FIRMANMU 22 Agustus 2017 – 22 Agustus 2020 “Sudah Berbuah”

FIRMANMU 22 Agustus 2017 - 22 Agustus 2020 “Sudah Berbuah”

♦ Catatan Wens John Rumung

 

“Berbuah”, satu kata yang pas dilantunkan untuk pasangan FIRMANMU atau Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man memimpin Kota Kupang selama tiga tahu 22 Agustus 2017-22 Agustus 2020. FirmanMU dalam memimpin dan melayani rakyat Kota Kupang tidak bermegah tetapi kerendahan hati, kesabaran, tulus melayani dengan perbuatan nyata. Tiga tahun memimpin, Jerfri Riwu Kore sebagai Walikota dan Hermanus Man sebagai wakil sudah bergandengan tangan memajukan Kota Kupang. Fakta bahwa Kota Kupang sudah mengalami kemajuan dan perubahan tidak dapat dibantah. Ada perubahan berkat sentuhan tangan kasih Paket yang dijuluki FIMANMU ini.
FIRMANMU adalah sahabat rakyat Kota Kupang. Keduanya dicintai rakyatnya, keduanya tak sekadar janji ketika kampanye pada tiga tahun lalu supaya dipilih rakyat dan menjadi pejabat. Keduanya tidak menyomobongkan diri ketika sudah menjadi pejabat pentingi Kota Kupang ini, tetapi keduanya menjadi pelayan yang melayani dengan sungguh. Media cetak, media sosial tidak terlihat kedua diberitakan bermegah hati, tetapi saban waktu, siang dan bahkan malam, mendatangi rakyatnya yang sedang kurang beruntung bahkan Sang Walikota seakan menyantuh dengan orang-orang kecil.
Tidak hanya mendatangi, tetapi memberi apa yang dia punya, yang ada dianggaran APBD Kota Kupang.
Belanja daerah, biaya perjalanan dinas dan biaya pada dinas yang dianggap kurang penting dipangkas Sang Walikota demi membiayai pos-pos pelayanan bagi mereka yang sedang membutuhkan. Karya FIRMANMU sudah berbuah, jangan kau bantah, lihatla perubahan wajah Kota Kupang. Setiap tamu yang turun dari Bandara El Tari Kupang pasti berdecak kagum,” Wauh, Kota Kupang sudah maju.”
Lihatla taman-taman kota, Taman Adipura seakan menyambut setiap tamu yang datang. Ada tulisan menyapa, Selamat datang, ada juga sapaan dalam bahasa Timor. Artinya FIRMANMU menghormati Tanah Timor, tanah leluhur. FirmanMU memang sedang berbenah menuju sebuah buah yang siap dipetik pada tahun kelima. Kalau sepanjang Jalan Frans Seda, Jalan Piet Talo, dan Jalan El Tari, sedang ada gundukan tanah, itu symbol bahwa jalan yang mengusung nama para pejabat yang pernah memimpin Nusa Tenggara Timur, akan dibenahi, dipercantik demi memuliakan nama besar para mantan pemimpin NTT di mata Sang Pencipta. FIRMANMU, sudah memuliakan rakyat Kota Kupang dengan karya tangan mereka sendiri. Rakyat Kota Kupang, sedang tidak mengalami kesusahan. Air bersih tersedia, bahkan kini ada konsep baru, Sang FIRMANMU menggandeng PDM secara khusus penguasaha air tangki. Kesembilan bahan pokok tidak pernah dikeluhkan rakyat Kota Kupang. FIRMANMU sangat menyadarkan persoalan soal Sembilan bahan pokok. Listrik yang menjadi kebutuhan rakyat Kota Kupang juga terpenuhi tanpa keluhan, semua ruas jalan terang benderang, dan malam hari Kota Kupang terkesan sedang menghibur rakyat kalah bersantai. Aseoris kota terlihat dimana-mana, megah dan mencengangkan kita yang melihatnya. Mulai dari Oesapa batas kota sampai ke Bolok. Engkau jangan komenter sebelum melihatnya disiang dan malam hari. Nyari sempurna, namun karena manusia adalah manusia yang pijak bumi ini adalah manusia dosa, maka sudah pasti belum sempurna, ada yang puas da nada pula yang kurang pas dihatinya.
Kota Kupang sudah berubah dan perubahannya akan menjadi nyata pada tahun kelima. Pentaan kedalam aparatur sipil Negara juga tak bermasalah karena tidak ada gejolak hati dikalangan ASN. Firman menjalani jabatan keduanya sesuai firman Allah. Tidak menyombongkan dan memegahkan diri. Yang terlihat dalam aksi memimpin Kota Kupang dijalani dengan cara membenah dengan ketersedian dana. FIRMANMU membina hubungan serasi dengan parlemen. Semua rencana pembangunan Kota Kupang atas persetujuan DPRD. Bahwa ada anggota dewan yang tidak sehati, adalah hal wajar dan lumrah. Tanpa perbedaan pendapat dipastikan Kota Kupang tidak berubah. Perpedaan menjadi bumbu penyedap untuk FIRMANMU memajukan Kota ini.
Saya sebagai jurnali yang mengetahui sejak Kota ini berdiri, sejak Walikota pertama Almarhum Mesakh Amalo, berikut SK. Lerik, Daniel Adoe, Jonas Salean melihat perubahan dari tahun ketahun hingga hari ini di Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-75 dan Kota Kupang berusia 24 tahun.
Tidak berpanjang kata dan kalimat, saya sebagai jurnalis yang menerbitkan banyak media seakan tumbuh dan berkembang bersama perjalanan Kota Kupang. Saya secara pribadi sebagai warga Kota Kupang sejak 1979 dan sebagai pemimin Koran Mingguan EXPONTT, dan exponttcom dari lubuk hati terdalam mengucapkan Selamat Ulang Tahun Ketiga kepada FIRMANMU, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man. Mendukung sepenuh hati, supaya FIRMANMU terus berkarya satu hati, satu kata dan perbuatan melayani rakyat Kota Kupang. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.