Gubernur NTT ke Flores Benahi Pariwisata dan Infrastruktur

Gubernur NTT ke Flores Benahi Pariwisata dan Infrastruktur

♦ VBL: Masyarakat jangan takut Covid-19

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat atau VBL sejak 22 Juni sampai dengan 28 Juni 2020 mengunjungi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan berakhir safarinya bersama 40 anggota rombongan di Kota Ende.
Di hari pertama Senin 22 Juni 2020, Gubernur meninjau hotel Sasando yang akan direnovasi menjadi hotel berbintang dan berencana membangun sejumlah hotel berbintang menyambut tamu peting internasional sekitar 40-an ribu pada KTT 2023. Gubernur bersama rombongan dibawah panas terik langsung menuju Pulau Padar yang indah dan eksotis dengan panorama alamiah yang indah membentang menghiasi bumi Labuan Bajo.
Mendaki Pulau Padar sampai dipuncak adalah bagian penting dalam kunjungan hari pertama walau cuaca sangat panas tetapi Gubernur NTT ini mencapai puncak dan mengumumkan kepada dunia bahwa Pulau Padar sangat indah, dari puncak Pulau Padar bisa menyaksikan panorama laut dan pulau-pulau kecil dengan pantai berpasir putih dan jernihnya laut. Keindahan Pulau Padar tak bisa ditandingi dengan objek atau destinasi lain di bumi ini.
Tidak semua orang bisa mendaki bukit Padar disiang hari yang panas. Karena tergoda oleh sebuah panorama, maka puluhan orang dari rombongan mencapai puncak. Padar seakan puncak kepuasan kehidupan ini.
Dari Pulau Padar Gubernur yang energik dan pintar ini, tidak langsung rehat, tetapi berlanjut dialog “politik” dengan para pejabat dan para politisi di hotelnya menginap dan santap malam.
Dalam dialognya gubernur berpesan agar masyarakat jangan takut dengan covid-19.” Memulai menjalani kehidupan ini, dengan normal baru, tetap memakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan manusia,” inilah pesan awal dalam arananya.
Menurut Gubernur NTT yang bergaya sama dengan almarhum Ben Mboi ini,” Orang takut mati dengan cara baru akibat virus corona. Padahal, cara mati sama dengan demam berdarah dan jenis penyakit lain. Tahun 2019 misalnya sudah lebih dari 55 orang yang meninggal akibat demam berdarah, tetapi orang tidak mengusir nyamuk. Tetapi ketika covid-19 datang takut. Orang dari luar masuk kampung atau walau sekampung, diusir dan dibenci. Saya minta hal seperti ini, jangan dilakukan lagi. Kita harus memulai dekat dengan virus corona dan memulai hidup normal dengan cara baru dan tetap ikut protokol yang dianjurkan pemerintah.”
Terkait covid-19, gubernur memperkenal obat penyembuh virus corona dan dibagi contohnya kepada para bupati di lima kabupaten ini.” Kita NTT sudah menemukan obatnya. Terbukti beberapa orang yang potisitif minum ini obat, sembuh dalam beberapa hari.
Pada pertemuan dengan para camat, kepala desa dan para medis di Warsawe Desa Cuca Wulang Manggarai Barat, gubernur juga memberi motivasi kepada masyarakat agar tidak lagi mengusir orang yang baru datang dari luar.” Yang penting jaga jarak dan tetap pake masker. Demam berdarah tidak takut, walau ada yang mati lebih banyak. Kita di NTT baru satu yang meninggal, yang konon akibat virus corona yang ternyata ada penyakit lain. Jangan lupa usir nyamuk dan rawat kebersihnan,” imbuhnya.
Kedatangan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam rangka membuka semua objek wisata dan mempersilahkan wisatwan berkunjung dan semua pelaku pariwisata diimbau untuk memulai usaha dan melayani wisatwan seperti biasa.” Labuan Bajo akan dibuka rumah sakit wisatawan premium berstandar internasional. Silahkan memulai dengan cara hidup baru, silahkan gereja adakan ibadat.”

Bertemu Uskup Ruteng
Pada soreh hari, Gubernur NTT dan rombongan bersama Bupati Manggarai Deno Kamelus bertemu Usku Ruteng Mgr. Siprianus Hormat. Diterima secara adat Manggarai dan terkesan religius.
Pertemuan sangat akrab, gubernur mendapat penjelasan profil keuskupan yang mempunyai umat 811.296 orang di empat kevikepan, 85 paroki, 584 wilayah dan 612.000 komunitas.
Kepada Uskup, Gubernur VBL menjelaskan maksud kunjungannya dalam rangka membangun semua masyarakat dan membangun infrastruktur berupa jalan sepanjang 1.000 Km.” Infrastruktur menjadi persoalan serius kita agar masyarakat terbantu. Akan membangun pabrik garam industry berkapasitas 100.000 ton keatas, akan diusahkan pula sapi premium, ikan kerapu di Labuan Kelambu Riung. Kita akan bangun Flores secara utuh dan merata,” janji VBL.

Wae Pesi Reo dijadikan objek wisata
Acara pertemuan dengan seluruh pejabat dari gubernur, camat, dan para kepala desa se Manggarai di pusat di tepi sungai Wae Pesi di Reo. Sengaja di gelar di tepi sungai ini, bertujuan agar sungai Wae Pesi dijadikan objek wisata halnya di sejumlah Negara seperti di Sungai Mekong Indochina, sungai Danubedi Eropa, Bulgaria dan di sejumlah Negara.
Pada kesempatan ini Bupati Manggarai Kamelus Deno menjelaskan keberhasilan berbagai program pembangnan dan ekonomi masyarakat serta mengalokasikan Rp 19 Miliar untuk tambahan penghasilan ASN. Kata bupati stok pangan aman dan tersedia sembako. Gubernur menekankan program pembangunan mulai dari Labuan Bajo sampai Nagekeo menjadi agenda utama karena 2023 akan dikunjungi lebih 40.000 ahli ekonomi yang akan berpusat di Labuan Bajo. Kepda para bupati di Flores diimbau untuk alokasikan dana dan tenaga untuk membangun terutama destinasi paraiwisata. Pada 2027, janji Gubernur VBL, NTT menjadi propinsi terbaik di Indonsia.
Peremuan dengan Bupati Manggarai Timur di pusatkan di Pota Sambi Rampas juga agenda menanam bawang dan jagung seperti tagline,” menanam jagung panen sapi.”
Lintas utara Flores yang dilalui gubernur dan rombongan sangat menggagu pikiran VBL dan Stafsus Tony Djoko. Mengapa, karena sepanjang kiri kanan jalan pakan ternak sangat kaya berupa lamtoro yang subur dan lebat. VBL akan memprogram secara intensif untuk ternak sepanjang lintas utara mulai dari Pota sampai Riung dan perbatasan Riung-Nagekeo.
Di Manggarai Timur, yang menjadi fokus perhatian VBL yang pembangunan pabrik semen. VBL melihat langsung kawasan pabrik semen yang berlimpah bahan baku dan masyarakat yang masih dililit kemiskinan. “Kita NTT butuh semen. Yang tolak pabrik semen jangan jalan diatas jalan yang menggunakan semenan. Dalam dialog dengan Uskup Ruteng saya jelaskan pasti dalam pelaksanaan ada perbedaan pendapat. Kita mengharapkan gereja mendukung.

Labuan Kelambu dan Ikan Kerapu
Sampai di Labuan Kelambu, VBL bersama Bupati Ngada Paulus Soliwoa langsung ke Labuan Kelambu melihat budidaya ikan kerapu yang sudah dilepas 1 juta ekor. VBL menganggumi teluk Labuan Kelambu yang panoramanya sangat indah serta melihat langsung ikan kerapu.
Selain ikan kerapu yang akan menghasilkan ratusan miliar, VBL juga melewati jalan utara dari Pota sampai ke Riung yang masih buruk sekitar 16 Km yang dibangun pada Desember 2020 dan harus selesai pada awal 2021. Kata VBL setidaknya dari hasil ikan kerapu di Labuan Kelampu menghasilkan Rp 50 Miliar ikan hidup dan restoran.

Salah satu sarana yang dibutuhkan dalam rangka mendorong pembangun menurut VBL akan dibangun pula laboratorium.
Sesampai di Mbay Nagekeo, gubernur, Bupati Nageko dr. Don Bosco Do langsung meninjau balai benih. Yang dipertontonkan kepada gubernur adalah benda-benda yang sudah rusak, rumah-rumah yang sudah tak terawat dan beroperasi atau bangunan mubazir. Konon pengelolah balai benih setiap tahun mengusulkan traktor dan fasiltas pendukung lainnya. Anggota DPRD NTT dari Fraksi Golkar Tomas Tiba Owa berjanji akan memanggil Kadis Pertanian NTT untuk menjelaskan semua ini. Pada pertemuan bersama seluruh perangkat daerah, Bupati Don menjelaskan, irigasi teknis 700 hektar, sawah tadah hujan 10.000 hektar. Sedangkan sawah yang menggunakan air dari Bendungan Sutami mencapai 12.000 hektar.
Sementara di Ende, Gubernur menjadapatkan penjelasan Rm. Domi dari Keuskupan Agung Ende soal inovasi tanaman ternak sapi di Nangapanda menganut inovasi ala Australis berupa tanaman sorgum pakan bernutrasi tinggi layaknya peternak Australia. Di lokasi ini, juga sedang buat sumur pompa sehingga usaha akan lebih intensif bersama masyarakat. Gubernur menghimbau agar semua paroki di Ende menyediakan lahan untuk ternak dan usaha intensif dengan menanam sorgum.
Di depan para pejabat dan tenaga medis Gubernur VBL memuji Bupati Ende Djafar Ahmad yang berhasil membangun Ende. Misalnya langkah pencegahan Covid-19 sampai Ende dinyatakan hijau, kerjasama ternak dengan ITB, perpanjangan Bandara Aroebusman dan berbagi program.
Dijelaskan bupati Ende, pada 12 dan 13 Agustus 2020, akan digelar Pelangi Nusantara. Pesawat tempur akan terbang di atas kota Ended an akan diresmikan Kepala Staf Angkatan Udara. Ende, kata Bupati, sudah mengirim dua putera Ende untuk ikut melatih terbang layang di Bandung.
Program lain menurut Bupati ialah memperindah Kelimutu, kelor atau marunggu seluas 6 hektar, kenaikan honor dokter ahli menjdi 50 rupiah setiap bulan, infrastrukur berupa jalan Maurole -Detusoko dan yang paling utama adalah program pembenahan Danau Tiwu Sora dan pembenahan 30 Km jalan strategis nasional di pantai utara.
Ende menurut gubernur VBL berada dibawah Kota Kupang. Pada kesempatan pertemuan di hari terakhir Minggu 28 Juni 2020,VBL menghimau bupati, camat dan para kepala desa agar serius memantau ibu-ibu hamil di desa. “Orang-orang miskin stop hamil. Agar bisa menekan kemiskinan. Yang masih miskin tetapi hamil jangan diberi bantuan.”
Kepada bupati VBL mengimbau agar mulai digelar berbagai festifal setiap tahun. Semua dinas atau OPD tegas VBL harus punya festifal. Mulai dari makanan program yang terkait dengan dinas.
Rombongan diikuti Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Kosmas D Lana, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Prov NTT, Wayan Darmawa, Kepala Dinas Kesehatan NTT Domi Mere, Kadis Sosial NTT Messerassi BV Ataupah, Kadis Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Nus Jawa, Kadis Kelautan dan Perikanan NTT Ganef P, Kadis PUPR Prov NTT Maxi Nenabu, Kepala Bappelitbangda Prov NTT Frederick L Koli, Kepala Badan Aset Prov NTT Dr Sony Libing, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT Barthol Badar dan staf khuus Anwar Pua Geno, Pius Rengka, Tony Djogo dan sejumlah pejabat lainnya. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.