Gubernur NTT lantik 10 Pejabat eselon II

Gubernur NTT lantik 10 Pejabat eselon II

PERGESERAN Jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, yang terkesan cukup lama dinantikan, akhirnya hari ini Jumat, 8 Juni 2018 melantik 10 Pejabat eselon II untuk mengisi kekosongan jabatan serta menggeser sejumlah pejabat lainnya.
Lebu Raya yang sebentar lagi melepas jabatan sebagai Gubernur NTT ini, menjelaskan tahapan pemetaan pergeseran dari eselon yang sama dan tahapan berikutnya fit and propertest untuk mengisi jabatan lowong terkesan lama karena menunggu persetujuan dari Kemendagri dan Komisi ASN, “Harus ada persetujuan dari kemendagri dan komisi ASN, sehingga agak lama,” kata Lebu Raya.
Dirinya berpesan kepada Pejabat yang telah dilantik agar bekerja dengan sebaik-baiknya dan harus tahu tupoksi serta bertanggungjawab.
Ia juga mencontohkan misalnya, Dinas Kominfo diminta tinggalkan paradigma departemen penerangan, karena jaman sudah canggih, bekerjasama dengan TNI Polri untuk atisipasi hoax yang meresahkan warga. Selain itu, kata Lebu Raya, para kepala dinas juga harus memperhatikan stafnya dengan baik. “Jangan tujuh hari di luar daerah, dan jarang masuk kantor,” pungkas Lebu Raya.
Untuk diketahui sepuluh pejabat yang dilantik tersebut yakni Simon Tokan, mantan kadis perdagangan dimutasi menjadi staf ahli, dr Yovita Mitak dari staf ahli menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Hj Husein, mantan kadis ketahanan pangan dimutasi sebagai Kadis Perdagangan.
Sedangkan pengisian jabatan lowong, Isak Nuka, Sekretaris Perumahan Rakyat menjadi Kadis Perhubungan, Abraham Maulaka menjadi Kadis Infokom, Domi Mere menjabat Kadis Kesehatan.
Petrus Kerong, Kepala Badan Pengembangan dan SDM, Marsianus Djawa dari Sekretaris Inspektorat menjabat Kepala Inspektorat, Alex Lumba menjabat Kepala Biro Hukum Setda NTT dan Yusuf Lerrik Rubidara menjabat Kepala Biro Kerjasama Setda NTT. ♦ advetorial

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.