Editorial

Medan Laga NTT1

RAKYAT Nusa Tenggara Timur, harap-harap cemas. Ada yang mengharapkan agar idolanya memenangkan pertandingan 26 Juni 2018. Yang keluar sebagai pemenang akan duduk di kursi nomor 1 NTT atau akan menjadi Gubernur NTT selama 2018-2013. Ada pasang yang sejak 15 Februari 2018 yang akan terjun ke medan laga untuk bertarung. Ada pasangan Marianus-Emi Nomleni, ada pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok, pasangan Beny Kabur Harman-Beny Litelnony dan pasangan fenomenal Vicktor Bung Tilu Laiskodat-Jos

"Memilih NTT 1"

RAKYAT NTT saat ini, tiada hari tanpa omong,” Pasangan siapa yang RAKYAT NTT saat ini, tiada hari tanpa omong,” Pasangan siapa yang  akan kita pilih?” Siapakah calon gubernur yang akan kau pilih? Yang  ditanya menjawab sekenanya. Akan memilih pasangan calon gubernur yang bisa memajukan NTT dalam kurun lima tahun ke depan. Ada yang bilang, wah saya tidak memilih calon itu karena sudah tua, ada pulang yang bilang, ”Kita mesti pilih pasangan

4 Cagub NTT

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) NTT sudah menetapkan 4 pasangan KOMISI Pemilihan Umum (KPU) NTT sudah menetapkan 4 pasangan  calon gubernur dan wakil gubernur untuk bertarung pada Pilkada  2018. Keempat pasangan, yaitu, pasangan Esthon Foenay-Kris Rotok atau Esthon-Chris, pasangan Vicktor Bung Tilu Laiskodat-Jos Nae Soi, pasangan Beny Kabur Harman dan Beny Litelonony dan pasangan Mariaus Sae – Emi Nomlebi mendaftar, babak selanjutnya ialah berkampanye, merebut hati rakyat. Suka tidak suka, rakyat NTT

“Demokrasi Semu”

DEMOKRASI adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga  negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan  yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi, baik secara langsung atau melalui perwakilan, dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Ini definisi yang sudah baku tak terbantahkan menurut wikipedia.Dalam pratek,

“Awas 212”

HATI ini miris menyaksikan gerakan jahat aksi segelintir umat HATI ini miris menyaksikan gerakan jahat aksi segelintir umat  muslim yang mereka namai Reuni 212 atau gerakan 2  Desember 2017. Aksi serupa menggulingkan Ahok pada 212 atau 2 Desember 2017. Aksi ini menurut saya, berniat menggulingkan Presiden Jokowi, gerakan menakut-nakut kaum nasionalis agar tidak memimpin negeri yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.Gerekan 212 tahun 2016, sukses besar. Gerakan terstruktur

Setya Novanto, Deritamu Kini

NAMA Setya Novanto diperbincangkan, diwartakan secara meluas media cetak dan elektronik sejagat. Setya Novanto atau Setnov juga dibuly, kata lain dicaci maki di media sosial. Selama tahun 2017, nama ini akrab di telinga masyarakat. Puncak berbindangan nama ini ketika Rabu 15 November 2017, dimulai eksekusi. Rabu kelabu bagi Setya Novanto dan keluarganya. Rabu 15 November 2017, pada pagi hari, Setnov memimpin sidang DPR RI. Aktivitas terhormat dan termulia. Setelah itu,

Setan Versus Malaikat

SAAT-SAAT ini, tahun 2017, rakyat Indonesia lagi-lagi disuguhi drama bertajuk,” Setan melawan Malaikat. ”Setan adalah penjahat, sedangkan Malaikat adalah penolong agar manusia selamat dari ancaman bahaya. Sudah sangat jelas bahwa Malaikat itu punya tugas sangat mulia, yang ditugaskan Allah untuk melindungi dan menolong manusia agar jangan masuk dalam pencobaan akibat godaan setan. Saya mengibaratkan KPK adalah Malaikat penonlong, menolong rakyat yang sedang tertindas dengan cara sangat keji oleh setan yang

Menimbang Cagub NTT

CATATAN saya kali ini, diawali dengan pertanyaan. ”Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang pantas memimpin Nusa Tenggara Timur setelah Gubernur Frans Lebu Raya turun tahta 2018. Apakah para calon yang sudah dan sedang memperkenalkan diri ke masyarakat NTT saat ini ada yang mampuh menjawab persoalan yang diderita rakyat NTT saat ini? Pilgub 2018 adalah peristiwa bersejarah, persta demokrasi lima tahun sekali. Di saat bersamaan, Badan Pusat Statistik merilis data