Belasan Tahun Jalan Trans Utara Flores Dibiarkan Rusak Tanpa Perbaikan

Belasan Tahun Jalan Trans Utara Flores Dibiarkan Rusak Tanpa Perbaikan

BELASAN tahun kondisi ruas jalan di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Flores atau yang dikenal dengan Trans Utara Flores tepatnya dari Kecamatan Wolowae Kebupaten Nagekeo hingga Kecamatan Maurole Kabupaten Ende, tidak tidak ada perhatian dari pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah pusat. Hingga kini ruas jalan tersebut cukup memprihatinkan. Ruas jalan yang berada di dekat garis pantai sangat rawan dengan abrasi laut sehingga tembok penahan hancur dan badan jalan menjadi rusak berat. Disaksikan wartawan baru-baru ini ada beberapa titik ruas jalan Itu hampir putus. Bahkan sebagian jembatan sudah putus. Ruas jalan yang hampir putus di Kaburea, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, Desa Nabe Kecamatan Maukaro dan wilayah kecamatan Maurole sebagian badan jalan sudah tak terlihat aspal dengan kondisi yang memprihatinkan. Meski demikian, akses transportasi tetap berjalan.
Warga Ngemo Kecamatan Maukaro, Sil Reda kepada wartawan mengatakan kerusakan jalan ini sangat serius dan hampir 15 tahun belum mendapat perhatian pemerintah pemerintah daerah maupun Pemerintahan Propinsi NTT. Padahal ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Ngada, Nagekeo dan Kabupaten Sikka. “Kami minta Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mengusulkan ruas jalan ini sebagai jalan Nasional sehingga bisa di intervensi dengan anggaran dari Pemerintah pusat,” pintanya.
Menurutnya kerusakan jalan Pantura ini berdampak pada arus transportasi sangat terbatas, pada hal wilayah utara mempunyai potensi yang sangat menjajikan, karena ruas jalan ini terbentang di sepanjang bibir Pantai Utara yang mempunyai Sumber Daya Alam yang tidak kalah dengan wilayah lain di Propisni NTT. ♦ kumparan.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.