertimbangan penerbitan saham seri B, adalah untuk tetap menjaga nilai-nilai kesejarahan dan tetap mempertahankan visi dan misi BANK TLM yang sejak kelahirannya ditujukan sebagai media pelayanan kepada masyarakat. Dirinya juga memaparkan mengenai sejarah kelahiran BANK TLM, Visi dan Misi, serta berbagai prestasi yang telah di torehkan oleh BANK TLM, dimana selama 10 tahun berdiri bank TLM telah mencatatkan prestasi dengan mendapatkan Majalah infobank Award selama tujuh kali berturut-turut.
Dengan pertumbuhan aset yang selalu tumbuh tidak pernah kurang dari sembilan persen, lanjut Robert hal ini mengindikasikan bahwa BANK TLM, layak dan pantas menjadi BPR Terbesar di NTT dan BPR dengan urutan 105 dari 1600an BPR yang ada di Indonesia. Oleh kerena itu menjadi pilihan yang tepat untuk berinvestasi pada BANK TLM melalui kepemilikan saham Seri B ini. Seluruh peserta sosialisasi yang merupakan staff TLM group mengapresiasi langkah penawaran saham seri B ini dan siap untuk menjadi pemegang saham, apabila resmi di luncurkan nanti. Mengingat sampai dengan saat ini, saham seri B, masih dalam tahapan sosialisasi dalam Internal TLM Group.
Salah satu peserta sosialisai Meki, mengharapkan bahwa seluruh staf TLM group bisa memanfaatkan momentum ini untuk berinvestasi karena proyeksi keuntungan yang lebih besar dibandingkan apabila dana ditempatkan dalam bentuk deposito. Untuk diketahui bahwa apabila saham seri B ini resmi diluncurkan maka BANK TLM menjadi BPR pertama di Indonesia yang melakukan terobosan penerbitan saham seri B. ∅ bprtlmkupang.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.