“Direksi Kompak Selamatkan Bank NTT”

“Direksi Kompak Selamatkan Bank NTT”

♦ Ajak Nasabah dan Masyarakat NTT tidak panik

DIREKSI baru, Aleks Riwu Kaho sebagai Plt. Dirut, Direktur Umum Yohanis Landu Praing, Direkur Kepatuhan Hilarius Minggu dan Direktur Dana Absalom Sine menyatakan tekad menyelamatkan Bank NTT dari terpaan badai krisis akibat Covid-19. Keempatnya ‘kompak’ dan bahkan Direktur Kepatuhan Hilarius Migggu berjanji,” Nyawa Taruhannya” demi kemajuan Bank NTT dan berdasarkan pengalaman malang melintang selama di Bank NTT, akan mencari solusi terbaik dari keadaan yang terburukpun. Tekad ini menurut Aleks Riwu Kaho demi menjaga kepercayaan Pemegang Saham Utama Gubernur NTT, para bupati, pemegang seri A dan seri B pada RUPS 6 Mei 2020 di Kantor Gubernur.
Keempat pejabat Bank NTT, Kamis 14 Mei 2020 mengundang semua media untuk berbagi rasa, sambil memohon kerjasama agar masyarakat tidak perlu risau dan gelisah dan diajak untuk tetap menabubung di Bank NTT, karena bank ini milik rakyat NTT. Menurut Plt. Dirut Bank NTT Alek Riwu Kaho,” Bank NTT tetap survive. Jadi masyarakat tidak perlu panik, walau kita semua dalam kondisi lesuh karena virus corona. Kita mengajak semua elemen masyarakat, kalangan agama kiristen, islam dan Budha, Hindu memhon kepada Tuhan agar krisis ini segera berlalu.”
Aleks Riwu Kaho selaku Plt. Dirut mengaku akan berbuat terbaik, bersama ketiga rekan kerja untuk tetap kompak sesuai tugas dan tupoksi mulai Dirum, Direktur Kepatuhan dan Dirut Dana. Direktut Kepatuhan menegaskan, “Akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya agar Bank NTT tetap eksis. Pertama, Bank NTT masih dinilai baik. Sebagai Direktur Kepatuhan saya punya tugas menitigasi, dan mengkaji secara mendalam, baik pembukaan kantor baru, pemberian kredit, memastikan supaya teman-teman direksi menjalankan tugas dengan baik. Jadi ada delapan persoalan yang harus saya jalani dengan baik. Tahun 2020 ini, bank ini tetap sehat. Dan sampai saat ini, masih dinilai cukup sehat. Yang menilai Otoritas Jasa Keuangan.”
Upaya kerja keras direksi hari ini dan kedepan yaitu mencari solusi agar Bank NTT menuju sehat. Modal Bank NTT saat ini, kata Hilarius Mangu bernilai Rp 1,7 Triliun. Pada 2024, menurutt Hiarius masih dibutuhkan Rp 1,3 Triliun sehingga menggenapi modal Rp 3 Triliun. “Kami akan bekerja keras dan mencari jalan terbaik. Jika modal tidak sampai Rp 3 Triliun, maka status Bank NTT bisa diturunkan statusnya menjadi BPR misalnya. Jadi modal tergantung para pegang saham yaitu para bupati. Jika masih menghadapi kendala yang harus dipenuhi pemegang saham para bupati sebesar Rp 300 Miliar, maka kami harus cari jalan misalnya investor.”
Keempat direksi baru merupakan orang kepercayaan para pemegang saham dalam RUPS Rabu 6 Mei 2020. Hari itu Bank NTT melaksanakan RUPS Tahunan Tahun Buku 2019 dan RUPS LB Tahun 2020, yang diikuti oleh Pengurus dan Pemegang Saham Bank NTT bertempat di Lantai 1 Ruang Rapat Gubernur, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.
RUPS yang berlangsung pada saat kondisi pandemi Covid-19 ini, menggunakan fasilitas Video Conference yang diikuti oleh Walikota Kupang dan Bupati se-NTT selaku Pemegang Saham Seri A, Pemegang Saham Seri B yaitu Piet A. Tallo yang dikuasakan kepada Johan Tallo, Ch. Amos Corputty dan L.O.Wila Huky yang dikuasakan kepada Sherley Sicillia Wila Huky, Notaris serta KAP.
RUPS dipimpin langsung oleh Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali didampingi Wakil Gubernur, hadir diruang rapat yang bersifat tertutup dan terbatas ini Bupati Kupang, Walikota Kupang, Dewan Komisaris dan Direksi Bank NTT, serta Notaris. Dalam Press Conference yang disampaikan Pemegang Saham Pengendali Bank NTT, berdasarkan agenda RUPS yaitu Pertanggung – jawaban kinerja Pengurus Bank NTT, Rencanan Bisnis Bank, Pemenuhan Modal inti Rp3 Triliun. RUPS memutuskan melakukan penyegaran dengan pergeseran Direksi Bank NTT yaitu Izhak Eduard Rihi yang menjabat Direktur Utama dinonaktifkan dan konon disiapkan menempati posisi baru sebagai Direktur Kepatuhan, tetapi mantan Dirut Bank NTT Amos Corputy kurang sependapat karena Izhak Rihi dari IT.

Aplikasi Baru
Pada kesempatan jumpa wartawan para direksi juga memarkan inovasi baru berupa program System Core Banking, yang diberi label T24 Bank NTT. Menurut Dirum Bank NTT sistem ini telah resmi dan digunakan Bank NTT sejak Senin 11 Mei 2020. Menurut Dirum, langkah strategis ini menjadi fondasi transformasi teknologi Bank NTT untuk meningkatkan layanan perbankan yang dapat diakses nasabah maupun masyarakat NTT di mana dan kapan saja.
Johanes juga mengatakan, sistem aplikasi ini merupakan aplikasi inti perbankan berstandar dunia yang dipakai lebih dari 2000 bank di seluruh dunia dengan fitur regulasi yang terintegrasi dan lengkap seperti Antasena, Apolo, PSAK 71, APUPPT, dan telah mengikuti aturan regulasi/roadmap arahan regulasi perbankan (OJK dan BI) serta data center Tier tertinggi di Indonesia (Tier IV).
“Dengan T24, Bank NTT berharap semakin memperkuat Bank NTT sebagai salah satu bank digital di Indonesia serta menjamin sistem informasi dan teknologi (IT) dan ready for the future/siap menghadapi masa depan,” tegas Johanes. Ia menambahkan, ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi Bank NTT karena peralihan System Core Banking dilakukan secara serentak di seluruh kantor cabang di Provinsi NTT dan Surabaya yang memiliki dua perbedaan waktu. Hal ini merupakan migrasi big bang yang pertama kali di dilakukan Bank NTT serta dilakukan pada 250 kantor Bank NTT.
”Tujuan penggantian sistem ini untuk meningkatkan pelayanan Bank NTT kepada nasabah terutama dalam hal proses otomasi, tata kelola dan pengamanan serta mempersiapkan Bank NTT menjadi Bank Devisa dan bank yang siap menghadapi tantangan Indonesia 4.0 serta Bank NTT dapat menjadi Anchor Bank bagi pelaku financial dan fintech di Provinsi NTT,” jelas Johanes.
Menurut dia, Bank NTT telah melakukan proses migrasi sistem ini selama 8 bulan dengan 3 tahapan yang mengikuti Best Practice yakni Persiapan Sistem, Data Migrasi dan Go Live. Masing-masing tahapan tersebut telah dilakukan pengujian dan pengecekan data secara menyeluruh serta pelaksanaan Go Live dilakukan dengan sistem downtime yang minimum yaitu hanya 8 jam.
”Banyak peluang dan dampak positif terhadap perjalanan bisnis Bank NTT ke depan dengan System Core Banking yang baru ini. Perseroan semakin siap mengembangkan produk dan layanan digital serta memungkinkan terus memberikan inovasi dan solusi yang bukan hanya sesuai kebutuhan nasabah, tapi melebihi kebutuhan nasabah,” tegasnya. Selain itu, lanjut dia, inisiatif ini juga mendorong upaya Bank NTT meningkatkan efisiensi guna memenangkan persaingan di industri perbankan yang semakin ketat.
Pencapaian yang sekaligus menjadi tonggak perubahan System Core Banking bank milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kota/ Kabupaten di NTT ini, menjadi bukti konsistensi Bank NTT terus berinovasi sebagai komitmen untuk berperan dalam kancah perbankan nasional dan mengabdi pada negeri. “Saya selaku Direktur Umum Bank NTT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder atas dukungan yang telah diberikan sekaligus permohonan maaf kepada nasabah atas ketidaknyamanan selama berlangsungnya proses peningkatan layanan ini,” katanya. ♦ wjr/mediantt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.