Bupati Ende Tak Ingin Warga Bawa Pakaian ke Kantor PDAM

Bupati Ende Tak Ingin Warga Bawa Pakaian ke Kantor PDAM

BUPATI Ende H. Djafar Haji Achmad tak ingin lagi warga membawa pakaian ke Kantor PDAM akibat persoalan air bersih. Harapan ini ia sebut setelah melantik Yustinus Sani sebagai Direktur PDAM Tirta Kelimutu di Waiting Room Pelabuhan Ende pada Selasa 7 Januari 2020. “Di bawah pimpinan saudara saya mengharapkan tidak dapat cerita bahwa masyarakat membawa lagi pakaian ke kantor PDAM. Saya harap ada terobosan-terobosan yang baru dari saudara agar pelayanan air minum di Kabupaten Ende ini dapat berjalan lancar,” ucap Bupati Djafar.
Selain itu, Djafar juga berpesan kepada Yustinus agar segera membenahi manajemen pada perusahaan daerah tersebut.
Ia mencotohi penyaluran air bersih yang tidak merata kepada masyarakat. Ada sebagian warga yang mendapatkan air secara berlimpah. Sedangkan, adapula warga lain yang berbulan-bulan kekurangan air bersih. “Harus diingat bahwa semua pelanggan mempunyai hak yang sama mendapatkan air. Oleh karena itu, atas persoalan ini saya mengharapkan kepada saudara Direktur bisa menyelesaikan masalah ini,” harap Djafar.
Direktur PDAM, Yustinus Sani mengatakan bahwa program pertama yang akan ia lakukan adalah pembenahan manajemen perusahaan.
Selanjutnya, akan diperhatikan secara teknis untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan air oleh masyarakat. “Jadi perusahaan ini adalah milik pemerintah yang dipercayakan kepada saya. Sejauh dalam proses pembenahan ini juga harus di-back up oleh pemerintah sebagai pemiliknya,” tutur Sani kepada wartawan.
Sementara terkait harapan Bupati Djafar bahwa tak ingin lagi warga membawa pakaian ke Kantor PDAM karena persoalan air, Yustinus menjawab secara lugas.
Mantan Anggota DPRD Ende ini berharap agar Pemerintah mendukung PDAM secara penuh agar kelakuan tersebut tak terulang. “Soal permintaan Pak Bupati, tentu saya akan siap menjalankan perintah dan seluruh instruksinya. Jadi, intinya bahwa pemilik perusahaan (Pemerintah) harus mem-back up dari sisi kekurangan dan kelemahan pada perusahaan tersebut. Itu saja saya kira,” ucap Yustinus.

Dirut PDAM dan 10 Pejabat Struktural

Direktur PDAM Tirta Kelimutu Yustinus Sani saat diwawancarai wartawan usai dilantik oleh Bupati Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Bupati Ende H. Djafar H. Achmad melantik Yustinus Sani sebagai Direktur PDAM Tirta Kelimutu periode 2020-2024 di Waiting Room Pelabuhan Ende, Flores, NTT pada Selasa 7 Jauari 2020 siang. Yustinus diangkat sebagai Direktur PDAM berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 2/KEP/HK/2020 menggantikan Soedarsono yang kini dijerat kasus korupsi.
Selain Yustinus, Bupati Djafar juga melantik 10 pejabat struktural lainnya di Lingkup Pemkab Ende berdasarkan Keputusan Bupati Nomor KEP.001.829/0024/PP/I/2020.
Mereka ialah Valentino Setiawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Matildha G. Ilmoe Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Mathildis Mensi Tiwe sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Fransiskus X. Tolo sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman.
Bupati Djafar juga melantik Andreas Worho sebagai Kepala Bappeda, Mustaqim Mberu sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Mohamad Sjahrir sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Gabriel Dala sebagai Kepala Badan Kesbangpol dan Kapitan Lingga sebagai Kepala Dinas Nakertrans serta Fransisco Versailes sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi.
Bupati Djafar mengatakan, pejabat yang dilantik diawal tahun 2020 ini berdasarkan hasil seleksi oleh tim penguji. Mereka dianggap layak untuk membantu Bupati dalam menjalankan program dan visi misi MJ jilid 2.
Ia menegaskan, aparatur (ASN) yang dilantik diharapkan bekerja secara loyal dan penuh tanggung jawab. “Saya ingatkan kepada saudara-saudara bahwa saya menginginkan aparatur yang tidak saja pintar. Tetapi harus mampu bekerja sama dan loyal terhadap tugasnya,” katanya. Ia mengharapkan agar dengan tugas yang diemban dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ende. ♦ voxntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.