Timor Tengah Selatan

Kemiskinan Picu Maraknya Perdangan Manusia

DIREKTUR Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Dr Dominggus Elcid Li mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pihaknya faktor kemiskinan menjadi pemicu terjadinya perdagangan manusia (human trafficking) di Nusa Tenggara Timur. “Di Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur, misalnya, rata-rata warga asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Belu kebanyakan memilih keluar daerah untuk mencari dan mempertahankan hidup keluarganya dengan merantau,” kata dosen Fisip Undana itu di

Aleta Baun, Perempuan Pejuang Lingkungan di Timur Indonesia

TUJUH belas tahun silam, Aleta Baun seorang pejuang wanita dari tanah Mollo, kabupaten Timor Tengah Selatan (TT)S, Nusa Tenggara Timur, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian TTS. Dia menjadi musuh utama Bupati TTS, pada 1999, sebagai orang di balik penolakan masyarakat adat Mollo terhadap perusahaan tambang marmer di desa Fatukoto. Pada 2006, ia kembali bermusuhan dengan Bupati TTS lainnya karena dianggap bertanggung jawab terhadap aksi ratusan warga, khususnya perempuan.

Penyalahgunaan Wewenang, AKP Yohanes Simon Diadukan ke Propam Polda NTT

Oknum pejabat polisi AKP. Yohanes B Simon, akhirnya dilaporkan secara resmi ke Propam Polda NTT oleh Sahabat Polisi yang merupakan gabungan dari PIAR NTT, Lakmas CW dan IRGCS. Perilaku AKP Simon dilaporkan Sahabat Polisi atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang mana sebagai seorang pejabat polisi berperilaku tidak sesuai dengan peraturan disiplin dan kode etik kepolisian. AKP Yohanes Simon, diduga terlibat dalam pengerjaan proyek fisik pembangunan di kabupaten Timor Tengah Utara dan

Brigpol Rudi Soik laporkan Kasatreskrim Polres TTS

Brigadir Polisi (brigpol) Rudi Soik, kembali menghebohkan institusi Polri di wilayah hukum Polda NTT.  Setelah menghebohkan Polda NTT dengan kasus Human Traffiking, Kini Brigpol Rudi,  menghebohkan Polres TTS dengan melaporkan kasat reskrim Polres TTS, Iptu I Dewa Gde Aditya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTS, Rabu (1 Februari 2017. Ia menduga Kasatreskrim I Dewa Gde Aditya dan sejumlah anggota polisi telah merekayasa pembuatan laporan kasus Kekerasan Dalam Rumah

Aleta Baun, Wanita NTT Raih Yap Thiam Hien Award 2016

Alunan musik tradisional Sasando dan tari cerana dari Pulau Timor menandai opening malam penganugerahan Yap Thiam Hien Award 2016. “Batu adalah tulang, air adalah darah, tanah adalah pori-pori. Mereka bisa jual apa yang mereka bisa buat dan tidak bisa jual apa yang mereka tidak bisa buat” demikain sepenggal sambutan Aleta Cornelia Baun atau yang akrab dengan panggilan Mama Aleta saat menerima Yap Thiam Hien Award 2016 di Mesium Nasional Indonesia

Aleta Baun, Raih Penghargaan Yap Thiam Hien Award 2016

Aleta Baun yang akrab disapa “Mama Aleta” yang mengabdikan hidupnya untuk memperjuangkan lingkungan hidup di tanah Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terpilih sebagai peraih Yap Thiam Hien Award 2016. Hal ini disampaikan Sekretaris Yayasan Yap Thiam Hien, Yulia Siswaningsih kepada NTTOnlinenow.com di Kupang, Jumat 6 Januari 2017. Menurut Yulia, Aleta Baun terpilih sebagai peraih Yap Thiam Hien Award pada 14 Desember 2016 lalu oleh

NTT Berduka, AKP Tonce Manao Asal TTS tewas Bersama Pesawat Polri yang Jatuh di Kepri

Peristiwa jatuhnya pesawat tipe M28 Skytruck dari PZL Polandia itu di Perairan Lingga Kepri menyisakan duka yang mendalam. Warga Nusa Tenggara Timur berduka. salah satu putra terbaik TTS, ikut korban jatuhnya Pesawat POLRI di perairan Kepri dia adalah AKP. Tonce Manao, salah satu dari 13 penumpang¬† yang jatuh bersama peswat tersebut. Pihak keluaga berharap jenasah AKP. Tonce Manao bisa ditemukan. “Kami Keluarga sangat berharap semoga jenasah adik kami bisa ditemuan,”kata

Ini Pidato Aleta Baun yang Getarkan Forum Kebudayaan Dunia

World Culture Forum 2016 di Nusa Dua Bali Convention Center dibuat bergetar oleh pidato Aleta Baun. Berikut pidato lengkapnya: Saya Aleta Baun. Ibu dari tiga anak. Perempuan adat Mollo di Kabupaten Timor Tengah Selatan, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mollo merupakan salah satu kawasan paling kering di Indonesia. Makanan pokok kami Jagung. Sebagian besar kami bertani. Menanam jagung, ubi, sorgum, padi, sayuran, beternak- kuda, babi, sapi dan ayam. Nenek moyang