Gubernur NTT: Tugas Kita Harus Bangkitkan Orang Bodoh Masuk Surga

Gubernur NTT: Tugas Kita Harus Bangkitkan Orang Bodoh Masuk Surga

GUBERNUR NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selalu menghentak dan “mengganggu” akal sehat kita dengan narasi-narasinya yang aktual dan inspiratif. Hal ini terbukti tatkala tampil di depan peserta Raker bersama Bupati, para Camat, para Lurah, para Kepala Desa (Kades), para tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan se Kabupaten Belu di Graha Kirani Atambua, Selasa 11 Februari 2020. “Kita harus bangkitkan orang bodoh untuk masuk surga. Ini tujuan kita bersama,” tandas Gubernur VBL
Pernyataan tersebut saat merespons pertanyaan yang diajukan Romo Marsel Bria saat sesi dialog. Romo Benyamin Bria, Pr sedang mengajukan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada Gubernur VBL dalam Raker bersama Bupati, para Camat, para Lurah, para Kades, tenaga pendidikan, tenaga kesehatan se Kabupaten Belu di Graha Kirani Atambua, Selasa 11 Februari 2020.

Menurut Gubernur VBL, hanya orang pintar sajalah yang memiliki abstraksi imajinasi yang hidup. “Orang pintar imajinasinya bagus. Orang pintar adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan baik. Mereka memiliki kompas untuk berjalan di jalan yang benar. Ini memang tidak gampang,” tandas Gubernur VBL. Suatu ketika, sebut Gubernur VBL, ada yang mengatakan, “Pak Gubernur kita punya iman yang sama.”
“Sembarang saja. Sejak kapan kita punya iman yang sama. Kapan kau ukur iman saya,” balas Gubernur VBL. Karena iman, kata mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini, adalah mempercayai sesuatu dengan otak dan hatinya. “Otak dan hati harus satu. Orang yang tidak cerdas sesungguhnya dia tidak kenal Tuhan. Orang bodoh tidak kenal Tuhan. Ciri khas orang yang kenal Tuhan adalah orang yang berpengetahuan. Karena itu, kita harus punya pengetahuan,” kata Gubernur.

Gubernur VBL juga mengkritik, sikap dan perilaku umat yang begitu tertib dan rapi saat di dalam gereja. “Tapi coba lihat, setelah keluar dari gereja ? Internalisasi nilai-nilai di dalam gereja harus dibawa sampai ke tengah masyarakat. Jangan berpura-pura baik di dalam gereja tetapi sesungguhnya mereka tidak baik,” ucap Gubernur, datar.

Nampak hadir tokoh agama Katolik dari Keuskupan Atambua, Romo Mersel Bria, Pr, Ibu Pendeta Maya dari Klasis Polikarpus Atambua, Wabup Belu, Drs. Ose Luan, Plh. Sekda Belu, Drs. Marsel Mau Meta, unsur Forkompinda Kabupaten Belu, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan OPD lingkup Pemkab Belu. ♦ valeri guru/kasubag pers dan pengelolaan pendapat umum biro humas dan protokol setda provinsi ntt

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.