Gubernur : TTS tidak maju karena Pemimpinnya “Namkak” dan Tolol

Gubernur : TTS tidak maju karena Pemimpinnya "Namkak" dan Tolol

Ke depan bila pemimpin TTS tidak mampu melakukan terobosan dan perubahan, dirinya mengancam akan mengambil alih pemimpin dengan berkantor di TTS sampai ada perubahan di TTS.

 

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor B. Laiskodat kembali menghardik pemimpin daerah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Dalam kunjungan kerja (Kunker) perdananya di TTS, Minggu (27/01/2019) kemarin, orang nomor satu di NTT ini langsung bertemu para medis lingkup Dinas Kesehatan TTS di Aula Kantor Bupati TTS, petang kemarin.
Siapa tidak kenal dengan Gubernur Victor Laiskodat? Selalu garang dengan pernyataan-pernyataan kerasnya. Apalagi berhadapan dengan situasi yang menurutnya penuh masalah.
Saat menjawab pertanyaan para medis Victor mengatakan, akumulasi semua persoalan di TTS adalah soal kepemimpinan.
“TTS paling bermasalah di NTT, saya akan jadikan TTS tempat berkantor saya yang paling banyak,” ujar Victor.
Dia juga meminta pemimpin di TTS harus berpikir dan bertindak “out of the box” (di luar kebiasaan, red).
Bahkan Victor mengancam akan memberhentikan Sekda TTS, Marthen Selan bila dua bulan ke depan tidak mampu menyelesaikan persoalan pengurusan KTP di TTS.
Pasalnya, sebagaimana dikeluhkan para medis, banyak pasien tidak punya surat-surat-surat kesehatan karena terkendala tak punya KTP.
“Pak Sekda tidak selesaikan masalah KTP maka saya berhentikan. Berapa kali saya telepon Ketua DPRD TTS, hanya Ketua DPRD tukang ngantuk. Sayangnya pemimpin di TTS ini, Ketua DPR dan Bupati sama nganga (Namkak dalam istilah bahasa Dawan di TTS, red) dan tololnya,” hardik Gubernur Victor.
Dia juga dengan tegas meminta ada efisiensi dalam penggunaan anggaran di TTS. “Jangan rapat yang paling banyak. Makan paling banyak lalu tidak ada hasil. Sama juga seperti DPR datang duduk nganga-nganga (namkak,red) makan, pulang dan tidak ada hasil. Saya coret yang demikian,” tandas Victor.
Ke depan bila pemimpin TTS tidak mampu melakukan terobosan dan perubahan, dirinya mengancam akan mengambil alih pemimpin dengan berkantor di TTS sampai ada perubahan di TTS.
“Harus selalu ada solusi dalam setiap masalah. Bukan hanya banyak alasan tanpa solusi. Pemimpin harus cerdas. TTS tidak maju-maju karena pemimpinnya nganga dan tidak mau peduli,” ujarnya.
Di akhir nada kerasnya itu, Victor mengatakan dirinya meminta maaf karena bicara biasa-biasa saja orang tidak akan mau bekerja keras. Oleh karena itu, dirinya perlu keras dalam menyampaikan visi dan misi pembangunan di NTT, apalagi di TTS.

Perlu Desain Kesehatan yang Benar
Pada kesempatan tatap muka tersebut, Gubernur Viktor juga meminta pihak Dinas Kesehatan TTS untuk mendesain penyelesaain masalah kesehatan di TTS dengan benar.
“Dinas Kesehatan harus punya target kerja. Harus punya visi sebagai energi kerja. Itu dimulai dari perencanaan matang. Melihat sumber daya dan potensi yang ada. Melihat hambatan. Mencari solusi untuk mencapai target,” terangnya.
Lebih lanjut Gubernur juga meminta Dinkes agar melakukan efisiensi secara benar serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Dirinya berjanji ke depan segera membangun dua rumah sakit besar yakni di bagian Selatan TTS dan daerah Mollo. Ini katanya, untuk pendekatan pelayanan kesehatan.
“Untuk para medis saya minta sekali lagi untuk bersabar. Sebentar lagi kesejahteraannya akan kita naikkan. Saya bukan kampanye ini. Karena saya sudah jadi Gubernur NTT,” ujar Victor disambut tepuk tangan dan tawa hadirin. ♦ VOXNTT.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.