Gubernur NTT: Alex Riwu Kaho, Bisa Pimpin Bank NTT

Gubernur NTT: Alex Riwu Kaho, Bisa Pimpin Bank NTT

 

GUBERNUR NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berpendapat,” Aleks Riwu Kaho bisa pimpin Bank NT. Dia sudah pengalaman, kita harapkan Dia bisa melakukan perubahan-perubahan dalam tubuh Bank NTT. Saya liat anaknya bae.” Hal ini dikemukakan Gubernur NTT dalam obrolan lepas soal Bank NTT di Taman 4 Pohon di Pota Manggarai Timur 25 Juni 2020 pagi.
Dalam obrolan lepas di pagi hari itu, banyak berkisah masalah Bank NTT yang terus dirundung berbagai beban memasuki HUT yang ke-58 pada 17 Juli 2020. Gubernur berharap, Aleks Riwu Kaho dan kawan-kawan direksi segera melakukan perubahan dan membawa bank NTT yang lebih maju dan modern memajukan dan membiayai pembangunan NTT.
Alex Riwu Kaho dalam jabatannya saat merangkap jabatan. Alex Riwu Kaho . Sementara Direktur Kepatuhan tetap dipegang Hilarius Minggu. Direktur Umum Yohanis Landu Praing. Juvenile Jodjana menyebut Alex Riwu Kaho akan disiapkan mengikuti fit and proper test dari OJK.
Daftar Direktur Bank NTT
Dirut (nonaktif) : Izhak Eduard Rihi
Dir.Kredit merangkap Plt. Dirut : Harry Alexander Riwu Kaho (sebelumnya Dir. Dana)
Dir.Dana : Absalom Sine (sebelumnya Dir.Kredit)
Dir.Umum : Yohanis Landu Praing (tetap)

Aleks Lebih Pas
Dir. Kepatuhan : Hilarius Minggu (tetap)
Menurut mantan Dirut Bank NTT Amos Corputy,” Aleks Riwu Kaho lebih pantas duduki jabatan Dirut Bank NTT. Aleks tu mulai dari bawa, dari staf biasa, kepala cabang dan direktur. Semua sudah Aleks jabat dan sudah berpengalaman. Kalau Pak Izhak kan dari IT. Jadi kalau tidak capai target yang ditentukan pemegang saham harap dimaklumi. Kalau saya lebih mendukung Pak ALeks jadi Ditrut Bank NTT. Dia professional sejak 1998?
Kepada EXPONTT 8 Mei 2020, Amos berpendapat,” Ada komisaris sebagai pengawas, sebagai wasit. Kalau dalam perjalanan wasit tidak awasi betul ya, jelas Dirutnya tidak capai. Kalau wasit ikut bermain ya repot. Lagi-an wasit juga tidak paham soal perbankan, malah jadi komisaris utama. Bank NTT yang saat ini sedang sakit dan sekarat seharusnya bisa disembuhkan kalau dipimpin oleh orang yang bisa. Banyak sekali persoalan kedalam mulai dari kredit macet dan hingga saat ini sudah capai 300 miliar. Karena kurang teliti. Staf saja pernah masuk penjara, karena kredit. Kalau pengajuan kredit ternyata barang jaminan bohong yang jelas bank rugi.
Kedua, gaji karyawan sampai dirut harus dirasionalisasi. Gaji dirut Rp 60 juta perbulan, belum lagi para direktur, kepala divisi dan lain-lain. Habis Djodjana gayanya seperti Ahok, orang omong tidak mau dengar. Yang duduk di Komite tu mesti orang professional.”
Amos Corputy yang pernah jadi Dirut Bank NTT dan membangun Gedung Megah Bank NTT berlantai lima itu berkisah banyak tentang isi dapur bank NTT tetapi Amos mengaku sayang menyayangkan kalau reputasi Bank NTT turun. Mantan Dirut Daniel Tagu Dedo senada dan sependapat dengan Amos Corputy. “Saya sangat kenal Aleks, jujur tetapi tidak banyak omong, lebih pada kerja,” kata Daniel Tagu Deno menjawab EXPONTT.

Bank NTT Berusia 58 Tahun
JAJARAN Direksi Bank NTT gelar aneka aktivitas sosial menyambut HUT ke 58 Tahun tanggal 17 Juli 2020.
Dipimpin Plt. Dirut Aleks Riwu Kaho telah melalkukan Road Show Aksi Sosial secara serempak ke 10 panti asuhan di wilayah Kota dan Kabupaten Kupang, awal Juli lalu. Bakti sosial berupa anjangsana kesepuluh panti asuhan yaitu Panti Asuhan Sonaf Maneka Lasiana, Panti Asuhan Alma Baumata, Panti Asuhan Muhammadyah Kayu Putih, Panti Asuhan Agape, Panti Asuhan Alma Sikumana, Panti Asuhan Al-Atin Namosain, Panti Asuhan Syalom Belo, Panti Asuhan Al-Hikmah Namosain, Panti Asuhan Alma Souverdi, Panti Asuhan Ebenhaezer Oeba. Sepulu panti asuhan ini menerima bantuan berupa paket wadah cuci tangan, yakni profil tank dan sabun cuci tangan. Selain itu, bantuan sembako juga diberika berupa beras, telur, minyak goreng, dan mie instan.
Direksi juga memberi sumbangan alat pengaman diri atau APD ke RSUD S K Lerik, dan RS St Carolus Borromeus Bello. CSR .
Selanjutnya, ada pula aksi donor darah yang dilakukan pada Jumat 3 Juli 2020 di kantor PMI UTD Provinsi NTT dan berhasil menyumbangkan 103 kantung darah.
Kantung darah tersebut terbagi menjadi 25 kantung golongan darah A, 31 kantung golongan darah B, 40 kantung golongan darah O, dan 7 kantung golongan darah AB. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.