Editorial

“Kita Bersaudara”

“KITA BERSAUDARA”. Kata ini tidak hanya diucapkan tetapi harus diwujudnyatakan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Pertemua Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan semua Uskup dan Rohaniawan Katolik seluruh Indonesia dengan para peserta Kongres Indonesia Millennial Movement Tahun 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 12 November 2018 memberi pelajaran bagi kita semua yang berstatus Warga Negara Indonesia. Warga Negara Indonesia disingkat WNI memeluk berbagai agama, memeluk berbgai kepercayaan atau keyakinan. Ada lima agama

“PNS?”

TAHUN 2018, Pemerintahan Jokowi membuka lowongan bagi rakyat Indonesia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun sudah diubah namanya menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN. Semua lembaga departeman membutuhkan ASN yang professional. Sitem testing pun sudah berubah sesuai perubahan zaman yang serba online ini. Sedikit sulit memang. Sebab lowongan yang tersedia hanya sekitar 300.000 yang diserap pada berbagai lembaga dan dinas dari pusat sampai daerah. Coba bayangkan dan renungan. Yang melamar

Bencana

KITA baru saja bersedih atas bencana gempa di Lombok dan Palu Seulawesi Tenggara, bencana-bencana kehidupan datang sili berganti. Air mata bercucuran derita berkepanjanga. Kita disuguhi bencana pesawat Lior Air 6-10 pada Senin 29 Oktober 2018 jatuh di utara Kerawang Jawa Barat. Merenggut nyawa awak dan penumpang 189 orang. Ini duka nasional. Dari Januari sampai Oktober 2018 sudah ribuan kali. Bencana datang tanpa pemberitahuan. Manusia tak dapat mengelak atau menolaknya. Bencana

Rp 75.000 Sebulan

SAYA memberi judul Rp 75.000 gaji seorang guru honor sebulan. Ini kisah fakta yang tidak dapat dibantah. Seorang guru honor sebuah sekolah di Kota Kupang menerima gagji sebulan Rp 75.000. Tetapi si guru ini, tetap mengajar dengan setia. Membayangi, kebutuhan seorang manusia, untuk biaya transportas saja tidak cukup. Bagaiamana dengan kebutuhan dasar lainnya. Untuk refleksi bersama atas kisah fakta ini. Dikisahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Sabtu 20

200.000.000 dan Hoaks

BERITA ini pasti mengaget rakyat Indonesia. Warga Indonesia yang melaporkan orang atau pejabat yang melakukan korupsi akan dikasih hadiah Rp 200.000.000. Lebih tegas, sebesar dua ratus juta rupiah. Ini bukan berita hoaks. Karena Pemerintah, dalam hal ini, Presiden Jokowi sudah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan PP 43/2018 tersebut, masyarakat yang memberikan

Ratna Sarumpaet

NAMA prempuan ini menjadi buah rakyat seantero negeri. Omong nama Sarum Paet bukan karena dia cantik, tetapi karena hati busuk, ucapannya bau dan wajahnya yang buruk. Tetapi yang diperbicangkan buruk RS (Ratna Sarumpaet) sepanjang zaman bukan kebaikan tetapi di usianya yang sudah 70 tahun bukan karya indah, untuk dikenang masyarakat sedunia, tetapi RS sangat sukses mengkaul kekalkan dirinya sebagai wanita pembohong se dunia. RS bukan pembohong kelas teri atau orang

“Kau, Kau dan Kau”

“KAU jangan intervensi pemerintah, kau jangan intervensi urusan kita dan kau jagna intervensi gubernur.” Kalimat sangat singat disampaikan Gubernur Vicktor Bung Tilu Laiskodat kepada salah seorang anggota dewan Novyanto Umbu Pati Lende dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Anggota dewan yang ikut serta dalam paripurna hari pertama pembukaan sidang dan semua para hadirin kaget. Mengapa harus kaget? Pertama, perstiwa seperti ini, baru terjadi pertama kali dalam sejarah pemerintahan. Baru

Persekusi

MENGAPA di zaman ini, usia Indonesia yang sudah 72 tahun ini ada orang jahat. Maksud saya, parasnya kelihatan ramah dan baik, tetapi ternyata dia jahat atau berkelakuan buruk. Lihat foto atau video para penjahat melakukan kejahatan terhadap orang baik-baik. Mereka melakukan kejahatan atau persekusi secara sistimatis, massif dan terstruktu. Saat ini sedang kita saksikan atau rakyat Indonesia para penjahat ini menganiaya orang kecil, melakukan aksi kekerasan sampai membakar patung orang baik dan