Kesehatan

Umat Katolik di Flores Bergerak Atasi Wabah Demam Berdarah

UMAT Katolik di Flores ikut serta dalam upaya memerangi wabah demam berdarah dengue menyusul kenaikan tajam jumlah kasus yang dilaporkan di Kabupaten Manggarai Barat dalam beberapa bulan terakhir. Kementerian Kesehatan telah menyatakan bahwa wilayah itu sebagai yang terparah diserang penyakit ini. Demam berdarah, penyakit tropis yang dipicu oleh gigitan nyamuk aedes betina menewaskan lima orang di kabupaten itu dari Oktober hingga Desember, sementara ratusan lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Bijak Dalam Penggunaan Obat dengan metode DaGusSiBu

Oleh : Henni Tri Rusmiyatun Vira Samudra Putri Yuliana Komang Ayu Sarini Ricky Alfirian Arya Munandar Yumita Dorothy Februna Beeh Anggraini Prihatini Beni Doko   DEWASA ini banyak kasus di masyarakat mengenai penyalahgunaan obat. Baik itu obat yang sudah diresepkan dokter karena sakit, maupun obat yang masyarakat dapatkan atas inisiatif mereka sendiri. Kasus-kasus tersebut diantaranya mulai dari keracunan, overdosis, hingga menyebabkan kematian. Salah satu kasus yang terjadi di dalam masyarakat

Gubernur akan panggil Wali Kota Kupang terkait sampah

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur Viktor B Laiskodat akan memanggil Wali Kota Kupang Jefry Riwu Koreh terkait dengan masalah sampah yang ada di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Dalam beberapa hari di sini, saya keliling melihat Labuan Bajo, dan sudah ada perkembangan terkait dengan sampah. Artinya bahwa kebersihan kotanya sudah mulai ditata dengan baik jika dibandingkan dengan Kota Kupang,” katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu 1 Desember 2018 Hal ini

Warga Kota Kupang Waspada Demam Berdarah

DIREKTUR RSUD S K Lerik, Marsiana Halek, meminta warga Kota Kupang untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan agar bebas dari berbagai penyakit. Menurut dia, di awal musim penghujan saat ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), diare dan batuk pilek sangat berpotensi terjadi. “Sejauh ini yang menjadi pasien di rumah sakit ini ya pasien yang menderita DBD, diare, batuk pilek dan didominasi oleh anak-anak. Karena itu kebersihan lingkungan

Komisi Akreditasi Lakukan Penilaian FKTP Di Rote Ndao

KOMISI Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP ) Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan tugas akreditasi FKTP di empat FKTP yakni Puskesmas Batutua, Puskesmas Busalangga, Puskesmas Ba’a dan Puskesmas Feapopi. Tim Surveior mempunyai tugas pembinaan dan penilaian FKTP dan bekerja sesuai kode etik yang telah ditetapkan. Keputusan kelulusan Akreditasi FKTP merupakan kewenangan dari Komisi Akreditasi FKTP. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Rote Ndao melalui Kepala Bidang Pelayanan

NTT Masih Kekurangan 16 Ribu Lebih Tenaga Kesehatan

TENAGA kesehatan (nakes) merupakan elemen penting untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Sayangnya, di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih kekurangan nakes untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Kabid SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Loucy Hermanus mengatakan bahwa dalam 13 bidang kesehatan, NTT masih kekurangan nakes lebih dari 16 ribu orang. 13 bidang tersebut meliputi dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, perawat terapi mulut gigi, bidan, ahli gizi, kesehatan

Marsel Petu: Pelayan Kesehatan, harus melayani dengan senyum

KESEHATAN itu harus datang daripada sikap dan mental yang harus ditunjukan oleh Pelayan Kesehatan. Layani pasien dengan senyum yang didasari dengan cinta. Harus tahu betul bahwa bagian cinta terhadap sehat harus ada pengorbanan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Ende, Bupati Ende, Ir. Marselinus Y. W. Petu saat membuka acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke -54 di Desa Loboniki, Kecamatan Kotabaru, Selasa 13 November 2018. Di saat yang sama, membacakan

Pemkab Ende Target Eliminasi Malaria Tahun 2022

BUPATI Ende, Marselinus Y.W. Petu mengatakan, pemerintah menargetkan tahun 2022, penyakit malaria tereliminasi. Bupati menyatakan ini karena komitmen bersama yang sudah tertuang dalam RPJMD. Bupati Marsel menjelaskan, bahwa bebas malaria akan terwujud jika komitmen bersama pemerintah berjalan secara struktural dan masif. Selain itu, perlu juga ada dorongan anggaran dari DPRD Ende, sehingga komitmen Ende bebas malaria pada tahun 2022 dapat berjalan secara maksimal. “Harus juga ada legitimasi dan pengakuan masyarakat