Metro Kupang

16 Parpol Di Kota Kupang Penuhi Syarat Keanggotaan

SEBANYAK 16 Partai Politik (Parpol) di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memenuhi syarat minimal keanggotaan sebagai peserta pemilihan umum (Pemilu). Hal ini terungkap dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penelitian administrasi dan verifikasi kepengurusan keterwakilan perempuan, domisili kantor dan keanggotaan Parpol calon peserta pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang di hotel Romyta, Rabu (7/1). “Semua Partai memenuhi syarat minimal keanggotaan. Ada anggota yang

Ribuan Warga Kota Kupang Belum Miliki Jaminan Kesehatan

HINGGA saat ini di Kota Kupang masih terdapat ribuan warga miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan. Kondisi ini terungkap setelah BPJS Kesehatan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan verifikasi. “Sesuai hasil verifikasi saat rapat bersama di ruang Wakil Walikota disimpulkan masih ada 15.671 masyarakat Kota Kupang yang belum memiliki satu pun kartu jaminan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijana kepada wartawan di Kupang, Rabu

Ribuan PTT Belum Dapat Honor

♦ Pemkot Masih Lakukan Evaluasi Kinerja   TERKAIT belum dibayarnya Gaji Tenaga Pegawai Tetap (PTT) yang berjumlah 1668 orang di Lingkup Pemerintah Kota Kupang, Kepala BKD Kota Kupang, Daud Djirah mengaku bahwa belum dibayarnya, honorer bagi PTT, karena pemerintah masih mengevaluasi kinerja dari para PTT. Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 6 Februari 2018 Daud Djirah, mengaku bahwa masalah honor sebenarnya bukan menjadi kewenangan dari pihak BKD, hanya saja, terkait

Rumah Perempuan Kupang Tangani 230 Kasus

SELAMA tahun 2017 Lembaga Rumah Perempuan Kupang telah menangani 230 kasus yang terdiri dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan seksual, ingkar janji nikah, perdagangan orang dan penganiayaan. Direktris Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengatakan hal ini dalam jumpa pers di kantornya, Kamis 8 Februari. “Untuk kasus KDRT terdapat 118 kasus, kekerasan seksual 39 kasus, ingkar janji nikah 30 kasus, perdagangan orang 6 kasus, penganiayaan 16 dan kekerasan

Masalah Sampah Medis Jadi Perhatian Dewan

MASALAH pengelolaan sampah medis di Kota Kupang menjadi perhatian DPRD Kota Kupang. Pasalnya, pembuangan sampah medis dilingkungan RSUD, SK Lerik belum lama ini telah menimbulkan masalah hukum. Untuk itu Komisi IV DPRD Kota Kupang yang membidangi masalah kesehatan, Senin 5 Februari melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, pihak RSUD SK Lerik ditambah Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang serius membahas hal tersebut digedung rakyat Kota Kupang. Sayangnya

Tiga RS di Kota Kupang Belum Miliki Alat Pengolah Limbah Medis

TERDAPAT tiga Rumah Sakit (RS) Swasta di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga saat ini belum miliki alat pengolah limbah medis. Tiga RS itu yakni Leona,  Dedari dan Siloam. “Masih ada tiga Rumah Sakit  yang belum memiliki alat pengelola limbah medis atau incinerator,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Ari Wijana kepada wartawan,  Selasa, 6 Februari 2018. Menurut dia, setiap jajaran kesehatan pasti ada limbah medis, sehingga

Tiga kecamatan rawan DBD

DINAS Kesehatan Kota Kupang mencacat Kecamatan Kelapa lima, Oebobo, dan Maulafa merupakan daerah rawan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dinas Kesehatan Kota Kupang mencacat Kecamatan Kelapa lima, Oebobo, dan Maulafa merupakan daerah rawan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Tiga kecamatan ini merupakan daerah endemis DBD, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah dalam mengatasi DBD di Kota Kupang

Waspada, Anak Usia 1-9 Paling Banyak Terserang DBD

WARGA Kota Kupang yang memiliki anak usia 1-9 tahun hendaknya waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, data kasus DBD yang ada pada Dinas Kesehatan Kota Kupang menunjukkan angka kasus DBD hingga Januari 2018 paling banyak menyerang anak-anak berusia 1-9 tahun. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan pwnyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi kepada wartawan di Kantornya, Kamis 8 Februari. “Dari