Demo Hoaks

Demo Hoaks

 

 

HANYA ada di Indonesia ada demo isu-isu bohong atau hoaks hanya untuk kepentingan elit tertentu. Diberita kompas tv, pemerintah menuding demo ini dirancang oleh partai demokrat dan PKS. Tapi dibantah oleh Ketua DPP Demokrat Irwandi dengan menjawab,” Tidak Benar dan bohong dan tudingan pemerintah berbahaya.”
Demo memang hak rakyat seperti diatur dalam undang-undang. Logikanya, seorang Presiden seperti Jokowi pemimpin bijak dan sudah membangun Indonesia apakah punya niat menyusahkan rakyatnya. Saya harus berkata tidak dan semua sudah dibantah Menko Politik Hukum Dan HAM Mahfud MD.
Presiden orang jujur dan tulus membangun negeri ini. Mahfud orang jujur, pintar dan bijak, sangat tidak mungkin mendukung sebuah undang-undang menyesengsarakan rakyat.
UU Cipta Kerja sudah disahkan sejak 5 Oktober 2020 bertepatan dengan HUT TNI mendapat berbagai macam komentar pedas dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan masyarakat umum, buruh, mahasiswa, hingga berbagai orang-orang berpengaruh lainnya.
Meskipun dari pemerintah telah mengumumkan pokok-pokok penting dari UU Cipta Kerja tersebut baik menggunakan tulisan maupun video di media sosial resmi milik pemerintah tetapi demo tidak dapat dibendung lagi.
Ternyata komentar pedas yang beredar di media sosial tentang UU Cipta Kerja tersebut yang kemudian berujung dengan aksi turun jalan diberbagai daerah dipicu dari kabar hoax yang diseberkan oleh VE.
VE merupakan perempuan Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berhasil ditangkap oleh Tim Cyber Banreskrim Polri. Kemudian VE langsung ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran berita hoax mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Manusia ternyata aneh. Mau dibilang bodoh, serba salah. Sekiranya waras dan cermat tidak mungkin lakukan demo karena sedang dilanda bencana besar Covid-19. Tetapi fakta menjadi sejarah. Menteri Kesehatan dalam keteranganya yang sudah viral bilang tak perlu pakai masker. Yang pakai hanya orang sakit agar tidak tertular. Masyarakat Indonesia memiliki pola konsumsi aneh terhadap masker, terutama jenis masker bedah.
Usai kasus Covid-19 ditemukan di Indonesia, stok masker di berbagai tempat menipis bahkan habis. Masker ludes di pasaran, sementara bahan baku masker itu sendiri tidak mencukupi kebutuhan pasar. Hal tersebut diungkapkan oleh Representatif World Health Organization (WHO) untuk Indonesia, Dr. N Paranietharan. Ia menyebutkan bahwa membeli, apalagi “menimbun” masker adalah hal yang sia-sia apalagi jika Anda sehat.
Bahasa sangat tegas, “Sekali lagi, orang sehat tak perlu pakai masker,” tutur Paranietharan saat sesi diskusi bersama media di Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Ia menyebutkan bahwa masker harus digunakan oleh orang sakit, atau memiliki gejala sakit termasuk batuk atau bersin. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.