FW Ende Polisikan Akun FB Sarmento Ega

FW Ende Polisikan Akun FB Sarmento Ega

FORUM Wartawan Ende (FWE), melaporkan akun Facebook Sarmento Ega dan Admin Forum Gare Bego Menuju Ende Lio Sare Pawe (FGB) ke Polres Ende atas dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan dengan nomor laporan polisi LP /121/VI/2018/Res. Ende.
Sebagai Pelapor Lexi Raja Seko yang juga wartawan Harian Timor Expres (Timex) didampingi bersama rekan-rekan wartawan, antara lain Wily Sumardin (RRI), Son Bara (Victory News), Wily Aran (Flores Pos), Jolan Rinda (TVRI), Dedi Wolo (Kabarrakyat.id), Simon Welan (Jongflores.com) dan Elton Rete (Kompas TV), mendatangi Mapolres Ende, sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa 26 Juni 2018. Dalam keterangan persnya, Lexy Raja Seko mengatakan, dalam pelaksaan tugas sebagai wartawan tidak pernah merekayasa sebuah berita, tetapi menyajikan fakta. Sehingga jika ada kebencian dari orang-orang yang terganggu dengan pemberitaan dimaklumi.
Dunia pers telah memberi ruang kepada pihak-pihak, yang merasa di rugikan, dengan pemberitaan untuk memberikan Hak jawab. Bukan malah menghina profesi wartawan.
Pada FGB, kata Aleks, ada akun FB bernama Sarmento Ega yang mengedit foto, saat rekan-rekan melakukan wawancara di Kantor Panwaslu Ende, dan diduga sengaja menulis kata-kata dengan kalimat, diantara “Pasukan Nasi Bungkus Jilid 2”.
“Kalimat ini, sebagai wartawan, kami merasa sangat terhina. Toh saat itu kami sedang menjalankan tugas peliputan malah di pelintir,” kata Alex.
Dijelaskan Alex, bahwa liputan di Kantor Panwaslu saat itu, berkaitan dengan laporan warga, bahwa ada dugaan money politik dan itu fakta, yang dalam berita ada keterangan dari narasumber yang jelas, baik pelapor dan pihak Panwaslu Kabupaten Ende bukan rekayasa yang mungkin menurut pihak diduga tim sukses salah satu kandidat merugikan mereka.
Foto yang kedua, kata Lexy Raja Seko, adalah saat debat kandidat sesion 2, pada tanggal 9 Juni, di Aula BBK Ende, yang mana ada seorang Mosalaki (Tua Adat) yang kebetulan Sepupu darinya, membawa keris ke BBK. Karena tidak diijinkan di bawa masuk oleh aparat kepolisian, karena barang tajam maka dirinya di suruh untuk mengamankan keris tersebut tetapi malah ada oknum yang foto dan mengedit dengan tulisan pada foto tersebut menuliskan, “Ini dia orang dengan profesi ganda wartawan dan dukun yang selalu menyebar hoax dan fitnah menyerang MJ”. Untuk diketahui bahwa Keris Pusaka Milik Mosalaki Wologai tersebut, selalu di bawah kemana saja, ketika Mosalaki Wologai mengenakan pakean adat kebesaran Mosalaki, tetapi malah dipelintir oleh manusia tidak bertanggung jawab.
Lanjut Leksi, kami dari Forum Wartawan Ende (FWE) juga melaporkan admin FGB yang menurut kami membiarkan akun Sarmento Ega menebarkan Fitnah terbadap profesi wartawan ini.
“Admin itu kami duga bersekongkol dengan akun FB Sarmento Ega, karena meskipun menebar fitnah bahkan menyerang pribadi orang lain, secara membabi buta, tetapi di biarkan sekian lama. Padahal FGB adalah grup privasi yang mana setiap postingan harus mendapat persetujuan dari admin,” tegas Leksi.
Sementara, Kanit 1 SPKT Polres Ende, IPDA Tommy Subardi, ketika di konfirmasi mengatakan SPKT sudah menerima Laporan Resminya dan dalam waktu 1×24 Jam akan di serahkan ke Sat. Reskrim.
Untuk proses selanjutnya nanti Sat. Reskrim yang akan melakukan pemeriksaan dan pemanggilan saksi-saksi baik pelapor maupun terlapor. ♦ kabarrakyat.id

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.