Gila! Di Ende: Bayi 9 Bulan Diculik Dibunuh dan Dibuang

Gila! Di Ende: Bayi 9 Bulan Diculik Dibunuh dan Dibuang

MASYARAKAT Kabupaten Ende Jum’at 26 Oktober 2018 dini hari, heboh bayi 9 bulan hilang dan ditemukan tewas dipinggir sungai tidak jauh dari rumah orang tua korban di Desa Loboniki, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, NTT.
Kapolres Ende AKBP Ahmad Muzayin kepada Wartawan Minggu 28 Oktober 2018, menjelaskan setelah mendapat Laporan dari Keluarga Korban pada hari Jumad pukul 11.30 di Polsek Maurole bahwa ada Seorang bayi berusia 9 Bulan Hilang, Polres Ende membentuk Tim guna membantu Polsek Maurole melakukan pencarian.
Selanjutnya sekitar Pukul 12.30 Tim Gabungan mendapat Informasi bahwa Bayi tersebut di temukan sudah meninggal dunia di pinggir sungai Desa Loboniki yang berjarak sekitar 500 Meter dari rumah orang tua korban dalam kondisi di tutupi celana jeans dan bekas Luka di seluruh Tubuh Korban.
Tim Gabungan akirnya membawa Korban untuk di lakukan Visum di Puskesmas Kecamatan Kota baru. Berdasarkan hasil visum dokter di Puskesmas Kota Baru.
Hasil visum, kata Kapolres Muzayin di temukan adanya tindakan kekerasan visik dan seksual sebelum di bunuh.
Dari Hasil olah TKP dan keterangan saksi di temukan petunjuk mengarah pada SM elias Sipri, elias Anis 37 tahun warga Desa Rangalaka kecamatan Kota Baru .
Hasil introgasi dan uji Alibi dan barang bukti berupa baju kaos yang di buang pelaku, maka Penyidik menetapkan SM sebagai pelaku utama pembunuhan Bayi 9 bulan tersebut. Pada 27 Oktober 2018 penyidik melakukan rekonstruksi di lokasi penemuan jasad bayi, pelaku dapat mengulang dan memperagakan perbuatannya mulai dari penculikan sekita Pukul 02.00 dini hari, membawa korban, membunuh dan meninggalkan korban di kali Ndondo Desa Loboniki.
Pelaku adalah warga desa tetangga yang berjarak sekitar 5 km namun dalam keseharian pelaku sering bermain ke Desa Loboniki. Ketika di tanya apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau dendam dengan orang tua korban Kapolres Achmad Muzayin mengatakan akan mendalami pemeriksaan dan meminta pihak RS untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.
Akibat perbuatannya Pelaku di kenakan Pasal 80 ayat 3, pasal 81 ayat 1 dan pasal 83 ayat 1 KUHP Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman Pidana 15 tahun Penjara.
Kepada masyarakat dan keluarga dirinya menghimbau untuk tetap tenang dan jangan percaya isu profokatif yang beredar.
Sementara Kasat Reskrim Polres Ende Iptu Sujus Alif Yulamlam SIK menjelaskan saat ini Pelaku di tahan di Rutan Polres Ende.
Hadir saat menggelar Pres Confrens Waka Polres Ende Kompol Marten Kana dan Kasat Reskrim Polres Ende Iptu Sujud Alif Yulamlam Sik. ♦ kabarrakyat.id

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.