Editorial

Caleg Dipilih?

CALON Anggota Lesilatif yang terpilih pada Pemilu 17 April 2019 bersukaria bersama keluarga. Yang dipikir dalam benak sang caleg dan keluarga yaitu perubahan ekonomi, angan-angan membangun rumah baru, melancong ke luar kota dan yang paling penting dalam benak si caleg ketika sudah duduk di kursi empuk cara-cara jitu mengkruk uang APBD, atau APBN untuk menutupi ongkos yang sudah keluar pada masa kampanye. Ini sekadar asumpsi saya. Kita harapkan ini tidak terjadi di

Korupsi Dana Desa

SAYA merasa geli dan malu pada diriku sendiri membaca berita media yang mendominasi halaman pertama google. Jaksa tahan dua tersangka korupsi dana desa di Kecamatan Reok Manggarai NTT, ada pula judul, Dana Pembangunan Kantor Desa dipakai untuk kepentingan pribadi Kades, tetapi ini di Tuban Jawa Timur. Yang mengecewakan, ada berita yang sudah viral di media sosial,” 24 Kades diperiksa polisi karena ada indikasi korupsi dana desa.” Miris hati ini, membaca berita ini,

7 Kelompok

RAKYAT Indonesia, rakyat NTT harus catat, cukup dalam benak, bahwa saya dan anda masih miskin. Dimana-mana kita menemukan sedemikian banyak saudara-saudara kita yang miskin. Miskin disini, kurang sandang, pangan dan papan. Jangan munafik, ada sesama saudara kita yang makan sehari apa adanya, ada yang gelandangan dan faktor situasi. Mengapa masih ada yang miskin sekali, dan sedemikian  banyak orang kaya raya berfoya ria. Di kampungku, banyak rakyat miskin, PLN contohnya, janji Desember 2018

Musakabe dan Koreh

APRIL 2019, saya mendapat hadiah terindah dalam ziarah kehidupan ini. Pertama, mantan Gubernur periode 1993-1998 Herman Musakabe menghadiakan sebuah buku berjudul Ziarah Kehidupan, Menapak Tilas Perjalanan Hidup dalam penyertaan Tuhan. Saya membacanya dengan cara saksama dan meresapinya. Belum bisa menjalani seperti yang dikisahkan dalam buku ini, karena seorang Herman Musakabe, tokoh kharismatik sudah menjalani dengan sangat hebat. Setia dan taat, tanpa absen. Di dalam buku ini, ada kisah tentang kekuatan berpikir positif,

“Hati Nurani 17 April 2019”

INGAT suara rakyat ada suara Tuhan. Itu sebabnya hayati dari hati terdalam dan laksanakan bukan karena dipengaruhi harta duniawi yang hanya sementara di dunia ini. Catatan ini, sekadar ingatkan sesame saudara yang tinggal di kota sampai ke pelosok kampung agar hari penceblosan 17 April 2019 menusuk pada gambar atau foto calon presiden dan caleg yang dikenal karena oranya baik, orang yang suka berbagai kekayaan nuraninya, sedikit berbagi sedikit harta yang dimilikinya berbagai

Rakyat jangan pilih caleg munafik

HAI Rakyat, jangan lagi pilih yang pernah korupsi, pernah tidak terpuji, tercelah dalam perjalanan hidupnya. Mohon teliti jangan main coblos saja pada hari penjoblosan 17 April 2019. Fakta bahwa pejabat tidak mencintai negeri ini, tidak peduli kepada rakyat miskin di berbagai pelosok. Rakyat jangan pilih pejabat yang menghina pejabat berbaik hati dan tulus seperti Jokowi yang sudah membangun Indonesia dengan hati yang tulus. Kasus kejahatan paling terkini yang dilakukan Ketua Umum Partai

THL?

SAYA harus memberi judul dengan THL atau tenaga harian lepas. Sejenak berpikir dan merenung kebijakan Bupati Nagekeo Dokter Don yang mengambil kebijakan tegas,” Memberhentikan 1.046 THL. ”Kebijakan ini sangat dipastikan setelah dipertimbangkan, hitung sana, cakar sini dan tanya banyak orang. Alasan dokter Don sangat tepat untuk masa depan daerah dan masa depan anak negeri Nagekeo supaya jangan terlalu idolakan bahwa THL itu menjamin masa depan dan kehidupan ini. Yang saya baca dari

17 April 2019

RABU, tanggal 17 April 2019 menjadi hari bersejarah dalam rentangan waktu perjalanan negeri ini sejak 17 Agustus 1945. Sejak Pemilu pertama 1955 tercatat sebagai Pemilu paling demokratis dalam catatan sejarah Indonesia. Menyonsong Rabu 17 April 2019, rakyat diusik kampanye hitam dan putih kedua pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi dan Prabowo. Waktu kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum terlalu lama menyebabkan rakyat jenuh menyaksikan drama kurang elok dari para pendukung.