Bupati Nagakeo Nara Sumber Webminar Kementerian Pariwisata

Bupati Nagakeo Nara Sumber Webminar Kementerian Pariwisata

JUMAT Sore 28 Agustus 2020 pukul 15.00-18.00 Witeng Bupati Nagekeo mengikuti Webinar sekaligus menjadi NARASUMBER pada kegiatan Seminar Daring, yang diselenggarakan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata RI Jakarta.
Topik Webinar :
Tata Kelola Pariwisata Flores NTT Menuju Era Adaptasi Kebiasaan Baru.
Seminar Daring, diawali dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya.
Selanjutnya dibuka secara resmi oleh Dr. Frans Teguh, MA, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi, Kemenpar RI.
Selanjutnya, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco diberi kesempatan berbicara, yang dapat kami rangkum sebagai berikut :
“Flores menarik. Dikenal dengan keramahan warganya. Mudah menjumpai wajah yang murah senyum. Musikal. Senang bernyanyi dan menari. Semua, menambah indah landscapenya. “Terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah menetapkan Labuan Bajo sebagai 1 dari 5 destinasi superproritas.
“Kami juga harus menyampaikan bahwa infrastruktur darat dari Labuan Bajo hingga Flores Timur dan Lembata, butuh kerja keras para pimpinan daerah hari ini ke depan.

Ke Nagekeo.
“Nagekeo, kabupaten baru. 13 tahun. Kami sebut The heart of Flores. Kita mengedepankan Nagekeo dengan ibukota Mbay sebagai pintu utama Flores mainland…
“Landasan peninggalan Jepang bisa dikembangkan hingga 3,5 km runway…
“Flores sebagai alternatif ring of fire, maka pendekatan dari udara mudah dijangkau melalui bandara ini…
“Dari mass tourism ke tourism yg tertata dg mengedepankan CHSE : cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan, hygiene sanitasi), dan safety (keselamatan), juga environmental sustainability.
“Sebelum covid, tourist Labuan Bajo menggunakan bus dan kendaraan kecil. Juga tidak kurang, yang menggunakan sepeda motor. Mereka betul menikmati landscape dengan model Nomadic tourism… “Ini jadi pilihan ke depan. Jumlah pengunjung sangat bisa dibatasi, sehingga dlm masa new normal, dapat dikembangkan wisata budaya dan haritage yang ditawarkan kepada individu, keluarga dan kelompok kecil…
“Kerja sama dg BOP Labuan Bajo dimulai pada awal tahun ini ketika Dirjen PDT kemendes, kunjung Nagekeo.
“Kita sudah kembangkan 2 desa wisata. Satu di Selatan dan satunya di Utara.
“BOP Labuan Bajo kembangkan ide. Atraksi budaya etu (tinju adat), berada di 31 kampung adat. Terjadi sepanjang tahun kalender, dari Januari hingga Desember.
So, BOP Lab Baji tawarkan etu sbg pintu masuk Pariwisata Nagekeo, Pioner Pariwisata Nagekeo. “Saat ini Dinas Pariwisata Nagekeo menata kampung adat di mana ada atraksi tinju. Juga semua sistem yang mendukungnya, yakni kerajinan rakyat dan penerapan sapta pesona, serta kelestarian lingkungan.
Juga kami kembangkan kamar di rumah penduduk sbg kamar layak sewa. “Bimbingan PHRI Nagekeo sangat membantunkami, sehingga rumah-rumah penduduk bisa dikelola kamarnya untuk menerima tamu. ♦ humas pemda nagekeo

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.