Ngada

Undana Kupang, tidak melanjutkan Undana Bajawa

Pihak Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang-NTT menyatakan tidak melanjutkan atau menutup Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) yang berada di Tambolaka, Sumba Barat Daya (SBD) dan Bajawa, Ngada-Flores. Hal ini disampaikan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D saat melakukan Konferensi Pers Pengumuman Hasil SNMPTN 2018 di Lantai Dua Rektorat Undana, Jumat, 20 April 2018. Dia mengatakan PSDKU merupakan bentuk kerja sama antara lembaga kampus

Kadis Dukcapil Ngada Ditetapkan Sebagai Tersangka

Usai menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi selama sehari penuh di ruang Penyidik Tipikor Polres Ngada, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Ngada, Fitalis Fole langsung ditetapkan sebagai Tersangka. Kasat Reskrim Polres Ngada, Ipda Andre Simamora dalam keterangan Pers kepada media di Polres Ngada tanggal 24 April 2018 mengatakan, penetapan status hukum Kadis Dukcapil Ngada dalam hubungan langsung Praktek Pungutan Liar Gaji Tenaga Honorer di Dinas Dukcapil Ngada. “Setelah melalui berbagai tahaban dan

Kasus Pungli, Pegawai Disdukcapil Ngada Ditetapkan sebagai Tersangka

Maria Antonia Gelang (AGE), Kepala Seksi Sinkronisasi Data di Disdukcapil Kabupaten Ngada akhirnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya, AGE dibekuk Tim Saber Pungli Polres Ngada pada Rabu, 18 April 2018, sekitar pukul 16.00 Wita. Ia ditangkap terkait dugaan pungutan liar (pungli) dana tenaga honor Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) pada Disdukcapil Kabupaten Ngada. “Dalam kasus itu kita sudah tetapkan tersangka. Yang kita tetapkan tersangka baru satu orang yakni Maria Antonia

Fenomena Korupsi, Premanisme dan Kumpul Kebo Di Era Pemerintahan Marianus Sae

PASCA diborgolnya Marianus Sae oleh KPK bulan lalu Minggu 11 Februari 2018 ibarat gunung es mencair terkait masalah masalah yang dibungkus rapi oleh para pendukung dan simpatisan yang fanatik, seolah olah Bupati Ngada itu kebal hukum. Terlihat di permukaan pemerintahannya sangat spektakuler, namun mulai paradoks setelah terkuak fakta suap menyuap yang dituduhkan KPK kepadanya. Permintaan Ketua BARA JP Ngada Maksimus Makmur kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui media ini, agar

Anggota DPRD Ngada Dipanggil KPK

ANGGOTA DPRD Kabupaten Ngada, Hermens Fua dari partai Golongan Karya (Golkar) dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hermens dipanggil untuk menghadap kepala penyidik KPK, Budi A. Nurgroho di kantor kepolisian Resort Manggarai Barat pada Jumat (16/3/2018) pukul 09.00 wita. Surat panggilan KPK untuk Hermens didapat dari salah satu sumber yang dikirim melalui pesan WhatsApp pada Minggu 11 Maret 2018. Surat panggilan KPK Seusai isi surat, Hermens dipanggil KPK untuk diperiksa dan

Izin Tambang di Ngada Ikut Jadi Target Penyidikan KPK

Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Ngada, Marianus Sae (MS) bakal menyentuh izin tambang yang pernah diterbitkan bupati dua periode itu. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, kasus suap yang menjadi alasan penangkapan MS pada Minggu, 11 Februari lalu, hanyalah pintu masuk untuk mengusut kasus-kasus lain MS, termasuk pelangggaran dalam penerbitan izin tambang. “Pasti itu akan jadi tujuan kami untuk menuntaskan kasus suap,” kata

JATAM Ungkap Bupati Ngada Permulus Izin Tambang Setnov di NTT

♦ Marianus Sae bukan sosok yang bersih   JARINGAN Advokasi Tambang (Jatam) menilai Bupati Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur Marianus Sae yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan bukan sosok yang bersih. Marianus jadi bupati sejak 2010. Kepala Kampanye Jatam, Melky Nahar mengatakan kasus dugaan suap terkait proyek jalan dan jembatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten yang menjeratnya menjadi tersangka hanya salah satu korupsi Marianus selama menjabat. Sebab di

KPK Tangkap Marianus Sae dan Ambrosia Tirta Santi di Hotel

BUPATI Ngada Marianus Sae terjaring bersama seorang wanita bernama Ambrosia Tirta Santi di sebuah hotel di Surabaya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (11/2) pagi. Selain menangkap Marianus dan Ambrosia, pada hari yang sama, KPK juga menangkap tiga orang lainnya yakni Dionesius Kila (DK) di Kupang, serta Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU) dan Petrus Pedulewari (PP) di Bajawa. “Sebelumnya kami telah menerima