Dualisme Kelola Air Kota Kupang, Ini Kata Jonas Salean

Dualisme Kelola Air Kota Kupang, Ini Kata Jonas Salean

 

 

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) berencana akan mengakhiri dualisme pengelolaan air bersih antara Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten dan PDAM Kota Kupang yang selama ini terjadi. “Air bersih itu penting dan jadi perhatian Gubernur terutama penyelesaian masalah dualisme PDAM agar jangan ada dua PDAM di Kota Kupang lagi. Kita dorong di tahun 2021 ini segera diselesaikan,” kata Anggota DPRD NTT, Jonas Salean, Jumat, 9 Oktober 2020.
Menurut dia, persoalan dualisme ini menjadi perhatian serius di tahun 2021, jika instalasi pengelolaan air bersih di lokasi Kali Dendeng sudah beroperasi, maka secara otonom akan dikelola PDAM Kota Kupang, sedangkan bagi PDAM Kabupaten akan mengurus produksi air dari Bendungan Tilong. Karena sesuai hasil kesepakatan dan perhatian pemprov serta pemerintah pusat atas usulan dari Pemkot Kupang guna peningkatan air bersih dengan pembanguanan instalasi air di lokasi kali Dendeng.
Dan ketentuan lainnya jika PDAM Kota Kupang mengambil air dari bendungan Tilong, maka akan langsung dibayarkan ke pemerintah kabupaten. “Ini rencana pemprov agar supaya musim kemarau seperti sekarang tidak kesulitan lagi dan saya kira kabupaten akan mengurus yang Bendungan Raknamo, sedangkan kota urus yang kota, sehingga terfokus, jangan kabupaten urus di kota, kota urus sendiri lagi, padahal sumber air hanya satu,” kata Jonas.
Dualisme PDAM akan segera dituntaskan dan menjadi prioritas pemprov di tahun 2021 agar persoalan air bersih menjadi terfokus dan mengurangi kesulitan pemenuhan kebutuhan air bersih, minimal dapat mengurangi kesulitan air bersih. ♦ nttterkini.id

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.