Gubernur NTT: Orang Bodoh dan Miskin Tidak Akan Masuk Surga

Gubernur NTT: Orang Bodoh dan Miskin Tidak Akan Masuk Surga

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong warganya agar mengubah pola pikir guna membangun wilayahnya. Menurut Viktor Laiskodat, NTT harus hidup dengan tangan dan keringatnya sendiri untuk membangun sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Viktor saat memberikan keterangan pers dalam kegiatan Learning Event Sumba Iconic Island yang digelar oleh Hivos (Organisasi bantuan pembangunan) dan Pemprov NTT di Hotel Aston Kupang, Selasa 27 November 2018. Viktor bahkan menyebut, hanya manusia cerdas yang bisa masuk surga. “Karena orang cerdas saja yang masuk surga. Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” tegas Viktor yang juga mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR ini. Karena itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan semua pihak untuk membantu warga yang bodoh dan miskin untuk masuk surga.
Kalau sudah bodoh dan miskin, kata Viktor, tentu akan memberatkan diri sendiri, memberatkan lingkungannya, memberatkan keluarganya, memberatkan negaranya, dan memberatkan Tuhan. “Saya sudah berulang kali katakan bahwa tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” imbuhnya. Hal penting lain, ucap Viktor, yakni menjadi tanggung jawab bersama semua pihak untuk membangun NTT dengan membangun manusia menjadi baik melalui dunia pendidikan yang baik. “Satu satunya jalan yakni kita harus bangun sistem pendidikan yang baik untuk menjawab seluruh tantangan sehingga kita bisa mengeloka potensi yang ada di NTT dengan sumber daya yang memadai,” tutupnya.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan, tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga, tetapi hanya orang cerdas. Ucapan tersebut diberikan saat Viktor memberikan keterangan pers dalam kegiatan Learning Event Sumba Iconic Island di Hotel Aston Kupang, Selasa 27 November 2018. Selain perkara masuk surga dan orang cerdas Gubernur NTT, berita tentang bunga tabebuya di Surabaya juga mewarnai berita terpopuler di Kompas.com. Ya, mirip bunga tabebuya yang menyegarkan mata saat melintas di jalan protokol Kota Surabaya. Berikut ini secara lengkap berita terpopuler Nusantara hari kemarin. 1. Antara surga, orang bodoh, dan orang cerdas menurut Gubernur NTT Tarian perang Woleka, saat menyambut kedatangan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae SoiGubernur Viktor menegaskan, NTT harus hidup dengan tangan dan keringatnya sendiri untuk membangun sumber daya manusia. Untuk menegaskannya, Viktor mengambil perumpamaan surga, orang cerdas dan orang bodoh. “Karena orang cerdas saja yang masuk surga. Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” tegas Viktor yang juga mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR ini. Tujuan Gubernur NTT itu ingin mendorong warganya agar mengubah pola pikir mereka untuk membangun wilayahnya.
Penyataan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat soal orang bodoh dan miskin tak akan masuk surga, menuai kontroversi. Rabu 28 November 2018 pagi, dibagikan di sejumlah grup media sosial dan mendapat komentar beragam dari warga.
Menanggapi pernyataannya yang kontroversi itu, Viktor menjawab dengan santai ketika ditanyai wartawan. “Itu bagus dong,” ucap Viktor seusai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Bank NTT, Rabu 29 November 2018 sore.
Menurut Viktor, orang disebut kaya jika memiliki kekayaan spiritual, kaya intelektual, kaya networking dan kaya kesehatan.
“Uang itu datang kepada manusia yang mempunyai empat kekayaan yang saya sebutkan itu. Uang itu cuma akibat dan bukan hal yang paling utama,” kata Viktor.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong warganya agar mengubah pola pikir guna membangun wilayahnya.
Menurut Viktor Laiskodat, NTT harus hidup dengan tangan dan keringatnya sendiri untuk membangun sumber daya manusia. Viktor bahkan menyebut hanya manusia cerdas yang bisa masuk surga. “Karena orang cerdas saja yang masuk surga. Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” tegas Viktor yang juga mantan ketua Fraksi Nasdem DPR ini. Karena itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan semua pihak untuk membantu warga yang bodoh dan miskin untuk masuk surga.
Kalau sudah bodoh dan miskin, kata Viktor, tentu akan memberatkan diri sendiri, memberatkan lingkungannya, memberatkan keluarganya, memberatkan negaranya, dan memberatkan Tuhan.
“Saya sudah berulang kali katakan bahwa tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” imbuhnya.
Hal penting lain, ucap Viktor, yakni menjadi tanggung jawab bersama semua pihak untuk membangun NTT dengan membangun manusia menjadi baik melalui dunia pendidikan yang baik.
“Satu satunya jalan yakni kita harus bangun sistem pendidikan yang baik untuk menjawab seluruh tantangan sehingga kita bisa mengeloka potensi yang ada di NTT dengan sumber daya yang memadai,” tutupnya.

Hati-hati
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan, dirinya tidak akan terlena saat dipuji oleh orang. Menurut Viktor, pujian yang didapatnya, tentu akan membuat dia akan tertidur lama dan terjatuh selamanya. “Karena itu, jika saya lihat orang memuji saya, maka saya akan hati hati,”ucap Viktor, saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Perdamaian dengan agenda Mengunjungi Situs Agama Lokal dan Mondial di Aula Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), Kupang, Kamis 18 Oktober 2018 mengatakan, dirinya justru senang dikritik, karena baginya setiap kritik yang ditujukan baginya, dianggap sebagai obat yang mujarab.
Dirinya menyatakan tidak tertarik NTT Disebut Bali Baru “Kalau menyembuhkan penyakit itu menggunakan pil yang pahit kan,”ucapnya. Tetapi lanjut mantan Ketua Fraksi Ketua Nasdem DPR RI itu, kritikan yang diberikan, haruslah bersifat membangun. “Saya bingung kalau sesama kita saling mengkritisi lalu kita ribut. Kritikan yang diberikan dari sahabat atau teman, selama kritik itu membangun, tentu akan menjadi obat,”tuturnya. Dalam kesempatan itu, Viktor pun menyampaikan bahwa perdamaian hanya bisa terwujud kalau setiap orang mampu memerangi diri sendiri. Mengatasi egoisme dan menerima perbedaan.
“Saya tertarik dengan ungkapan Latin, _Ci Vis Pacem Para Bellum_. Artinya kalau mau damai, siaplah untuk berperang. Dalam konteks membangun perdamain berarti mampu memerangi diri,”jelasnya. Menurut Viktor, perang terhadap diri berarti berhenti mencintai diri sendiri secara luar biasa serta mulailah mencintai orang lain dan Tuhan yang diimani. Hanya dengan ini, perdamaian akan terwujud. “Kalau tidak kita lakukan, kita masuk dalam sebuah ego. Saya punya yang benar, kamu salah, kamu salah, kamu salah. Kita pun masuk dalam pertikaian hebat. Bagi saya, menerima perbedaan berarti hadir dalam komunitas yang bukan dirimu, tetapi sangat rileks. Karena tidak ada masalah,” jelas Viktor.
Keberagaman Lebih lanjut Viktor menyatakan, semangat seperti ini telah dinyatakan secara jelas dalam pernyataan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Para pemuda ini punya komitmen yang luar biasa yang menembus segala macam perbedaan. Viktor menjelaskan, dalam keberagaman dan perbedaan, mereka saling menerima dan memberi untuk menjadi satu kesatuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah suatu keajaiban besar dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Sang Hyang Widhi.
Dia bahkan menyebut, kalau berbicara bukan sebagai gubernur tetapi sebagai warga negara yang sadar betul, karena diberi suatu negara yang luar biasa. Viktor mengatakan, semua orang harusnya bangga memiliki Indonesia, karena kata dia, tidak ada di dunia ini seperti Indonesia yang punya satu kesatuan wilayah, hukum dan politik.
“Aneh rasanya, kalau hari ini ada yang berpikir untuk memulai satu kesatuan eksklusif dengan pendekatan agama, suku, ras dan bangsa. Republik ini tidak punya mayoritas dalam segala hal. Kalaupun ada agama mayoritas, ujung-ujungnya juga ada perbedaan suku, ras dan warna kulit,” tutupnya. ♦ kompas.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.