Kesehatan

LoveHumanity NCV Hadir di Rote, Bangun Toilet dan Gelar Pengobatan Gratis

LoveHumanity NCV merupakan organisasi Sosial Non-profit yang bergerak dibidang peningkatakan Kualitas hidup manusia, didirikan oleh dr.Natascha Cinta Vinski. Untuk kesekian kali sejak didirikan tahun 2012, LoveHumanity NCV mengelar kegiatan besar yang melibatkan masyarakat didesa Bo’a, mulai dari penyuluhan kesehatan, pengobatan Gratis,  dan pembangunan MCK sebagai  rangkaian ulang tahun bagi pendiri Lovehumanity NCV yang merupakan warga keturunan Rote. “masuk keusia baru, membuatkan merefleksikan diri mengenai hidupku, bisa dibilang beberapa tahun belakang tahun penuh

Kota Kupang Akreditasi Mutu Layanan 11 Puskesmas

PEMERINTAH Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengakreditasi 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) guna meningkatkan mutu dan kinerja layanan kesehatan bagi warga. “Akreditasi kesehatan, merupakan satu syarat krudensial bagi fasilitas kesehatan, sehingga harus diuji guna tingkatkan akses, mutu dan layanan kesehatan,” kata Wakil Wali kota, Hermanus Man, Selasa, 17 April 2018. Menurut dia, Puskesmas sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan perorangan. Sehingga dengan adanya akreditasi mampu

Waspada..!!! Penyakit TBC Menular dan Mematikan

PENYAKIT Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit berbahaya karena dapat menular dan mendatangkan kematian. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang mengajak warganya yang menderita penyakit ini untuk segera berobat. Ajakan ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man saat memberikan sambutan pada kegiatan ‘Ketuk Pintu TBC’ dan Launching Puskesmas Manutapen peduli TBC, Selasa 10 April 2018 di Puskesmas Manutapen. “Bahayanya TBC disamping membuat orang menderita dan mati, penyakit TBC juga adalah salah penyakit

Dinkes Kota Bangun Kerjasama Dengan RS Boromeus

Menghadapi proses akreditasi pengelolaan limbah padat medis, Dinas Kesehatan Kota Kupang siap bangun kerjasama dengan rumah sakit Boromeus Kupang. Kerjasama ini terkait pengelolaan limbah padat 11 Puskesmas di Kota Kupang walaupun dari 3 Puskesmas yang ada telah memiliki incenerator. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ari Wijana kepada wartawan di kantornya, Rabu, 21 Februari 2018. Wijana menjelaskan, incenerator yang ada di RS Boromeus sudah dapat beroperasi karena telah mengantongi

Ribuan Warga Kota Kupang Belum Miliki Jaminan Kesehatan

HINGGA saat ini di Kota Kupang masih terdapat ribuan warga miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan. Kondisi ini terungkap setelah BPJS Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan verifikasi. “Sesuai hasil verifikasi saat rapat bersama di ruang Wakil Walikota disimpulkan masih ada 15.671 masyarakat Kota Kupang yang belum memiliki satu pun kartu jaminan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijana kepada wartawan di Kupang, Rabu

Masalah Sampah Medis Jadi Perhatian Dewan

MASALAH pengelolaan sampah medis di Kota Kupang menjadi perhatian DPRD Kota Kupang. Pasalnya, pembuangan sampah medis dilingkungan RSUD, SK Lerik belum lama ini telah menimbulkan masalah hukum. Untuk itu Komisi IV DPRD Kota Kupang yang membidangi masalah kesehatan, Senin 5 Februari melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, pihak RSUD SK Lerik ditambah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang serius membahas hal tersebut digedung rakyat Kota Kupang. Sayangnya

Tiga RS di Kota Kupang Belum Miliki Alat Pengolah Limbah Medis

TERDAPAT tiga Rumah Sakit (RS) Swasta di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga saat ini belum miliki alat pengolah limbah medis. Tiga RS itu yakni Leona,  Dedari dan Siloam. “Masih ada tiga Rumah Sakit  yang belum memiliki alat pengelola limbah medis atau incinerator,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Ari Wijana kepada wartawan,  Selasa, 6 Februari 2018. Menurut dia, setiap jajaran kesehatan pasti ada limbah medis, sehingga

Tiga kecamatan rawan DBD

DINAS Kesehatan Kota Kupang mencacat Kecamatan Kelapa lima, Oebobo, dan Maulafa merupakan daerah rawan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dinas Kesehatan Kota Kupang mencacat Kecamatan Kelapa lima, Oebobo, dan Maulafa merupakan daerah rawan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Tiga kecamatan ini merupakan daerah endemis DBD, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah dalam mengatasi DBD di Kota Kupang