Dirum Bank NTT : Direktorat Umum sebagai Pensuport Direktorat Lain

Dirum Bank NTT : Direktorat Umum sebagai Pensuport Direktorat Lain

 

DIREKTUR Umum (Dirum) Bank NTT Yohanis Umbu Praing mengatakan keberadaan dari direktorat umum di Bank NTT sebagai pensuport pada direktorat lain.
Kata dia, direktorat umum, ada empat divisi yakni, devisi SDM, devisi auto support, devisi operasional, dan devisi umum
“Kalau auto support sendiri, bagaimana dia bisa memberikan support kepada seluruh direktorat. Baik direktorat dana, direktorat kredit, maupun direktorat utama serta direktorat kepatuhan. Nah, vitalnya disitu, “kata Dirum Yohanis kepada wartawan, Kamis (23/07/2020)
Sedangkan di bagian umum jelas dia. Bagian Umum ini merupakan dapurnya perusahaan, yang mengelola aspek material maupun non material.
“Itu yang di umum yang mengelola itu. Bagaimana dia bisa mengusulkan untuk pembangunan sebuah kantor cabang, kantor capem, kantor kas dan lain sebagainya. Dan mengurus seluruh biaya-biaya operasional yang ada di perusahaan, ” jelasnya
Selanjutnya, berkaitan dengan operasional. Operasional ini membuat seluruh operasional yang ada di Bank NTT di seluruh Kabupaten yang ada
“Standar seluruh operasional prosedur betul-betul mereka harus lakukan. Harus up deating. Sehingga tidak kalah dengan Bank-bank lain seperti itu, ” pungkasnya.
Di bagian SDM. SDM ini bagaimana bisa meeting dengan bagus.
“Karena apa?, kita tidak bisa berpikir hari ini saja. Tetapi kita berpikir jangka panjang. Tenaga-tenaga SDM yang bagus, itu kita berikan pelatihan khususnya kepada mereka. Kalau SDM bagus, maka perusahaan akan lebih bagus, ” ujarnya
Menurutnya, SDM itu sangat vital, bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensinya mereka yang berujung pada peningkatan kinerja. “Peningkatan kinerja ini apa?,i yaitu laba bertambah. Terus NPL juga bagus, LDR juga bagus. Nah, kalau SDM-nya bagus otomatis perusahaan itu akan berkembang menjadi lebih baik. Ini fungsi kita disitu, bagaimana SDM tidak diperlakukan Sebagai yelibilitis. Tetapi kita perlakukan sebagai aset, “jelasnya. “Nah, kalau perlakukan sebagai aset, otomatis ada produktifnya. Itulah mereka sumbangkan kepada perusahaan ini, ” tandasnya
Berbicara bank kata dia, fungsinya yang perlu diliat adalah fungsi himpun dan salur. “Nah, bagaimana kita bisa menaikan kost bisa menaikan pendapatan. Jadi, mereka siapkan mesinnya, polanya dari direktorat lain. Sehingga sinergitas antara direktorat lain dengan direktorat umum khususnya di auto support, ” katanya. Pihaknya kata dia, telah melakukan pelatihan-pelatihan untuk analisis kredit dan apresel. “Bukan hanya direktorat kredit. Tetapi seluruh direktorat kita lakukan pelatihan. Sehingga bisa meningkatkan kompetensi mereka, wawasan mereka lebih luas, “tandasnya
Kata dia, orang Bank itu punya empat capital yakni, harus memilki capital nolits, capital skill, capital etitut, dan capital opurnits. “Kalau empat hal ini kita lakukan dan terjadi di SDM-SDM kita, pasti Bank itu akan menjadi lebih baik, ” katanya. Tak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan pelatihan sertifikasi manajemen. “Sertifikasi manajemen ini bagaimana kita mau dorong seseorang menjadi pemimpin, harus dia punya dasar, ” ungkapnya Saat ini, pihaknya sedang melakukan yang namanya greading sistem dengan karirpet. “Nah, greading sistem ini itu kepangkatan. Jadi kepangkatan itu berdasarkan masa kerjanya, ijazahnya atau pengetahuan. Seperti itu. Nolitsnya, ” ujarnya
Sedangkan karirpet. Karirpet ini sebenarnya semua mereka tidak bisa pimpin cabang. “Inikan tidak semua nanti mereka jadi pimpin cabang. Contoh untuk analisis kredit. Kita bikin karirpet sendiri. Nah, greadnya mereka itu akan sama dengan pimpin cabang. Greadnya mereka akan sama dengan kepala devisi. Ada yang nama analisis senior, anilisis yunior, dan analisis madya. Begitu juga di manajemen resiko. Pihaknya akan bikin karirpet. D IT juga, “katanya.
Ia mengatakan Kalau keharmonisan dan Sinergitas itu dilakukan dengan baik, otomatis harmonisasi pekerjaan akan menjadi lebih baik. “Itu yang kami lakukan direktorat umum. Sehingga direktorat umum bisa mensupport , ” tuturnya. Ia menambahkan, berkaitan dengan kredit macet. Kata dia, kembali kepada integriras seseorang. “Untuk memperoleh integritas yang baik, tentu ada hal yang perlu kita lakukan. Bagaimana kita bisa memberikan pemahaman berkaitan dengan budaya perusahaan dan budaya resiko, “katanya.

Untuk memperoleh kinerja yang baik, tentu harus ada pelatihan
“Pelatihan ini meningkatkan kompetensi mereka. Dengan ada kompetensi bagus otomatis kinerjanya juga akan lebih baik, ” ujarnya. Menurutnya, Nasabah adalah yang paling utama. Karena mereka Bank ini bisa bertumbuh lebih baik. “Menabung di Bank NTT, sama dengan membangun NTT, ” cetusnya. Pada saat HUT NTT telah meluncurkan beberapa produk baru. Ia juga mengaku bangga atas kepemimpinan Plt. Direktur Bank NTT, Alex Riwu Kaho, dimana ia cukup mampu untuk memimpin Bank ini. “Sinergitas antar direksi sangat luar biasa. Bukan hanya direksi saja, namun komisaris juga, “ucapnya. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.