Felix Konyer PRR, Tetap Kreatif di Usia Senja

Felix Konyer PRR, Tetap Kreatif di Usia Senja

♦ Segera Terbitkan Mingguan, “Ceria Lansia NTT”

 

NAMA Felix Parera cukup dikenal dikalangan orang Maumere dan pada khususnya NTT. Dikenal sebagai PNS atau ASN yang rajin dan jujur serta berbededikasi tinggi. Ketika masih aktif sebagai PNS, Felix aktif membina organisasi drumband di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum NTT. Ia mengaku tidak sempat istirahat usai kantor, dan langsung bergabung dengan anak-anak untuk lantihan drumband. Drumbanda PUPR melejit atas pembinaannya.
Kini, diusia senja 68 tahun, Felix Parera masih semangat. Bahkan Felix punya banyak ide cara memacu kehidupan kaum Lansia di NTT supaya tetap semangat. Dalam rangka memotivasi hidupnya berguna bagi banyak orang, khususnya kaum Lansia, Felix sudah menghimpun beberapa anak muda, antaralain, mantan Ketua KPU Kota Kupang Marianus Minggo, Bunga, dan sejumla anak muda menerbitkan Mingguan Ceria Lansia NTT.
Rencana ini disambut ria Ketua Komda Lansia NTT Josef Nae Soi, yang juga Wakil Gubernur NTT, Hermanus Man, Wakil Walikota Kupang dan kaum Lansia lainnya seperti Soter Parera. Dari kalangan Lansia lain pun mendukung rencana ini, supaya kaum lansia di NTT tetap semangat. ” Ini ide bagus dan saya mendukung,” kata dr. Husein Pancratius, mantan Kadis Sosial NTT.
“Rencana ini pasti jadi, karena Tuhan pasti membantu melalui sesama yang peduli akan kaum Lansia di NTT,” kata Parera dengan nada semangat kepada EXPONTT Sabtu 12 September 2020.
Ada kisah lalu, tentang Lagu Anggur Merah yang didendangkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, di bawah pohon Ketapang, halaman Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Jalan W.J. Lalamentik, Jumat 3 Desember 2010, berhasil meraup dana Rp 65 juta hanya dalam tempo kurang dari 10 menit. Dalam acara ini, ada peran Felix Parera.
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, hadir di Dinas PU NTT untuk mengikuti puncak perayaan Hari Bakti ke-65 Pekerjaan Umum.Uang sebesar Rp 65 juta ini disumbangkan sejumlah mitra Dinas PU NTT saat lagu Anggur Merah itu di lelang secara terbuka usai Gubernur Frans Lebu Raya menyanyikan lagu itu. Sementara Kabid Cipta Karya, Ir. Fransiskus Pangalinan yang berada di samping Andre mengangkat dua jari, namun Keke meminta Frans menaikkan sumbangan sehingga Frans pun mengangkat 5 jari, yang artinya menyumbangkan Rp 5 juta. Selanjutnya, sejumlah mitra pun menyumbangkan angka yang sama seperti Direktur PT Alam Indah Cendana Lestari, Gunawan, Kepala Cabang PT Virama Karya, Largus Sabi, serta sejumlah BUMN seperti PT Waskita Karya diwakili, Ir. Detik, Kabid Bina Marga, Ir. Yosep Lewa, MT, Kepala BWS NT II, Ir. T Iskandar, MT, serta Ir. Ferdy Kana Lo, MT, mewakili Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah VIII hingga terkumpul angka Rp 65 juta.
Suasana Hari Bakti ke-65 PU juga dimeriahkan Buldoser Drum Band di bawah pimpinan Feliks Parera dan pertunjukan Taekwondo. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.