Advetorial

Anggur Merah Program Monumental Frans Lebu Raya

♦ Selama 10 Tahun gelontorkan hampir Rp. 1 Triliun dana nanggur merah   FRANS Lebu Raya adalah pemimpin monumental. Selama sepuluh tahun, Frans Lebu Raya punya program Anggur Merah. Ini program monumental karena selama 10 tahun dana digelontor langsung ke rekening kelompok masyarakat di seluruh pelosok desa. Sampai akhir masa jabatan 16 Juli 2018, dana yang terserap langsung ke masyarakat capai Rp 1 Triliun. Dana ini sunggu membantu masyarakat yang

30 Raja Timor nyatakan dukung Jokowi Capres 2019-2024

♦ Ayub Titu Eki dukung program Jokowi bidang industry garam   SEBANYAK 30 Raja Timor yang tergabung dalam Aliansi Lembaga Pemangku Adat, Liurai Wehali dan para raja serta tokoh masyarakat adat sedaratan Timor ( Pulau Timor ) Indonesia bersama Asosiasi Pengusaha Garam di Kabupaten Kupang Selasa 10 Juli 2018 menyatakan mendukung Presiden Jokowi sebagai Calon Presiden 2019-2024. Pernyataan dibacakan pada bertepatan dengan acara panen perdana garam oleh PT.GIM di Bipolo

Membela rakyat tak berdaya, Ayub Titu Eki siap disalibkan

♦ Demi terwujudnya industeri garam di Kabupaten Kupang   HANYA satu kalimat dalam benak Bupati Kupang Ayub Titu Eki, “Membela rakyat yang susah dan tertindas sampai tetes darah yang penghabisan. Bila perlu saya siap disalibkan. Hanya komitmen ini yang bisa saya lakukan.” Ayub Titu Eki sedang berjuang melawan kebijakan Pemerintah Pusat yang tidak pro orang kecil, orang yang terindas dan bahkan lemah. Tekad Ayub Titu Eki, ialah melawan kezaliman terhdap

Bupati Kupang Ayub Titu Eki menyurati Presiden Jokowi

♦ Potensi garam di Kabupaten Kupang   BUPATI Kupang Ayub Titu Eki sedang geram dan gelisah. Gelisah karena pemberitaan media cetak dan lokal bahwa salah satu kabupaten yang sangat potensi bangun industeri garam. Potensi industeri garam, kata Ayub Titu Eki dalam obrolan santai dengan EXPO NTT, Sabtu 16 Juni 2018 bisa menjadi industeri garam terbesar di Indonesia bahkan bisa menjadi pasokan untuk kebutuhan garam nasional. Inilah jeritan hati Bupati Kupang

Setahun Duet Kepemimpinan Sunur-Langoday Dirayakan Bersama Masyarakat Kampung Nilanapo

Duet Pemimpin Lembata Baru, Eliaser Yentji Sunur, ST dan Dr. Thomas Ola, SE.M.si, tak terasa genap dua tahun memimpin Kabupaten Lembata. Keduanya, tepat dilantik oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, di Kupang, 22 Mei 2017 tahun silam. Saya mohon maaf, seharusnya hari ini saya bersama Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola merayakan setahun kepemimpinan kami. Namun karena Wabup melaksanakan tugas penting di Kupang dan Jakarta, maka saya sendirian bersama masyarakat

BBGRM ke-15 Tingkat Kabupaten Rote Ndao digelar di Desa Ofalangga

BUPATI Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM mebuka kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-4 yang dirangkai dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Tingkat Kabupaten Rote Ndao ke-15, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-24 Tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun 2018 digelar di Desa Ofalangga Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Kamis 31 Mei 2018. Kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna dan pameran kerajinan tingkat Kabupaten Rote

Orang Ende memilih Don Wannge- Munafar 27 Juni 2018

♦ Merindukan kepemimpinannya   MASYARAKAT Ende merindukan kepemimpinan Don Wangge-Munawar seperti halnya ketika menjadi bupati periode sepuluh tahun lalu.” Itu benar, dari pengamatan dan tatap muka langsung dengan masyarakat selama ini, kebetulan saya melakukannya beberapa di sejumlah tempat, orang Ende menghendaki Don Wangge pimpin lagi. Saya kurang tahu alasannya, tetapi pada umumnya demikian.” Demikian kesan tokoh masyarakat Ende Klemen Meba. Selama masa kampanye selama ini, pasangan Don Wangge-Munawar sudah mendatang

Gubernur Frans Lebu Raya lakukan peletakan batu pertama Monumen Pancasila

MONUMEN Flobamora Rumah PANCASILA pada Jumat, 18 Mei 2018 dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya. Atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) sang Gubernur NTT dua periode itu yang ke-58. Bangunan monumen dengan sebutan FRP itu terletak di Desa Nitneo Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, dengan arsitektur Patung Burung Garuda setinggi 42 meter. Kebutuhan dana untuk pembangunan patung raksasa tersebut senilai Rp 38.697.750.000.