Cerita “Keluguan” Putri Waiblama Sikka pada Sidang Perdana

Cerita "Keluguan" Putri Waiblama Sikka pada Sidang Perdana

DPRD Sikka memulai sidang perdana Senin 2 September 2019 sejak dilantik pekan lalu, Senin 26 Agustus 2019. Ada cerita lucu yang terjadi di ruang paripurna. Setidaknya itu yang diperlihatkan Maria Christine Amelia Lomi, anggota dewan yang familiar dengan panggilan Putri Waiblama. Dia mempertontonkan “keluguan” seorang politisi.
Agenda sidang pagi tadi adalah perumusan dan pembahasan Tata Tertib DPRD Sikka. Sidang paripurna dipimpin Ketua Sementara DPRD Sikka Donatus David. Polisiti PDIP itu didampingi Wakil Ketua Sementara Yoseph Karmianto Eri. Hadir juga Sekretaris DPRD Sikka Chrispinus Angelo.
Untuk mengakrabkan satu sama lain, Donatus David mengawali sidang dengan meminta masing-masing anggota memperkenalkan diri. Selain nama dan asal partai politik, anggota dewan juga menyampaikan pekerjaan sebelumnya, status keluarga, dan keterangan lain terkait identitas pribadi.
Perkenalan dimulai dari Ferdinandus Mboi, politisi Partai Demokrat, yang menjadi wakil rakyat untuk periode kedua. Kebetulan dia menempati kursi baris pertama paling depan sebelah utara ruang paripurna. Kursi di deretan itu sebelumnya ditempati anggota Fraksi Partai Demokrat periode sebelumnya.
Setelah itu menyusul Maria Christine Anelia Lomi, yang duduk persis di samping Ferdinandus Mboi. Politisi Partai Demokrat ini mencacat rekor sebagai anggota dewan usia termuda di periode ini yakni 23 tahun. Dia juga mencetak prestasi sebagai satu-satunya warga turunan etnis Tionghoa yang bisa berada di Gedung Kulababong.
Ketika mendapat giliran, Putri Waiblama langsung berdiri, dan meminta izin untuk memperkenalkan diri dengan cara berdiri. Dia menampilkan “keluguan” seorang anak muda, tidak jauh berbeda dengan cara memperkenalkan diri pada level sekolah menengah atas atau pun semasa awal kuliah. Kurang lebih satu menit perkenalan, dia pun kembali duduk.
Ketika ditanya media ini, dia menjelaskan sengaja memperkenalkan diri dengan cara berdiri hanya untuk untuk memberikan penghormatan kepada wakil rakyat yang lain. Dia beralasan memiliki usia yang termuda, dan sudah selayaknya menghormati wakil rakyat yang usianya lebih tua.
Setelah dicari tahu ternyata, posisi duduknya tidak nyaman. Gadis muda ini memiliki ukuran tinggi badan yang boleh dibilang paling pendek dari wakil rakyat yang lain. Saat menempati kursi wakil rakyat yang empuk dan rendah itu, dia pun ikut “tenggelam”. Mungkin itu yang membuat dia kurang percaya diri saat hendak memperkenalkan diri. ♦ suarasikka.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.