Bijak Dalam Penggunaan Obat dengan metode DaGusSiBu

Bijak Dalam Penggunaan Obat dengan metode DaGusSiBu

Oleh :
Henni Tri Rusmiyatun
Vira Samudra Putri
Yuliana
Komang Ayu Sarini
Ricky Alfirian
Arya Munandar
Yumita Dorothy Februna Beeh
Anggraini Prihatini Beni Doko

 

DEWASA ini banyak kasus di masyarakat mengenai penyalahgunaan obat. Baik itu obat yang sudah diresepkan dokter karena sakit, maupun obat yang masyarakat dapatkan atas inisiatif mereka sendiri. Kasus-kasus tersebut diantaranya mulai dari keracunan, overdosis, hingga menyebabkan kematian. Salah satu kasus yang terjadi di dalam masyarakat dimuat dalam JATENGPOS.CO.ID (22/01/18) menyebutkan adanya kasus penggunaan obat-obatan herbal ilegal yang dipasarkan secara bebas, tentu saja memantik keprihatinan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Parahnya lagi, bahkan sampai ada pabrik yang nekat memproduksi obat PCC atau obat ilegal lainnya, dibeberapa wilayah Jateng.
Mereka menganggap diri mereka tahu cara menggunakan obat dari awal sejak mereka dapatkan hingga akhir. Kurangnya keingintahuan masyarakat mengenai hal ini sangatlah berbahaya. Mereka tidak boleh menganggap remeh mengenai tata cara pengelolaan obat. Mulai dari awal mereka mendapatkan resep dari dokter, hingga cara membuangnya jika sudah tidak bisa dipakai lagi. Padahal bila sedikit saja kita salah melakukan pengelolaan obat, maka akan sangat berakibat fatal bagi diri kita sendiri atau si konsumen obat (Emilya,dkk : 2015). Selain itu dampak dari kesalahan pengelolaan obat akan tampak di lingkungan. Pencemaran lingkungan karena pembuangan obat yang sembarangan akan terjadi dan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar. Hal ini pada akhirnya juga menyebabkan kerugian bagi manusia sendiri. (Prabandari, dkk: 2015).
Dalam pengelolaan obat di rumah masih banyak masyarakat yang belum mengerti bagaimana cara menyimpan dan membuang obat. Masyarakat menyimpan obat sirup di kulkas dengan harapan obatnya menjadi awet padahal penyimpanan ini tidak tepat. (Lutfiyati,dkk :2017)
Salah satu bentuk kepedulian terhadap adanya penyalahgunaan dalam penggunaan obat serta untuk menambah edukasi kepada masyarakat dalam menggunakan obat dengan bijak, baik dan benar. Maka, upaya yang dilakukan yaitu adanya edukasi yang diberikan berupa penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini dilakukan oleh mahasiswa/i Program Studi Profesi Apoteker dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Sunter Agung 05 Pagi Jakarta Utara tentang DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) obat dengan benar.
Penyuluhan ini diikuti oleh siswa/i kelas V.A, dengan antusias dan semangat yang tinggi. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu, banner, leaflet, dan power point untuk mendukung kegiatan menjadi lebih efektif. Dari beberapa siswa sebelum kami melakukan penyuluhan, sebagian besar mereka belum mengetahui tentang DaGuSiBu oleh karena itu penyuluhan tentang DaGuSiBu perlu kami lakukan di Sekolah Dasar tersebut. Dari penyuluhan yang telah dilakukan, dari total 28 siswa/i diperoleh persentase siswa yang telah memahami tentang apa yang dimaksud dengan DaGuSiBu sebesar 89% dan siswa yang masih belum memahami tentang DaGuSiBu sebesar 11%. Dengan adanya persentase yang diperoleh, secara garis besar siswa/i telah memahami tentang topik yang dibawakan dengan baik.
Diharapkan dengan adanya penyuluhan tentang DaGuSiBu ini dapat membantu kita semua memahami tata cara pengelolaan obat dari awal mereka dapatkan hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang. Berdasarkan pertimbangan di atas maka masyarakat perlu tahu akan pentingnya pengelolaan obat mulai dari mereka mendapatkan resep hingga membuangnya jika tidak diperlukan. Sehingga, dampak dari kesalahan penyalahgunaan masyarakat bisa dicegah.
Sumber:
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, 2018, Tentang DAGUSIBU obat yang benar, oleh Henni Tri Rusmiyatun, Anggraini P.B.Doko, Ricky Alfirian, Komang Ayu Sarini, Yumita D.F. Beeh, Vira Samudera Putri, Yuliana, Arya Munandar, Program Profesi Apoteker Angkatan 39, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
Emilya, dkk. 2015. Emilya, dkk. 2015. KURANGNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI DAGUSIBU. Universitas Airlangga. Surabaya.
Jawa Tengah Pos. 2018. Obat Herbal Ilegal Merajalela, Artikel Online. Jawa Tengah. JATENGPOS.CO.ID (diakses pada tanggal 06 Desember 2018).
Lutfiyati,dkk. 2017. Pemberdayaan Kader PKK dalam Penerapan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar. UMG. Malang.
Prabandari,dkk. 2015. SOSIALISASI PENGELOLAAN OBAT DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG) DI KELURAHAN PESURUNGAN KIDUL KOTA TEGAL BERSAMA IKATAN APOTEKER INDONESIA. Prodi D III Farmasi Politeknik Harapan Bersama. Tegal (*)

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.