Kabupaten Kupang

Bupati Kupang Meletakan Batu Pertama

  ♦ Jemaat PNIEL Tefneno Korooto Swadya Renovasi Gereja SEBAGAI salah satu jemaat di Desa Nekmese Kecamatan. Amarasi Selatan, Jemaat Pniel Tefneno Korooto Kecamatan Amarasi Selatan secara swadaya melakukan renovasi perbaikan gedung Gereja yang telah rusak. Kondisi gedung kebaktian yang kurang memadai dimana gedung, plafon dan atap sudah rusak, Jemaat klasis Amarasi Timur ini mulai bergerak membangun, yang acara peletakan batu pertama pembangunan (renovasi) dihadiri langsung oleh Bupati Kupang Korinus

Bupati Kupang Buka Rapat Lembaga Pemangku Adat Amfoan

LEMBAGA Pemangku Adat (LPA) merupakan institusi yang terdiri dari orang-orang yang memiliki tujuan bersama dalam menjaga, mewakili, dan mengelola nilai-nilai budaya yang telah turun temurun berlaku dilingkungan masyarakat. Sebagai organisasi kemasyarakatan LPA juga merupakan wadah dalam menampung dan menyalurkan pendapat masyarakat kepada Pemerintah, serta menyelesaikan perselisihan yang menyangkut hukum adat, adat istiadat dan kebiasaan masyarakat. Penting untuk selalu merefleksikan maksud dan tujuan dibentuknya Lembaga Pemangku Adat ini dan terus membangun

Wabup Kupang : Salut buat para Kades Kupang Barat

  WAKIL Bupati Kupang, Jerry Manafe menyampaikan terima kasih kepada para Kepala Desa (Kades) Kecamatan Kupang Barat yg telah menjalankan tugasnya dgn baik selain aktif dalam pelaporan, juga memanfaatkan dana desa di tengah pandemi covid 19 secara nyata dgn menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada warganya yg paling terdampak. Namun Jerry berpesan kepada para Kades agar warga jangan terlena dan hanya bergantung sepenuhnya pada bantuan ini, melainkan manfaatkan

Soal Pengalihan Semau ke Kota Kupang, Korinus: "Ini Program Siapa"

  BADAN Pengelola Perbatasan provinsi NTT menggelar Seminar kajian Pengalihan Pulau Semau ke Kota Kupang menghadirkan Lembaga pengkaji universitas Nusa Cendana. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT itu menuai pro dan kontra dari para Pemangku kepentingan di Kabupaten Kupang termasuk Bupati Kupang. “Saya tidak mengerti ini program siapa dan untuk apa ? orang di dalam rumah tidak pernah bicara provinsi sudah dahulu untuk dialihkan. Manusia di Pemerintahan

Kasus Bayi Gizi Buruk Kembali Terjadi di Kabupaten Kupang

  SATU lagi kasus bayi gizi buruk kembali terjadi di Kabupaten Kupang, tepatnya dari Desa Oelbanu Kecamatan Amfoang Selatan. Camat Amfoang Barat Daya, Oktofianus M. Bire, S.Sos, Sabtu 13 Juni 2020 via Pesan WhatsApp menyebutkan, Balita gizi buruk dari Desa Oelbanu itu bernama Victor Obenu (13 bulan). Sejak dilahirkan tanggal 31 Mei 2019, Balita Victor Obenu dilahirkan dalam keadaan normal dan sehat dengan berat badan 3,9 kilogram dengan panjang badan 49

DPRD Kabupaten Kupang Ungkap Sejumlah Persoalan Bansos

  DPRD Kabupaten Kupang berhasil ungkap sejumlah persoalan terkait dengan Bantuan Sosial (Bansos) bagi masyarakat dalam masa Pandemi Covid 19. Sejumlah temuan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kupang di Dapil masing – masing menjadi agenda pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi, Selasa 16 Juni 2020. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Malelak – de Haan, Rabu 17 Juni 2020 di ruang kerjanya mengatakan, sejumlah persoalan yang mengemuka dalam

Bupati Kupang : Beruntun Musibah Menimpa Kabupaten Kupang

  BUPATI Kupang saat menyerahkan secara simbolis BLT Dana Desa kepada KPM di Desa Fatukanutu, Senin (15/06). “Kabupaten Kupang tahun ini (2020 -red) dapat musibah dobel – dobel,”Ujar Bupati Kupang, Senin 15 Juni 2020 di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto. Bupati Kupang Korinus Masneno saat memberi sambutan pada acara penyerahan BLT Dana Desa Fatukanutu mengatakan, tahun 2020 daerahnya mengalami musibah beruntun. Musibah pertama kata Bupati Kupang, awal tahun 2020 adwa wabah

Hutan Mangrove di Desa Mata Air Kabupaten Kupang Diduga Dibabat Secara Liar Oleh Oknum Pengusaha

  HUTAN mangrove di Kelapa Tinggi, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang diduga dibabat secara liar oleh oknum pengusaha untuk membangun usaha sarang burung walet. Kepada wartawan di Kelapa Tinggi, Jumat (29/05/2020), Hanok Sina, warga masyarakat Kelapa Tinggi mengatakan, lahan hutan mangrove itu diduga dijual oleh oknum ketua Rukun Tetangga (RT) setempat kepada seorang pengusaha sarang burung walet tanpa bukti kepemilikan yang sah. Setelah membeli lahan tersebut, oknum