Hukum

Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Gratifikasi DPRD Ende

PROSES penyelidikan kasus dugaan gratifikasi DPRD Ende akhirnya dihentikan oleh Tipikor Polres Ende. Pemberhentian tersebut karena pihak penegak hukum tidak menemukan unsur kerugian keuangan negara sebagaimana diatur dalam UU Tahun 2001 pasal 2 tentang delik material. Kasat Reskrim Polres Ende Iptu Sujud Alif bersama Kanit Tipikor Sudarmin menyatakan hal ini saat aksi Gertak, Jumat 9 Februari 2018. Kasat Reskrim menjelaskan, pihaknya membutuhkan hasil kerugian keuangan negara berdasarkan audit untuk meningkatkan

Rumah Perempuan Kupang Tangani 230 Kasus

SELAMA tahun 2017 Lembaga Rumah Perempuan Kupang telah menangani 230 kasus yang terdiri dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, ingkar janji nikah, perdagangan orang dan penganiayaan. Direktris Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengatakan hal ini dalam jumpa pers di kantornya, Kamis 8 Februari. “Untuk kasus KDRT terdapat 118 kasus, kekerasan seksual 39 kasus, ingkar janji nikah 30 kasus, perdagangan orang 6 kasus, penganiayaan 16 dan kekerasan

Andre Hugo Telp Marianus Sae tidak menjawab

♦ Terkait Penangkapan Marianus Sae   KETUA DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira mengaku mengetahui berita tertangkapnya Marianus Sae oleh KPK dari berbagai media online. “Berita penangkapan MS saya peroleh dari berbagai media online justru ketika saya baru tiba di Jakarta, sepulang saya dari NTT bersama Sekjend Hasto Kristianto, setelah selama 3 hari melakukan konsolidasi partai untuk memenangkan paket MS-Emi Nomleni pada pilgub 2018,” ungkap Andreas melalui siaran pers, minggu

Oknum Pegawai Pemkab Ngada NTT Ikut Kena Ciduk OTT KPK

KPK kembali membawa salah seorang yang diduga pegawai Pemerintahan Kabupaten, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Diduga, Ia terlibat kasus yang sama dengan Bupati Ngada Marianus Sae. “Satu orang yang dalam perjalanan ke kantor KPK adalah dari unsur pegawai Pemkab,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu, 11 Februari 2018.Pantauan Okezone di lokasi, pegawai Pemkab tersebut yang diduga korupsi tiba di gedung Merah Putih KPK sekira pukul 20.14 WIB

Tertangkapnya Marianus Muluskan Langkah Victor Laiskodat di Pilgub NTT

CAGUB Nusa Tenggara Timur yang diusung PKB dan PDIP, Marianus Sae, ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT), pada Minggu 11 Februari 2018. Marianus ditangkap karena terkait kasus suap pada proyek di Kabupaten Ngada, NTT. Bupati Ngada ini diamankan KPK bersama sejumlah kepala dinas. Penangkapan Marianus tentunya akan mengubah konstelasi politik di NTT. Pilgub NTT sendiri akan diikuti oleh 4 calon. Pertama pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok yang diusung

Petinggi PDIP Ada di NTT Sebelum KPK Tangkap Marianus Sae

KETUA DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, tidak menyangka Bupati Ngada, Marianus Sae terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Marianus diduga menerima fee dari sejumlah proyek di wilayah yang dipimpinnya. Marianus Sae merupakan Bupati Ngada yang telah menjabat dua periode. Dalam gelaran Pilkada Serentak 2018, Marianus mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT berpasangan dengan Emilia J Nomleni. Pasangan ini diusung oleh PDIP

OTT Marianus Sae Tidak Ganggu Pleno

Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae tidak menganggu rapat pleno penetapan pasangan calon gubernur yang digelar, Senin 12 Februari 2018. “Kalau belum inkrah, Marianus tetap calon gubernur,” kata Ketua KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) Maryanti Adoe Maryanti di Kupang, Minggu 11 Februari 2018 malam. Menurut Maryanti, acara rapat pleno antara lain pembacaan surat keputusan (SK) penetapan pasangan calon gubernur (cagub)

Marianus Sae Diciduk KPK, PDIP: Semoga Masih Bisa Diusulkan Penggantinya di Pilgub NTT

SEKRETARIS Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari, berharap masih memiliki waktu untuk mengusulkan pengganti Marianus Sae, calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Minggu 11 Februari 2018. Marianus Sae merupakan Bupati Ngada yang telah menjabat dua periode. Dalam gelaran Pilkada Serentak 2018, Marianus mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT berpasangan dengan Emilia J Nomleni. Pasangan ini diusung PDIP