Gubernur NTT Jadikan Sumba sebagai Pusat Listrik Tenaga Surya untuk Indonesia

Gubernur NTT Jadikan Sumba sebagai Pusat Listrik Tenaga Surya untuk Indonesia

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur ( NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, terus berupaya untuk mewujudkan Pulau Sumba sebagai pusat energi baru dan terbarukan khususnya dalam pengembangan listrik tenaga surya. Sebagai daerah dengan panas sinar matahari terbaik di Indonesia, Sumba punya potensi besar untuk memasok kebutuhan listrik ke pulau Jawa dan Sumatera.
“Bapak Gubernur berinisiatif untuk jadikan Sumba sebagai Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Indonesia. Inisiatif ini dinamakan dari Sumba menuju Indonesia,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Ardi Jelamu kepada Kompas.com, Selasa 6 Oktober 2020. Menurut Marius, berdasarkan riset ilmiah, Sumba layak untuk itu karena punya potensi sinar matahari terbaik di Indonesia.
Hal ini juga sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur kepada Bapak Presiden Jokowi saat kunjungan Presiden ke Labuan Bajo baru-baru ini (Kamis, 1 Oktober 2020),” ujar Marius. Untuk tahap awal rencananya akan dikembangkan listrik tenaga surya berkekuatan 20.000 megawatt. Dengan kekuatan besar ini, lanjut dia, dapat memenuhi kebutuhan listrik di NTT, NTB, Bali dan Jawa. Dia menyebut, pembangunan PLTS akan mendatangkan multiplier efek untuk peningkatan ekonomi NTT.
“Kami mengharapkan agar para bupati di daratan Sumba bersama dengan para tokoh masyarakat serta tokoh agama mulai melakukan dialog dengan masyarakat agar tidak ada lagi permasalahan lahan dalam mewujudkan rencana ini,” ujar Marius.
Marius mengungkapkan Pulau Sumba juga ke depannya akan dibangun secara besar-besaran. Hal ini telah didiskusikan secara khusus oleh Gubernur NTT dengan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja Presiden ke Labuan Bajo. “Bapak Gubernur telah meminta ratusan traktor dan alat berat untuk mengolah seluruh lahan di Sumba kepada bapak Presiden.
Dan Presiden telah mengamini permintaan tersebut, sehingga Bapak Gubernur langsung menelepon Menteri Pertanian untuk menyampaikan hal ini,” ujar dia. Dia berharap, masyarakat Sumba dapat memberikan dukungan terhadap semua program pemerintah baik provinsi maupun pusat. “Tidak ada cara lain untuk membebaskan diri dari kemiskinan selain memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh daerah ini,” ujar Marius.
Salah satu lembaga yang sangat mendukung inisiatif Gubernur NTT untuk pengembangan listrik tenaga surya di Sumba adalah Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI). Lembaga yang beranggotakan praktisi dan akademisi yang bergerak di bidang kelistrikan ini sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Gubernur NTT pada Jumat, 25 September lalu. ♦ kompas.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.