Editorial

“Negeri Liburan”

NEGERI ini, Republik Indonesia, kerap membuat kebijakan yang kurang populis. Kali ini, saya hanya mengkritisi kebijakan Pemerintahan Jokowi yang menentapkan hari libur lebaran 1 Saywal 1439 H yang jatuh pada 15 Juni 2018. Kurang jelas bagi saya, mengapa liburan dimulai 11 Juni 2018 dan setelah lebaran masih juga liburan mulai 20 Juni 2018 sampai dengan 25 Juni 2018. Dua hari sebelum lebaran 11 dan 12 Juni 2018 adalah hari kerja,

13 Mei 2018

PERISTIWA berdarah Minggu 13 Mei 2018 di Surabaya dan Mako Brimob Kelapa Dua menewaskan 6 anggota Brigade Mobil atau Brimob, masih menyisahkan duka, marah dan kecaman manusia di dunia ini. Peristiwa pemboman tiga gereja di Surabaya oleh teroris yang melibat suami, isteri dan anak kecil tak berdosa. Menyedihkan karena wanita Indonesia, khusus Surabaya aktif dalam kejahatan yang tidak berperikemanusiaan, sadis dan represif, sistimatis dan massif. Mengapa peristiwa ini saya catat

Duka Internasional

DUKA sangat mendalam hari ini dan selamanya atas serangan terror di Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur. Tiga gereja Kristus di bom manusia biadab dan berwatak iblis. Termasuk berduka cita atas gugurnya enam anggota Brimob di Mako Brimbob Kelapa Dua Depok Jawa Barat. Saya pribadi sangat terpukul dengan kejadian keji baik di Mako Brimob terutama pemboman tiga gereja. Sedih mendalam, karena dalam modus operasi melibat satu keluarga dan menyertakan anak yang

“Teroris=Koruptor”

RAKYAT Indonesia dikejutkan dengan berita tewasnya lima anggota Brimob di Markas Komando atau Mako Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua Depok Jawa Barat. Kelima anggota Brimob tewas akibat dibrondong peluru dengan cara sangat sadis oleh Nara Pidana (Napi) teroris 9 Mei 2018 pagi. Mengejut dan bernada tanya, kok bisa? Dari namanya saja, Mako Brimob. Para petugas di sini semua pilihan terbaik, terhebat dan kawasan yang ditakuti, disegani. Masyarakat tidak bisa masuk

#2019 Berbahaya

#2019 Ganti Presiden bukan sekadar propa ganda kampanye simpatisan dan pendukung Capres Prabowo Subianto, ternyata menjadi ancaman serius. Selain menakut-nakuti atau intimidasi, biasa mengarah pada kekerasan fisik. https://20.detik.com memberitakan gambling bahwa intimidasi seorang ibu bersama anaknya pada Car Free Day di Bundaran HI Jakarta 28 April 2018 adalah simpatisan Prabowo. Dalam sebuah video yang viral di sosial media intimidasi dilakukan terhadap anak dan wanita. Rakyat Indonesia yang menyaksikan video para

27 Juni 2018

HATI Pemerintah dan masyarakat Indonesia tertuju kepada tanggal keramat 27 Juni 2018. Hari itu, rakyat Indonesia khusus 171 kota merayakan pesta demokrasi. Pesta itu bernama Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak. Di hari itu, masyarkat di 171 kota berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungut Suara atau TPS. Masuk TPS dengan persiapan hati yang tulus mengangkat paku dan menusuk pada salah satu gambar pasangan calon atau Paslon, sesuai hati nurani, bukan sesuai besarnya

Harmoni dan janji palsu

HARMONI bukan alat musik, tetapi singkatan dari Beny Kabu Harman dan Beny Litelnony. Harmoni adalah pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT periode 2018-2013. Saat ini sedang berkampanye sampai batas waktu 23 Juni 2018. Tergelitik membaca berita yang sudah viral di media sosial. Judul berita itu,” Kredit Tanpa Agunan, Harmoni akan Bekerjasama dengan Bank NTT.” Berita ini diwartakan media karena paket ini membuat pernyataan.Berita ini dikritik, disindir dan dikecam

Derita Kita

PENDERITAAN, kemiskinan dan kemelaratan adalah takdir Sang Chalik. Saya mengalami penderitaan, saya pernah miskin dan melarat. Namun Tuhan masih memberi ruang dan waktu agar saya bisa melanjutkan cita-cita Tuhan membangun dunia ini. Tetapi, yang saya maksud dengan derita yang sedang kita alami bukan ditakdir, tetapi tidak ada orang baik yang mau menolong, tidak ada orang baik yang mau merubah nasib kaum papah. Dunia sudah maju, semua daerah terisolir sudah dibuka.