Dirut RS Naibonat Dimarahi Wakil Bupati Kupang

Dirut RS Naibonat Dimarahi Wakil Bupati Kupang

WAKIL Bupati Kupang Jerry Manfe meminta Dirut Rumah Sakit Naibonat dr.Erol Nenobais agar RSUD Naibonat dibenahi secara baik demi tercapainya pelayanan yang baik bagi masyarakat khususnya pasien, hal ini disampaikannya saat melakukan sidak untuk kedua kalinya pada 8/5/19. “Saya minta agar rumah sakit ini segera di benahi dan jangan kamomos (kotor dan jorok) seperti ini mana pasien mau sembuh kalau model rumah sakit kamomos dan tidak teratur seperti ini.”pintanya.
Dia dengan tegas meminta agar rumah sakit Naibonat harus di perbaiki dan tidak nampak seperti kandang hewan. Karena baginya tampat tersebut menjadi tempat untuk menyembuhkan pasien yang Sakit. “Mana pasien mau sembuh kalau rumah sakitnya saja jorok dan tidak teratur seperti ini. AC tidak berfungsi, plafon sudah rusak, tembok kotor, lantai berlubang, ruangan berserakan, kasur kotor dan berdebu mau jadi apa kita seperti ini pak dokter” Tanya Manafe.
Sementara nampak Dirut RSUD dr.Erol Nenobais masih tetap tenang dan berusaha untuk menjelaskan kepada Wakil Bupati bersama TP4D, kendatipun dia terus dihujani pertanyaan, ejekan dan sindiran yang menyakitkan hati namun nampaknya dia Tetap setia mendampingi Tim sampai selesai proses sidak. Beberapa pejabat Rumah sakit lainnya menghilang dan tidak nampak menemani dirud RSUD, hanya nampak kepala Tata usaha Maher Ora dan Corinus Tabelak yang terkadang menarik napas panjang dan membisu.
Salah satu security yang mengikuti dirut dari belakang terus memperhatikan pimpinannya dari jauh dan hanya bisa terdiam menyaksikan pimpinan daerah memarahi dan mengancam dirut rumah sakit dr.Erol Nenobais. Sambil menundukan kepalanya dia berkata “katong pung bos kena mangomel dari pak wakil. Katong mau bilang apa, katong hanya bisa diam sa” ucapnya dengan nada rendah menggunakan bahasa kupang ketika didekati media ini.
Tenaga kontrak lainnya lari berhamburan dan menyembuyikan diri ketika dirut diadili oleh Wakil Bupati. mereka bersembunyi dan tidak menampakkan wajah saat Wakil bupati menanyakan Rumah sakit dipenuhi belukar dan nampak seperti hutan. Pada momen ini ada seorang tenaga kontrak yang entah siapa namanya bersungut-sungut dan mengatakan ‘banyak tenaga kontrak tetapi mereka titipan Dewan jadi pak Dirut mau bilang apa’ mau omong salah mau ngamuk salah, su jadi masalah begini ya, bapak tua yang kena batu, trus dong yang kontrak kiki -kaka di luar sana’.ucapnya dengan nada kesal.
Pantauan media ini, sidak yang dilakukan Oleh Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, SH,M.Th untuk kedua kalinya ini, diikuti oleh Tim Pengawalan Pemantau Pemerintah Daerah (TP4D) diantaranya Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan SIK. Ketua pengadilan Negeri Kabupaten Kupang Decki Ariyanto Safe Nitbani, SH,MH Kejari Oelamasi Ali Sunhaji, serta dandim 1604 Kol.Kav. F.X Aprilian Setyo Wicaksono, S.sos juga sangat kaget karena dalam pantauan mereka ternyata alat kesehatan dan ruangan berserakan sekali. bahkan diujung atas persis dekat atap rungan tidak di plester karena tertutup dengan plafon. Atas temuan ini secara kasat mata sudah bisa dipastikan kinerja kontraktor dalam menyelesaikan rumah sakit diduga merugikan keuangan negara. ♦ voicetimor.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.