DPRD NTT Pertanyakan Ijin TKA Di PT Ice

DPRD NTT Pertanyakan Ijin TKA Di PT Ice

KETUA Komisi V DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Jimi Sianto meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Nakertrans) NTT untuk mengecek tenaka kerja asing (TKA) yang ada di PT Ice Maju Bersama. “Kami tidak tahu, apakah pekerja asing di perusahaan itu telah mikiki dokumen ketenagakerjaan atau tidak, sehingga harus do cek oleh Nakertrans,” kata Jimi kepada media ini, Selasa, 4 September 2018.
PT Ice diketahui mempekerjakan dua warga negara asing asal Cina. Bahkan, papan pengumuman dalam perusahaan itu ditulis gunakan bahasa mandarin dan Indonesia. Dia mengingatkan Nakertrans agar tegas terhadap warga asing yang bekerja di NTT. “Nakertrans jangan masa bodoh dengan masalah ini, harus proaktif cek para pekerja itu,” katanya.
Kepala Dinas Nakertrans NTT, Bruno Kupok mengatakan ijin bagi pekerja asing dikeluarkan oleh Kementrian Tenaga Kerja, sehingga dia mengaku belum mengetahui, apakah pekerja itu sudah miliki ijin atau belum. “Ijin bagi pekerja asing dikeluarkan oleh Kementrian. Kami hanya terima laporan. Saya akan cek, apakah sudah ada laporan itu atau belum,” katanya.
Dia mengatakan kewenangan daerah hanya melakukan perpanjangan dokumen bagi pekerja asing, jika sudah dua tahun bekerja di NTT. “Kami sudah ada Perda tentang perpanjangan ijin tersebut, sehingga menjadi kewenangan kami,” tegasnya. Dia mengaku jumlah pekerja asing di di NTT mencapai 160 orang, dan rata-rata mereka bekerja di bidang kerohanian dan pendidikan. “Kami harapkan tidak ada tenaga kerja asing yang tidak terdaftar saat bekerja di NTT,” tegasnya. ♦ nttterkini.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.