Editorial

Setan Versus Malaikat

SAAT-SAAT ini, tahun 2017, rakyat Indonesia lagi-lagi disuguhi drama bertajuk,” Setan melawan Malaikat. ”Setan adalah penjahat, sedangkan Malaikat adalah penolong agar manusia selamat dari ancaman bahaya. Sudah sangat jelas bahwa Malaikat itu punya tugas sangat mulia, yang ditugaskan Allah untuk melindungi dan menolong manusia agar jangan masuk dalam pencobaan akibat godaan setan. Saya mengibaratkan KPK adalah Malaikat penonlong, menolong rakyat yang sedang tertindas dengan cara sangat keji oleh setan yang

Menimbang Cagub NTT

CATATAN saya kali ini, diawali dengan pertanyaan. ”Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang pantas memimpin Nusa Tenggara Timur setelah Gubernur Frans Lebu Raya turun tahta 2018. Apakah para calon yang sudah dan sedang memperkenalkan diri ke masyarakat NTT saat ini ada yang mampuh menjawab persoalan yang diderita rakyat NTT saat ini? Pilgub 2018 adalah peristiwa bersejarah, persta demokrasi lima tahun sekali. Di saat bersamaan, Badan Pusat Statistik merilis data

Bubarkan Ormas Radikal

PEMERINTAH Republik Indonesia, mulai hari Rabu 25 Oktober PEMERINTAH Republik Indonesia, mulai hari Rabu 25 Oktober  2017 punya kewenangan membubarkan Organisasi Kemasyarakat atau Ormas yang radikal, Ormas yang yang dalam sepak terjangnya tidak sesuai UUD 1945, NKRI, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Melalui perdebatan a lot di parmelen, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas telah disahkan oleh DPR sebagai undang-undang melalui Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen,

Anis Baswedan, ”Penjahat”

ANIS Baswedan dimata saya pribadi adalah penjahat. Baswedan adalah ANIS Baswedan dimata saya pribadi adalah penjahat. Baswedan adalah  penjahat ulung di negeri tercinta Indonesia. Hati dan perbuatanya tidak  mulia, selalu merancang hal-hal jahat. Tindakan dan perbuatannya tidak manusiawi. Baswedan adalah provokator ulung, busuk dan tidak menyukai kedamaian dan perdamaian. Di benaknya, hanyala berpikir dan merancang trik mematikan lawan.Saya harus menyatakan bahwa Anis Baswedan adalah penjahat, manakala dia berpidato di FPI berdampingan

“Binatang Eggi Sudjana”

Eggi Sudjana, konon berprofesi sebagai pengacara professional dan ternama. Di mata saya, Eggi Sudjana adalah binatang. Jika dia manusia cerdas, tak mungkin melakukan tindakan brutal seperti hewan yang mengandalkan insting. Mata orang Indonesia, dalam minggu-minggu ini, di bulan Oktober 2017, bulan Rosario bagi umat katolik dunia, tertuju pada sikap, ucapan dan perilaku buruk seorang Eggi Sudjana. Perkataan, perbuatan dan sikapnya menyakiti hati dan perasaan kaum minoritas, Kristen, Hindu dan Budha.

“Politik Sakit”

PENCURI kelas kakap, punya akal busuk, punya dalih agar terhindar dari jeratan hukum. Sangat jahat, kalau pencuri, baca koruptor, punya uang yang sangat banyak. Dengan uang si koruptor kakap bisa membeli apa saja yang dia mau, termasuk hakim. Para koruptor nasional, berhasil mengelabui masyarakat se dunia bahwa dirinya bersih walau sudah melakukan praktek jahat di dunia gelap. Praktek agar terhindar dari jeratan hukum di simulasi Presiden kedua RI Soeharto yang

“Golkar Sakit”

SUASANA politik sepanjang September 2017 memanas. Mata rakyat Indonesia tertuju ke satu nama, yaitu Setya Novanto. Dia Ketua Umum Partai Golkar. Sejak KPK melayangkan surat panggilan dengan status tersangka, Setya Novanto mendadak sakit. Saat sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan disidang,’ orangnya” Setya Novanto menayangkan foto Setya Novanto di ranjang pesakitan RS Premier Jakarta. Rakyat Indonesia penasaran dengan nada tanya, apakah benar Setya Novanto sakit. Mengapa sakit ketika

Memperkaya Anggota Dewan

DI tengah suasana politik nasional yang terus meruncing akibat ulag elit radikalisme, terakhir Amin Rais dan Prabowo berpidato bernada menjelekan kepemimpinan nasional dalam acara prihatin Rohingyah yang diselenggarakan Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Menonton pidato kedua tokoh ini, hati rakyat Bangsa Indonesia pasti miris dan marah. Di saat rakyat Indonesia marah akibat pidato yang bahasanya tidak enak didengar, ada warta gembira bagi anggota dewan dari pusat sampai daerah. Berita apa