Deklarasi Pelestarian Lingkungan digelar Secara Adat Ngodimeda

Deklarasi Pelestarian Lingkungan digelar Secara Adat Ngodimeda

RABU, 3 Agustus 2016 bertempat dipantai Kola desa Ngodimeda, Kecamatan Rote Tengah digelar deklarasi penerapan kearifan lokal Hoholok/Papadak dalam mendukung pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut taman nasional perairan Laut tamana Nasional Perairan Laut sawu diKabupaten Rote Ndao.
Kegiatan tersebut  dirangkai dengan deklarasi adat perlakuan kawasan adat Haholo/Papadat  dan Pengukuhan Maneholo atau Penjaga Laut, ditiga Nusak diwilayah tersebut yakni Nusak Landu, Nusak Termanu dan Nusak Dengka, jumlah maneholo sebanyak 48 orang, dikukuhkan Oleh Maneleo Inahuk, Drs Leonard Haning. Saat penguuhan Leonard Haning membacakan beberapa sair pertanda larangan tersebut diketahui oleh Tuhan dan alam semesta.
Yefta Pelopolin salah satu maneholo bacakan adat yang akan diberlakukan di tiga Nusak Nusak Landu, Nusak Termanu dan Nusak Dengka, disertai dengan sangsi-sangsinya. Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning mengatakan kegiatan Haholok/Papadak ini lahir dari sebuah aturan masyarakat adat dengan disadari bahwa apa yang ada itu adalah ciptaan Tuhan dikelolah untuk masyarakat dan dijaga kelestarianya bagi anak cucu. Lembaga adat yang telah dikukuhkan ini bermitra dengan pemerintah daerah serta bantu pemerintah daerah untuk hukum informal untuk kelestarian alam. Pemberlakuan hukum adat ini, berlaku bukan saja untuk orang  Rote Ndao, tetapi semua orang.
Andi Rusandi Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Laut Republik Indonesia mengatakan pihaknya beri apresiasi kepada lembaga adat dan pemerintah, pasalnya hal ini berikan perlindungan untuk ekosistem hendaknya diwilayah lain bisa meniru Rote Ndao, karena dirinya baru pertama kali mengikuti deklarasi seperti ini. “Pemerintah Pusat selama ini terbatas, padahal wilayah Indonesia luas, dengan hal ini sebagai hal posetif adat bantu pemerintah baik tingkat daerah hingga pusat. Dengan ini ekosistem tidak akan punah.” kata Andi.
Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Pemerintahan Provinsi NTT yang mewakilo Gubernur NTT, Ferri Kapitan berikan dukungan penuh terkait dengan kearifan lokal yang baru pertama kali digelar diwilaha NTT, hendaknya ini sebagai pelajaran bagi wilayah lain agar menerapkan sangsi adat untuk pelestarian habitat demi kelangsungan hidup tidak hanya berpatok pada pemerintah, tetapi masyarakat adat juga berperan aktif kata
Sambutan Ketua Forum Komunikasi Tokoh Adat Peduli Budaya Kabupaten Rote Ndao, Jhon B. Ndolu. Terinspirasi untuk peduli terhadap alam sekitar dikarekan dengan terus bertambahnya waktu dan perubahan banyak alam disekitar yang punah, oleh karena itu tergerak untuk memulai, dan akhirnya didukung penuh Pemda Rote Ndao dan hadir pula lembaga Nirlaba The Nature Conservancy Indinesia (TNC).
Sementara itu, Sally Kailola manager pemberdayaan The Nature Conservancy Indinesia (TNC), pihaknya bekerja sama dengan Pemda Rote Sejak tahun 2015, dan pihak Forum Komunikasi Tokoh Adat Peduli Budaya Kabupaten Rote Ndao sejak Mei 2016. Dikatannya tujuan kerjasama ini adalah menyiapkan pengelolaan perairan itu agar bisa lebih efektif. Dengan memberikan kesempatan bersama dengan semua komponen terkait diwilayah ini, berbagai peraturan perikanan, konsep konservasi laut yang berbasis kearifan lokal. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.