Forkompimda Rote Ndao, Tokoh Agama Bahas Protokol New Normal

Forkompimda Rote Ndao, Tokoh Agama Bahas Protokol New Normal

 

PEMERINTAH Kabupaten Rote Ndao bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat lintas sektor melaksanakan rapat koordinasi persiapan pemberlakuan New Normal dan evaluasi penanganan Covid-19 di wilayah tersebut, yang telah dilaksanakan sejak 03 April lalu.
Rapat yang dilaksanakan di lantai 1 kantor Bupati Rote Ndao, Selasa 9 Juni 2020 itu, dihadiri Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, Wakil Bupati Stefanus M Saek, Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Kav) Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif, Ketua PN Rote Ndao Beauty DE Simatauw, Ketua DPRD Alfred Saudila, Kapolsek Lobalain Iptu Jems Mbau mewakili Kapolres AKBP Bambang Hari Wibowo, Arkilaus Saleh mewakili Kajari Rote Ndao Indra Hadiyanto, Sekda Jonas M Selly, para pimpinan OPD terkait, Camat, Ketua MUI, Ketua Apindo, Kakan Kemenag, Kepala Bandara DC Saudale, Perwakilan UPP Ba’a, dan ASDP Ferry Pantai Baru itu, dibahas sejumlah persoalan terkait pemberlakuan New Normal di wilayah terselatan NKRI tersebut.
Pantauan wartawan, dalam rapat tersebut Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Kav) Andriyan Wahyu Dwi Atmoko mengungkapkan dalam pelaksanaan New Normal nanti, Gugus Tugas dan seluruh jajaran pemerintah, TNI/Polri, serta masyarakat jangan lengah, namun tetap waspada karena terbukti sumber penularan Covid-19 selama ini berasal dari luar Rote Ndao.
Untuk itu, kata Dandim, pintu pintu masuk tetap diawasi ketat. Rote Ndao diuntungkan karena tidak ada mall dan pusat perekonomian seperti pasar tidak seramai di tempat lain. “Kita jangan lengah namun tetap waspada. Pintu-pintu masuk tetap harus kita awasi ketat,” katanya. Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif mengatakan, perlu kesiapan dan sosialisasi lebih intens kepada masyarakat terkait protokol New Normal yang akan ditetapkan. Pertimbangkan berapa banyak pergeseran orang setiap harinya, prosedur sebelum kapal sandar harus lego terlebih dahulu perlu dipertegas, dan pengawasan sektor pariwisata perlu diperketat.
Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek menyampaikan bahwa anggaran di Dinas Kesehatan sebesar Rp 11,5 miliar belum terserap dengan optimal. Sehingga, perlu dioptimalkan dengan perencanaan yang baik terutama dalam masa New Normal untuk mempersiapkan ketersediaan rapid tes dan APD karena Covid-19 ini tidak tahu kapan berakhir.
Sekda Rote Ndao Jonas M. Selly mengatakan Rote Ndao akan menjalankan New Normal pada 15 Juni sesuai petunjuk dari Gubernur NTT melalui surat Nomor BU.440/II/Dinkes/2020.
Permintaan penyelenggaraan ibadah dari Sinode GMIT tanggal 14 Juni dan surat Ketua MUI Rote Ndao untuk mulai Ibadah shalat Jumat Tanggal 12 Juni 2020,belum dapat diizinkan karena harus menyesuaikan dengan perintah resmi Gubernur NTT, yakni setelah 15 Juni.

Ibadah Dapat Dilaksanakan
Terpisah, Bupati Paulina Haning-Bullu yang dikonfirmasi usai rapat menjelaskan, baru saja ditelepon oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang pada intinya menegaskan shalat Jumat di masjid dan ibadah di gereja sudah bisa dilaksanakan mulai 12 Juni dan 14 Juni, akan tetapi pihak masjid dan gereja harus mematuhi syarat sesuai protokol penanganan Covid-19.
“Awalnya memang kita berpedoman sesuai Surat Edaran Gubernur bahwa New Normal dimulai 15 Juni, tetapi Pak Gubernur sangat bijak beliau baru saja menelepon dan menyempaikan bahwa shalat Jumat sudah bisa mulai 12 Juni dan ibadah umum di gereja sudah bisa dimulai 14 Juni 2020 minggu ini,” kata Bupati Paulina. ‚ô¶¬†ADVETORIAL PEMKAB ROTE NDAO DAN EXPONTT

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.