Editorial

17 April 2019

RABU, tanggal 17 April 2019 menjadi hari bersejarah dalam rentangan waktu perjalanan negeri ini sejak 17 Agustus 1945. Sejak Pemilu pertama 1955 tercatat sebagai Pemilu paling demokratis dalam catatan sejarah Indonesia. Menyonsong Rabu 17 April 2019, rakyat diusik kampanye hitam dan putih kedua pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi dan Prabowo. Waktu kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum terlalu lama menyebabkan rakyat jenuh menyaksikan drama kurang elok dari para pendukung.

“Tiga Mak-mak kampanye hitam”

HATI seorang ibu, selembut dan seputih kapas. Selalu berkata dalam bahasa “Kasih” bukan bahasa perpecahan. Kelembutan seorang ibu menawarkan hati “ayah” yang galak dan temperamen. Seorang ibu akan mengorbankan kebahagiaan dirinya sendiri untuk kebahagiaan anaknya atau orang lain. Ini kata fakta bukan kiasan belaka. Ibu yang selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain dan tidak dipengaruhi oleh siapapun yang membayarnya dengan mahal. Hati ini teriris bagai ditikam sembilu menyaksikan tiga orang ibu yang mengenakan

Menghina Presiden

ADA manusia berwatak binatang yang terang-terangkan menghina Presiden aktif seperti Jokowidodo. Manusia tidak berperikemanusiaan. Seorang Jokowi tokoh nasional, orang baik, membangun negeri ini secara adil dan merata dihina. Yang dhina bukan hanya orang-orang muda tetapi juga para cendekiawan, politisi, dan yang mengaku ulama berbusana putih. Yang paling kini dilakukan seorang politisi Ferdinan Hutahaen dari Partai Demokrat yang Ketua Umumnya SBY. Kalimat Presiden anjing… begitu aja tersebar luas melalui akun twitter. Tetapi,

Perempuan Pertama NTT

NAMA Ibu Paulina Haning-Bullu etnis Rote tercatat dalam Lembaran Negara sebagai wanita pertama NTT yang sukses gemilang di pilih rakyat Rote Ndao secara demokratis sebagai Bupati pada Pemilu Kada Juni 2018. Gubernur Vicktor Bung Tilu Laiskodat melantiknya persis pada Hari Valentine, Kamis 14 Februari 2019. Walau ada catatan masa lalu yang kurang bahwa Paulina dikenal karena isteri dari Leonard Haning, Bupati aktif Rote Ndao dua periode sebelumnya, tetapi sejarah mencatat bahwa

“O,,, Bank NTT”

BANK NTT, milik rakyat NTT sedang menanti pimpinan baru, direktur utama dan direktur umum. Empat nama hasil RUPS luar biasa sudah di kirim ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, yaitu Bily Tjoanda, Izakh Eduard untuk Direktur Utama. Tjoanda adalah salah satu direksi Bank Artha Graha, sedangkan Izakh Eduard dari Bank NTT. Calon Direktur Umum adalah Lazarus Orapau yang kini menjabat Kepala Divisi Umum sudah lebih dari lima tahun dan Renald

Namkak

NAMKAK, dalam bahasa Orang Timor Tengah Selatan atau TTS artinya ‘nganga’, banyak bengon, mengelamu tiada tujuan arahnya. Tak hanya nganga, menurut Gubernur Viktor Bung Tilu Laiskodat juga tolol. Vicktor atau dikenal dengan VBL menyebut dengan istilah, TTS Tidak Maju karena Pemimpin “Namkak” dan Tolol. Ucapan ini disampaikan Gubernur di depan para pejabat TTS Minggu 27 Januari 2019. Sebelum ke TTS, Gubernur mengakat sampah dengan tangannya sendiri bersama masyarakat di Kupang. Vicktor berjanji,

Alam dan Kematian?

HATI kita teriris sedih, duka nestapa mengenang peristiwa kematian Yoseph Stefandri Sura berusia sepuluh tahun. Generasi penerus cita-cita bangsa  dan siswa kelas 4 Sekolah Dasar Katolik Nataia Boanio Desa Olaia Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur meninggal, terseret banjir, Selasa 22 Januari 2019. Ini bukan kematian biasa, tetapi menjadi pukulan keras bagi pemimpin bangsa ini, bagi mereka yang memimpin daerah eksekutif dan legisilatif. Saya sangat sedih dan terpukul membaca kisah ini

Selfina Etidena

NAMA gadis cantik hitam manis diwartakan semua media cetak lokal dan nasional. Di viral di media sosial. Selfina disapa Merry mengalam nasib naas karena diperlakukan secara tidak manusiawi oleh petugas Satgas Nakertrans NTT 4 Januari 2019. Naas, karena petugas merobek tanda bukti begasi dan tiket tujuan Kupang-Yogya. Menjadi petugas, apalagi berastatus Aparatur Sipil Negara, dipastikan manusia pilihan yang sudah  lulus ujian. Bahkan Plt. Kadis Nakertrans Ibu Cesilia Sona di depan anggota DPRD