Cemas 17 April 2019

Cemas 17 April 2019

RAKYAT Indonesia dalam dan luar negeri sudah mengetahui bahwa Pemilu Serentak 2019 akan digelar pada Rabu, 17 April 2019. Hari itu bernama Rabu 17 April 2019. Hari yang menentukan nasib bangsa dan Negara ini lima tahun ke depan. Ini rencana negara yang diperintah undang-undang melalui kesepekatan pemerintah dan DPR.
Pertama calon legisilatif (Caleg) pasti sangat gelisah menyambut 17 April 2019. Sanubari bertanya detik demi detik, tidak tidur memikir hari Rabu 17 April 2019. Apakah hari itu terpilih dan meraih suara seperti yang diisyaratkan undang-undang pertauran KPU? Apakah rakyat akan memilih aku? Ini pikiran kritis yang sedang dipikirkan kaum caleg DPRD Kabupaten, Propinsi atau DPR RI? Juga dikritisi dalam pikiran calon anggota Dewan Perwakilan Daerah atau DPD.
Untuk Calon Presiden, Cawapres menjadi pikiran kritis seluruh rakyat Indonesia. Siapa yang akan dipilih, apakah Petahana Jokowi dan Ma’ruf ataukah Prabowo dan Sandy. Rakyat Indonesia sudah punya pilihan pada Rabu 17 April 2019. Gelisah, ya gelisah. Gelisah sang Caleg karena terlanjur mengumumkan kepada masyarakat melalui KPU bahwa maju sebagai Caleg 2019.
Yang berkecukupan secara ekonomi tidak menjadi persoalan karena dengan dukungan dana yang cukup bebas memperkenalkan diri ke semua rakyat di daerah pemilihannya.
Mereka yang ekonomi paspasan harus tarik nafas panjang. Apakah tercukupi kebutuhan keluarga, membiayai putera-puteri lanjut studi? Maju sebagai Caleg memang mahal. Menemui rakyat mesti miliki uang yang cukup untuk jamu rakyat, belanja rokok, belanja gula-gula untuk kaum ibu yang berkenan datang menemui dan ingin tahu wajah caleg dan perilakunya selama berada di tengah masyarakat.
Rakyat butuh figure yang dekat dengan masyarakat, caleg yang dikenal menolong rakyat saat berkekurangan secara moril dan material. Apakah masalah rakyat yang saat kesulitan akibat kemiskinan structural adalah nama caleg yang pernah menolong? Apakah nurani sicaleg punya niat tulus menyalurkan aspirasi rakyat? Bagi yang sudah pernah jadi anggota dewan di DPRD Kabupaten, Propinsi maupun DPR RI sudah diketahui selama menjadi dewan.
Apakah selama duduk di kursiempuk dewan rajin mendatangi rakyat, kerap memperjuangkan aspirasi rakyat, sudah berjuangkah si anggota dewan kepada pemerintah, soal jalan yang rusak, pernahkah perjuangkan saluran ke persawahan, puskesmas, sekolah yang reyot dan perjuangan biaya untuk membangun rumah rakyat yang tidak layak.
Jutaan tuntuan rakyat, bisakah dijawab Caleg yang akan di pilih Rabu 17 April 2019? Saat ini, sisa waktu dari Desember 2018 sampai dengan Rabu 17 April 2019, mampu si Caleg menjual visi dan misinya kepada rakyat sampai menuju hari H?
KPU memberi waktu sangat panjang kepada para Caleg dari Oktober 2018 sampai April 2019 agar para caleg leluasa memperkenalkan diri kepada rakyat di daerah pemilihanya. Demikian pula rakyat lebih mengenal Calegnya. Diharapkan rakyat memilih Caleg yang tidak dikenal, jangan memilih Caleg yang hanya membagi uang agar memilihnya. Saran, Caleg yang memberi uang terima saja, tetapi pada Rabu 17 April 2019 jangan memilih Caleg seperti ini.
Tetapi, para Caleg tidak beralasan harus gelisah. Kegelisahan tidak harus menyebabkan diri Anda terpuruk, keluarga jadi korban, rumah atau ranah dan hewan dijual demi Caleg. Utamakan kesejahteraan bersama, jangan ada yang jadi korban. Jangan karena caleg, suami dan istri ribut. Masih ada waktu memperbaikinya. Kalau isteri jadi Caleg hanya untuk memenuhi kuota, sebaiknya bekerja sesuai kemampuan. Jangan paksa diri, pinjam sana pinajam sini dan bermimpi jika terpilij baru di ganti secara cicil. Di harapkan tidak terjadi demikian.
Nasib bangsa ini, nasib daerah diatur bersama-sama. Tetapi pilihla sesuai hati nurani, dan para Rabu 17 April 2019, pilihlah calon yang berhati nurani, punya empati kepada rakyat dan kepada situasi dan kondisi. Catat, Caleg yang berwatak buruk, kikir dan hanya ramah ramah saat kampanye, janganla dipilih. Jangan gelisah hatimu, percayala kepada Sang Pencipta Penyelenggara Hidup ini, bahwa hidup bukan hanya dari Caleg, tetapi dari semua usaha yang halal. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.