Bupati Kupang : Beruntun Musibah Menimpa Kabupaten Kupang

Bupati Kupang : Beruntun Musibah Menimpa Kabupaten Kupang

 

BUPATI Kupang saat menyerahkan secara simbolis BLT Dana Desa kepada KPM di Desa Fatukanutu, Senin (15/06). “Kabupaten Kupang tahun ini (2020 -red) dapat musibah dobel – dobel,”Ujar Bupati Kupang, Senin 15 Juni 2020 di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto. Bupati Kupang Korinus Masneno saat memberi sambutan pada acara penyerahan BLT Dana Desa Fatukanutu mengatakan, tahun 2020 daerahnya mengalami musibah beruntun.
Musibah pertama kata Bupati Kupang, awal tahun 2020 adwa wabah virus ASF atau virus babi afrika, ribuan babi milik masyarakat mati akibat virus ASF. Musibah kedua, kurangnya curah hujan sehingga ada sebagian daerah mengalami musibah gagal tanam padi, ada juga daerah yang gagal tanam jagung. Belum usai dua musibah itu, kini datang lagi musibah ketiga yaitu pandemi virus covid 19 atau virus corona melanda dunia termasuk di Kabupaten Kupang. Dampak sosial adanya virus covid 19 cukup dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Kupang. Himbauan pemerintah agar masyarakat tetap dirumah, akibatnya hasil panen tidak laku terjual karena sepi pembeli.
Tiga bencana yang dialami tahun 2020 ini sangat berpengaruh bagi ekonomi masyarakat. Menurut Bupati Kupang, langkah yang diambil pemerintah yaitu dengan memberi sedikit tambahan pengahsilan bagi masyarakat sebagai upaya untuk bertahan hidup dalam kondisi sulit seperti saat ini. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dapat dimanfaatkan sebaik – baiknya baik untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa juga disisihkan sebagai modal memulai usaha kecil – kecilan. “Apa yang ada bisa dimanfaatkan untuk membangun usaha supaya bisa bangkit kembali dari permasalahan yang kita alami,”Ungkap Bupati Kupang. Berbagai jenis bantuan seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) disalaurkan oleh PT. Pos Indonesia, Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber Dana Desa dimaksudkan untuk membantu masyarakat akibat dampak sosial adanya covid 19.
Bupati Kupang menguraikan, total jumlah penerima BST di wilayahnya sebanyak 20.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), untuk BLT Dana Desa sebanyak 19.300 KPM dari jumlah total sekitar 77.000 Kepala Keluarga di Kabupaten Kupang. Artinya, masih sangat mungkin ada keluarga yang tidak tersentuh dua bantuan sosial tersebut, terutama di 17 Kelurahan yang padat penduduk tapi tidak memiliki sumber dana sendiri seperti Dana Desa. “Kita tenang – tenang saja, nanti kita coba usahakan agar semua bisa mendapatkan bantuan,”Kata Bupati Kupang.
de Haan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang dalam sambutannya mengatakan, bantuan sosial seperti BST dan BLT merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap musibah serta dampak sosial dari covid 19 yang melanda dunia termasuk di Kabupaten Kupang.
Bantuan sosial BST dan BLT Dana Desa bukanlah bantuan untuk menjawab semua kebutuhan masyarakat, bantuan sosial itu sifatnya hanya sebagai stimulan sehingga masyarakat harus memanfaatkanya secara baik. Ia mengatakan, diberbagai tempat ternyata bantuan sosial dimanfaatkan oleh masyarakat untuk hal – hal tidak bermanfaat, ada yang menggunakan uang BST dan BLT untuk beli minuman keras. “Saya berharap di Desa Fatukanutu ini tidak demikian, kita bawa berkat Tuhan sampai kerumah, kita doakan kemudian kita pergunakan untuk kebutuhan sehari – hari,”Terangnya.
Dihadapan Bupati Kupang, Sofia Malelak – de Haan Politisi Partai NasDem Kabupaten Kupang berjanji mengawal ketat setiap bantuan untuk masyarakat agar tidak salah sasaran. Lembaga DPRD Kabupaten Kupang pun akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas PMD untuk mengurai persoalan terkait bantuan sosial bagi masyarakat.
Sesuai temuan anggota DPRD di Dapil masing – masing ditemukan masih ada persoalan yang menyertai pemberian bansos, misalnya ada pendobelan nama penerima, kesalahan data, ada pula masyarakat yang seharusnya mendapat bansos tapi namanya hilang, ada pula masyarakat belum miliki kelengkapan administrasi kependudukan sebagai legalitas untuk mendapat bansos. Kepala Desa Fatukanutu, Iwan S. Bekawati dalam laporan singkatnya menyebutkan, jumlah KPM BLT Dana Desa tahun 2020 sebanyak 140 orang debgan total Dana yang dikucurkan sebesar Rp. 252.000.000,-. Untuk BST, jumlah masyarakatnya yang menerima bantuan sebanyak 150 KPM. Tercatat masih ada 25 KK yang belum terakomodir sebagai penerima dua jenis bansos itu. Dirinya berharap, 25 KK tersebut dapat diaakomodir oleh Pemerintah Provinsi NTT atau Pemkab Kupang melalui BLT Dana APBD sehingga 100 persen masyarakatnya terakomodir bansos. ♦ kabar-independen.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.