Gubernur Apresiasi Pemkab Rote Dalam Mengawal Pembangunan Mulut Seribu

Gubernur Apresiasi Pemkab Rote Dalam Mengawal Pembangunan Mulut Seribu

 

GUBERNUR NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi Pemkab Rote Ndao yang siap menindaklanjuti kebijakan Pemprov NTT terkait pengembangan destinasi unggulan di kawasan wisata Mulut Seribu.
Menurut Gubernur VBL, dari tujuh destinasi inggulan yang dibangun Pemprov NTT tahun 2019, Mulut Seribu merupakan yang pertama kali diresmikan. Enam lainnya belum bisa diresmikan karena belum siap. Hal ini menunjukan, bupatinya terlibat langsung mengawal apa yang diberikan provinsi. “Yang paling siap itu Rote Ndao. Berarti kalian (Dinas Parekraf NTT) kalau tidak ada bupati, maka kalian tidak siap. ini harus dijadikan pelajaran agar kita harus mampu membangun pariwisata NTT,” kritik Gubernur VBL.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao di Mulut Seribu sangat luar biasa. Pembangunan fasilitas ini memang uang dari Pemprov, tetapi jika bupati tidak terlibat, mungkin tidak jadi seperti yang diharapkan.
VBL mengatakan mindset Pemkab Rote Ndao sudah berada pada jalur yang benar dalam membangun sektor pariwisata dengan baik. Mulut Seribu ini akan menjadi Candradimuka untuk membangun community based tourism. “Jangan sekali-kali dengan adanya ini mindset Pemkab hanya ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), mindsetnya harus bagaimana masyarakat tumbuh ekonominya,” ujar Gubernur VBL.
Ke depan, kata VBL, yang dimimpikannya adalah pariwisata Rote bertumbuh bukan karena kelompok elite yang luar biasa, tetapi community based yang luar biasa.
Untuk itu, kata Gubernur VBL, Pemkab harus mempersiapkan masyarakat lokal untuk menjadi chef, house keeping, front officcer, dan lain-lain, agar bisa mengelola dengan baik dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Rote.
Selain itu, kata VBL, Pemkab juga harus menjamin suplay change (rantai pasok) tidak boleh datang dari luar, infrastruktus jalan harus diperhatikan untuk memudahkan akses, Puskesmas di Landu Leko sini juga lengkap dokter dan peralatan medisnya, minimal di bawah satu tingkat dari RSUD Ba’a. “Saya dapat pastikan pertumbuhan ekonomi Rote Ndao akan berkembang pesat, jika semua yang saya sampaikan ini tersedia dan terjaga kesinambungannya dalam mendukung pariwisata,” ujar VBL.
Terpisah Kadis Parekraf NTT Wayan Dermawa menjelaskan, Mulut Seribu merupakan salah satu destinasi wisata baru yang dipromosikan oleh Gubernur NTT, yang didukung oleh Pemkab Rote Ndao, ke depan akan menjadi destinasi yang prospektif.
Menariknya, kata dia, sebagai destinasi bahari dengan pulau-pulau kecil sekitar 21 buah, mana kala dibangun akses langsung dari Kupang langsung ke Mulut Seribu dengan paket wisata kapal, mungkin akan mengatasi kendala masih rendahnya daya dukung aksesibilitas ke objek wisata ini.
Ia mengatakan, untuk menggairahkan desatinasi ini, salah satu yang didorong oleh Pemprov adalah mengembakan even festival, misalnya macing, perahu hias, dan event-event budaya yang ditumbuhkan dari desa-desa yang ada di sekitar Desa Daiama.
Ia mengakui setelah dibangun cottage dan resto, sudah ada tanda perkembangan yang luar biasa, contohnya masyarakat sudah mulai membangun warung yang cukup representatif di depan Mulut Seribu. “Dahulu waktu peletakkan batu pertama warung-warung ini belum ada. Ini suatu pertanda bahwa masyarakat juga menangkap potensi ini. Juga sudah dibangun puluhan home stay milik warga, sebagai bagian dari bagaimana kesiapan masyarakat menyambut wisatawan,” kata dia. Menurutnya, potensi Mulut Seribu ini bisa menjadi alternatif untuk wisatawan yang senang tantangan wisata bahari dan endemik tanaman yang umurnya ratusan tahun.

Wisata Mulut Seribu
FASILITAS objek wisata Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, yang dibangun Pemerintah Provinsi NTT sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, Senin 15 Juni 2020 diresmikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).
Fasilitas objek wisata yang diresmikan, yakni empat unit penginapan (cottage) berkapasitas 10 kamar, yang diberi nama bernuansa Rote ‘Pia Heu Victory’, dan satu unit resto yang dinamai Mama Hoko Resto, yang telah dibangun Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT tahun 2019 lalu.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur VBL, dan penekanan tombol sirene bersama Gubernur NTT, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu dan Wakil Bupati Stefanus M Saek, disaksikan Wakapolda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma serta Forkopimda Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Pulina menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah menetapkan dan mengembangkan kawasan wisata Mulut Seribu sebagai prioritas. Masyarakat Rote Ndao bersyukur dan menjadikan kesempatan ini sebagai motivasi agar lebih berinvonasi dalam menata objek wisata ini ke depan.
Bupati Paulina berharap Pemprov NTT terus mendukung dengan membantu memperkenalkan Mulut Seribu dan objek-objek wisata lainnya di Rote, agar pariwisata Rote bisa maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara Gubernur VBL dalam sambutannya mengatakan, secara kasat mata masih ada kekurangan dalam pembanguna cottage dan resto tersebut tetapi ia memakluminya sebagai tahap belajar membangun community based tourism (pariwisata berbasis masyarakat).
Menurutnya, tujuan Pemprov NTT bersama Pemkab Rote Ndao membangun fasilitas ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat Rote Ndao menjadi masyarakat yang berpikiran maju yang mampu mengelola tempat ini. “Yang mengelola tempat ini harus masyarakat. Lembaganya bisa koperasi atau BUMDes, tetapi masyarakat yang mengerjakannya. Pendampingan harus terus dilakukan oleh pemerintah, namun secara pelan-pelan pemerintah bergeser dan masyarakat yang kelola sendiri,” katanya.
Gubernur VBL berharap masyarakat di Mulut Seribu harus mendapat bimbingan berkelanjutan dari Disparekraf NTT dan Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Nda agar nantinya masyarakat dalam mengelola dapat memberikan pelayanan bagi para wisatawan mancanegara maupun domestik. Ia menegaskan, fasilitas yang dibangun harus dijaga. “Ciri khas pemerintah masa lalu itu hobi membangun tanpa memelihara dan memanage. Jadi, kita harus mulai kembalikan kepada fungsi semestinya, membangun dan memanage. Tempatnya sudah jadi, masyarakatnya juga harus jadi lebih baik dalam mengelola objek wisata ini. Saya harapkan ke depan Mulut Seribu menjadi tempat stimulus pembangunan pariwisata di seluruh Rote,” katanya. Gubernur VBL datang bersama rombongan, yang terdiri dari Wakapolda NTT Brigjen Pol Johny Asadoma, Asisten II Samuel Rebo, Kadis Parekraf Wayan Dermawa, Kadis Kelautan dan Perikanan Ganef Wurgiyanto, Kadis Sosial Messe Ataupah, Karo Humas dan Protokol Jelamu Ardu Marius, Staf Khusus Pius Rengka, David BW Pandie, Tony Jogo, Rocky Pekujawang, dan Imanuel Blegur.
Sementara hadir dalam acara peresmian, selain Bupati dan Wakil Bupati, juga Kapolres Rote Ndao AKBP Bambang Hari Wibowo,Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Kav) Andriyan Wahyu Dwi Atmoko, Danlanal Pulau Rote Letkol Laut (P) Anis Latif, Kajari Rote Ndao Indra Hadiyanto, Ketua PN Rote Ndao Beauty DE Simatauw, dan Ketua DPRD Alfred Saudila, Sekda Jonas M Selly, para Asisten dan pimpinan OPD, para Camat, kepala desa/lurah, serta masyarakat. ♦ ADVETORIAL KERJASAMA EXPO NTT DAN PEMKAB ROTE NDAO

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.