DPRD Minta Bupati Ende Perhatikan Nasib Tenaga Medis Honorer

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ende telah berjanji untuk menempatkan tenaga medis non PNS di Rumah Sakit Pratama, Tanali, Kecamatan Wewaria. Anggota DPRD Ende, Vinsen Sangu menyentil perhatian pemerintah terutama terhadap kesejahteraan tenaga medis honorer. Menurut dia, masih banyak yang ditemukan di pelosok Kabupaten Ende, para tenaga medis honorer yang belum diperhatikan oleh pemerintah.
Tenaga honorer, baik bidang kesehatan maupun pendidikan, menurut Vinsen, ialah pahlawan yang juga merupakan tanggung jawab pemerintah.
Sebab, mereka juga turut bekerja dan membantu daerah baik dalam urusan kesehatan maupun sumber daya manusia. “Untuk itu pak Bupati, tolong perhatikan juga mereka. Mereka (honorer) adalah pahlawan daerah dan tidak boleh diabaikan,” kata Vinsen, Ketua Komisi III saat acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Prodi Keperawaan, Akper Ende, Sabtu 30 November 2019 pagi.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ende telah berjanji untuk menempatkan tenaga medis non PNS di Rumah Sakit Pratama, Tanali, Kecamatan Wewaria. Rumah sakit tersebut dibangun untuk melayani masyarakat di wilayah utara, Kabupaten Ende. Selama masa kampanye Paket MJ jilid 2, tenaga honorer diberi harapan dengan menempatkan di rumah sakit tersebut.
Dengan itu, Vinsen mengharapkan agar proses pengerjaan rumah sakit tersebut segera diselesaikan untuk dapat difungsikan oleh masyarakat.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Muna Fatma menyatakan bahwa RS tersebut akan beroperasi pada Tahun 2020.
Pernyataan ini melenceng dari sikap pemerintah sebelumnya yang disebutkan beroperasi pada tahun ini.
“Untuk para honorer yang bekerja di Rumah Sakit Umum Ende untuk bersiap-siap pindah ke Rumah Sakit Pratama. Nah, nanti tidak semua honorer, ada juga beberapa orang PNS yang juga akan mengisi tugas disana,” kata Muna saat sambutan HKN 2019 di Akper Ende. ♦ voxntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.