GMIT Kandale dan Alukama jadi Jemaat Mandiri

GMIT Kandale dan Alukama jadi Jemaat Mandiri

SETELAH melalui perjalanan panjang selama 21 tahun,dua Pos Pelayanan di lingkungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Syalom Mokdale, yakni Pos Pelayanan Anugerah-Kandale dan Gracia-Alukama, akhirnya dinaikkan statusnya menjadi Jemaat Mandiri.
Bupati Rote Ndao, Waki Bupati Dan Ketua Sinode GMIT Saat menghadiri pelepasan dua Pos Pelayanan Di GMIT Syalom,Minggu 14 Juli 2019
Acara pengresmian dua mata jemaat baru tersebut dilaksanakan, Minggu (14/07/2019), melalui Ibadah Pelepasan dan Penyerahan Akta Kemandirian yang dipimpin langsung Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt Dr Merry Kolimon, S.Th, dihadiri ribuan Jemaat Syalom Mokdale, serta dihadiri pula oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE, didampingi Wakil Bupati Stefanus Saek, M.Si dan Sekda Rote Ndao Drs Jonas M Selly, MM.
Prosesi berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita dengan balutan tradisi Budaya Rote. Para tamu yang hadir disambut dengan tarian adat khas Rote Ndao.
Soleman Dae Panie yang didaulat membacakan sejarah awal mula pendirian dua Pos Pelayanan GMIT Syalom Mokdale menjelaskan, 21 tahun lalu tepatnya 10 April 1998, anggota jemaat memulai kegiatan ibadah minggu di Pos Pelayanan Kendale. Sehungan dengan itu pada Juni 1998, di mulai pembangunan gedung gereja darurat. Sementara pada Oktober 1998, Jemaat Alukama-Samboku mengikuti jejak Kandale dengan pembangunan gereja dengan harapan kelak beribadah sendiri di Alukama.
Tahun 2006 Majelis Jemaat Syalom Mokdale selaku gereja induk mulai memberikan perhatian serius pada pembangunan gedung gereja di Kandale dan Alukama melalui alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Majelis dan melalui Tu’u melibatkan seluruh anggota Jemaat Syalom Mokdale hingga tahun 2019.
Dengan terbentuknya Jemaat Anugerah Kandale dan Jemaat Sola Gracia Alukama, terpisah dari Jemaat Syalom Mokdale yang sebelumnya berangotakan 634 Kepala Keluarga (KK), dengan 2.205 jiwa dan 1.365 anggota Sidi akan mengalami penurunan. Di mana Jemaat Anugerah Kandale yang telah terbentukan berangotakan 78 KK dengan 310 jiwa, termasuk 179 Anggota Sidi. Sementara Gereja Sola Gracia Alukama berangotakan 99 KK dengan 341 Jiwa termasuk 227 anggota Sidi.
Dengan demikian Gereja Syalom Mokdale mengalami kekurangan jiwa sebanyak 177 KK dan 651 Jiwa dan 406 Anggota Sidi. Jadi terjadi penurunan jumlah Jemaat Syalom Mokdale akan tersisa 457 KK dengan jumlah 1.554 Jiwa, dan 959 anggota Sidi.
Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE dalam sambutannya mengatakan, mewujudkan masyarakat yang religius adalah salah satu visi atau program pemerintah daerah yang bertujuan memantapkan keimanan kepada Tuhan.
Sebagai pemerintah tentunya sangat bangga atas perjuangan warga Jemaat GMIT Syalom dan kedua Pos Pelayanan tersebut karena dengan dana yang terbatas mampu membangun gereja yang walau sangat sederhana, namun sangat representatif sebagai sebuah jemaat mandiri.
Paulina berharap dengan dinaikkannya status kedua Pos Pelayanan menjadi Mandiri, hendaknya Sinode GMIT menempatkan pelayan untuk melayani kedua jemaat itu.
Bupati juga berjanji akan memberikan bantuan kepada dua gereja Anugerah Kandale dan Jemaat Sola Gracia Alukama masing-masing senilai Rp 50.000.000.
“Tahun ini pemerintah memberikan anggaran Rp 100 juta untuk masjid dan Rp 100 juta untuk gereja. Saya berharap segera berkoordinasi dengan Sekda, agar memasukan proposal untuk pencairan dana sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” kata Paulina disambut tepuk tangan seluruh jemaat yang hadir.
Ketua Sinode GMIT Pdt Dr Merry Kolimon mengatakan, diharapkan dengan dimandirikannya dua pos pelayanan tersebut dapat dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan umat setempat.
Pdt Merry juga memberikan apresiasi kepada sejumlah jemaat Tuhan baik yang ada di Gereja Induk Syalom Mokdale dan dua Pos Pelayanan yang baru dimandirikan, dan berharap kerja keras dan kerja bersama yang selama ini menjadi spirit jemaat, terus dijaga dan dipertahankan ke depan.
Ia juga berjadi Sinode GMIT dalam waktu dekat akan menempatkan pelayanan baru dia dua gereja yang hari ini menerima Akta Kemandirian itu.
“GMIT juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah membantu dua gereja baru ini.
Gereja terus akan mendukung semua program kerja pemerintah demi kepentingan seuruh masyarakat dan jemaat,” ujar Merry.
Ketua Panitia Ibadah Pelepasan Pos Pelayanan Kandale dan pos pelayanan Sambuu Fons C Saek, S.Sos memberikan apresisi kepada semua pihak yang membantu terlaksanannya kegiatan tersebut.
Ia berharap kedua pos pelayanan yang hari ini mendapatkan Akta Kemandirian tidak bekerja sendiri, tetapi ke depan melangkah bersama untuk kemajuan jemaat Tuhan. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.