Nagekeo

Telan Dana Miliaran, Lima Gedung di Nagekeo Mubazir

MESKI pembangunannya sudah menelan anggaran miliaran rupiah, namun lima gedung di Nagakeo hingga kini diduga mubazir. Kelimanya yakni rumah jabatan bupati, wakil bupati dan rumah dinas pimpinan DPRD Nagekeo. Selain itu bangunan gedung DPRD Nagekeo yang terletak di Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa dan bangunan dua los pasar di Desa Tengatiba Kecamatan Aesesa Selatan. Untuk diketahun, pembangunan rumah jabatan bupati dan wakil bupati Nagekeo sudah menelan anggaran Rp 1 Miliar lebih.

Sering Dibentak dan Dihina Kepsek, Guru SMAK Baleriwu Ini Mogok Kerja

Theresia Yovita Menge alias Reti, salah satu guru SMAK Baleriwu Danga, Mbay, Kabupaten Nagekeo, sudah tiga bulan ini tidak masuk kerja. Pasalnya, dirinya tidak terima karena sering dibentak dan dihina oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMAK Baleriwu Luis L. Gaka, termasuk ketika dirinya menanyakan alasan mutasi dirinya dari guru menjadi pegawai perpustakaan sekolah. “Saya mogok kerja akibat ulah kepala sekolah yang bertindak arogan terhadap saya,” ujar Reti saat mengadu ke SERGAP.ID

Proyek Puskesmas Maunori Terlantar

PROYEK pembangunan ruang rawat inap Puskesmas Maunori, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo mangkrak. Proyek dari Dinas Kesehatan Nagekeo itu dilelang pada bulan Agustus tahun 2016 lalu. Rekanan proyek PT Aliran Berkat Mandiri bekerja tidak selesai tepat waktu. Lantaran pekerjaan tak tepat waktu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan rawat inap Puskesmas Maunori tersebut kemudian memecat kontraktor pelaksana. “Jadwal kontrak pertama 24 Agustus 2016-31 Desember 2016 (130 hari kalender). Dalam perjalanan

Vatikan Minta Hubertus Leteng Kembalikan dana Rp.1.450.000.000

♦ Baca rincian lebih dari Rp 1 Miliar   TAHTA Suci meminta Uskup Hubertus Leteng – yang baru-baru ini mengundurkan diri – untuk mengembalikan dana lebih dari 1 miliar rupiah yang dituding diambilnya. Permintaan itu tidak disebutkan dalam pengumuman Vatikan pada 11 Oktober terkait pengunduran diri Uskup Leteng. Namun, menurut Rm Robert Pelita, vikaris episkopal Labuan Bajo, yang ikut dalam pertemuan dengan perwakilan Vatikan, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Keuskupan

Mgr Silvester San ditunjuk sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng

HARI ini Kamis 11 Oktober 2017 tepat pukul 18.00 WITA, di Sekretariat Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur, selain diumumkan perihal pergantian kepemimpinan di Keuskupan Ruteng. Mgr Silvester San ditunjuk Paus Fransiskus sebagai Administrator Apostolik untuk Keuskupan Ruteng. Mgr Silvester menggantikan Mgr Hubertus Leteng yang telah diterima pengunduran dirinya oleh Tahta Suci. Mgr San Silvester lahir di Mauponggo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada 14 Agustus 1961. Lahir dari pasangan Roben Robo

Evaluasi Kinerja, Warga Raja Nagekeo Sebut Bupati dan Gubernur Tidak Mampu Memimpin

WARGA Raja, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT mengevaluasi kinerja pemimpin daerah baik Bupati maupun Gubernur NTT. Warga setempat menilai, ketertinggalan pembangunan fisik dan non fisik disebabkan pemimpin yang tidak mampu menyelesaikan sejumlah persoalan khususnya di Kabupaten Nagekeo. Kabupaten yang baru dua periode ini dianggap salah urus karena memilih Bupati maupun Gubernur yang tidak mampu memecahkan masalah. Benediktus Wea, warga setempat menyinggung soal sejumlah permasalahan di wilayah Nagekeo. Salah satu yang

Kekalahan Pemda Nagekeo Pada Sengketa Lahan Gedung DPRD Dinilai Menjadi Batu Sandungan Bagi Bupati Elias Djo

KEKALAHAN Pemda Nagekeo Pada Sengketa Lahan Gedung DPRD Dinilai Menjadi Batu Sandungan Bagi Bupati Elias Djo untuk kembali memengangkan putaran Pilkada 2018 mendatang. Keputusan PEMDA Nagekeo untuk membangun gedung DPRD ditanah milik masyarakat adat Lape yang telah diserahkan kepada Konradus Remi yang kemudian berdasarkan keputusan MA dimenangkan oleh ahli waris hingga menyebabkan kerugian negara senilai 10.3 Miliar dinilai menjadi batu sandungan bagi Bupati Elias Djo untuk kembali memenangkan putaran pilkada

Sosok Patris Lali Wolo Lebih Layak Pimpin Nagekeo

♦ Kornelis Soi: Tidak mendaftarkan diri SEBAGAI warga Nagekeo yang sebelumnya secara administratif masuk dalam wilayah kabupaten Ngada tentu saja mereka boleh berbangga sebab banyak kader muda yang berpotensi untuk memajukkan wilayahnya yang mana salah satu figur muda potensial itu adalah Patris Lali Wolo. PLW yang juga giat menyapa para sahabatnya melalui sosial media selalu menekankan bahwa lakukan hal sekecil apapun untuk kebaikan bersama memilih berkarir dalam bidang politik melalui