Bantuan Covid-19

Bantuan Covid-19

PROTES dan mencaci maki karena tidak dapat bantuan yang saya alami dan saksikan hanya di Indonesia. Hanya karena tidak mendapat bantuan akibat virus corona yang mematikan umat manusia di bumi ini, masyarakat yang tidak mendapat bantuan protes keras. Yang saya maksudkan protes keras di sini, dalam cara protes dilakukan dengan tindakan kekerasan, ancaman terhadap pejabat, memukul dan mencaci maki. Orang NTT juga demikian. Ada yang dapat bantuan banyak di protes, ada ASN dapat bantuan juga diprotes. Protes dimana-mana, dari Ibukota Jakarta, sampai masyarakat di kampung-kampung. Sedemikian panik kah?
Bantuan yang saya saksikan di gambar-gambar di media sosial tidak untuk setahun atau selamanya, tetapi hanya dalam masa sulit. Tetapi juga tidak seberapa lama dan toh habis juga. Kita semua orang beriman.
Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” 2 Korintus 8:15 “Orang yang berpenghasilan banyak, tidak berkelebihan, dan orang yang berpenghasilan sedikit, tidak berkekurangan.”
Sekali lagi, sebagaimana telah tertulis, “Siapa yang mengumpulkan banyak, tidak berkelebihan, dan siapa yang mengumpulkan sedikit, tidak berkekurangan. “Orang yang memperoleh sedikit, tidak berkekurangan.”
Seperti yang telah tersurat, “Orang yang memungut banyak tidak berlebihan, dan orang yang memungut sedikit tidak kekurangan.” Sampai kapankah kita lancarkan protes yang mungkin saja di galang oknum atau kelompok tertentu.
Membaca berita yang dilansir dari berbagai media, ada satu warta, priiksi WHO atau badan kesehatan dunia bilang, virus corona mungkin tidak akan hilang.
Orang WHO yang merilis berita bernama Ryan menambahkan bahwa masih ada ‘jalan sangat panjang’ untuk dunia bisa kembali ke normal. Dia bersikeras menyatakan bahwa negara-negara dunia harus tetap berada di jalurnya.
“Ada beberapa pemikiran ajaib yang muncul bahwa lockdown berhasil dengan sempurna dan membuka kembali lockdown akan berjalan baik. Keduanya sama-sama dipenuhi banyak bahaya,” ucap Ryan mengingatkan.
Lebih dari separuh populasi dunia berada di bawah lockdown sejak virus corona muncul. Namun WHO memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa melonggarkan pembatasan tidak akan memicu datangnya gelombang kedua virus Corona.
Dengan membaca berita dari WHO kita umat manusia penghuni bumi diisaratkan harus waspada, harus bersiap-siap menerima kenyataan dan kemungkinan-kemungkinan. Kita sedang berhadapan dengan bencana virus corona dan virus-virus lain. Salah satu virus yang sangat sulit disembuhkan adalah manusia itu sendiri. Karena manusia tidak disiplin sesuai saran, maka virus corona bisa saja menyerang kita. Maka berhati-hatila.
Bantuan sosial khusus untuk masyarakat bawah mencapai Rp16,2 Triliun, Bansos Tunai untuk 9 Juta KK Rp600 ribu/bulan, Dana Desa Rp 21 Triliun untuk 10 Juta KK Rp600 ribu/bulan dan Bodetabek Rp 1 Triliun untuk 576 ribu KK Rp600 ribu/bulan, DKI Jakarta Rp 2,2 T utk 2,6 juta jiwa/1,2 juta KK Rp600 ribu/bln. Bantuan khusus bahan pokok sembako Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberian bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga Jabodetabek. Adapun bansos sembako untuk warga DKI Jakarta akan diberikan kepada 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta keluarga. Nilai rupiah untuk bantuan sangat besar. Dan sampai kapan.
Virus corona (Covid-19) telah menjadi pandemi global di berbagai belahan dunia. Virus yang awalnya menjangkiti China pada bulan Desember 2019 ini, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia pada 2020.
Menurut World Health Organization (WHO), virus corona telah menginfeksi lebih dari 1.353.361 orang di seluruh dunia. Ketika banyak negara dan kota terus menegakkan aturan physical distancing, mendorong isolasi diri dan menunda berbagai acara besar, termasuk olimpiade di Jepang, ada satu pertanyaan yang sering muncul di benak setiap orang: Kapan pandemi virus corona ini benar-benar berakhir? ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.