Di Hari Peringatan Hari Puisi Indonesia, Ada Nama Mezra Pellondou dari NTT

Di Hari Peringatan Hari Puisi Indonesia, Ada Nama Mezra Pellondou dari NTT

 

ACARA Syukuran menandai lahirnya Hari Puisi Indonesia dan pelaksanaan Perayaan ke-8 Hari Puisi Indonesia 2020, yang diselenggarakan 26 Juli 2020, telah berjalan dengan baik dan berlangsung meriah, meski di sana-sini, ada sedikit kendala teknis. Secara keseluruhan, acara tersebut melebihi target yang diperkirakan. Di luar dugaan, dukungan dan sambutan berbagai pihak, sampai sekarang, terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia dan dari para sahabat di luar negeri. Oleh karena itu, kami, Pengurus Yayasan Hari Puisi, dengan perasaan syukur dan bahagia, mengucapkan terima kasih kepada para peserta zoom meeting dari seluruh Indonesia. Mohon maaf, kuota zoom meeting ternyata dibatasi hanya 100 peserta, dan selebihnya mengikuti acara melalui Youtube.
Terima kasih juga kami sampaikan kepada:
1. Kepala Biro Dikmental Setda DKI Jakarta
2. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta
3. Kepala Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
4. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta
5. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta

PANITIA ACARA
(1) Tim Rumah Seni Asrizal Nur, (2) Ariany Isnamurti (3) Arief D Hasibuan, (4) Asrizal Nur, (5) Bastian Zulyeno, (6) Danny Susanto, (7) Ewith Bahar, (8) Herman Syahara, (9) Ibrahim Adnan, (10) Isnain, (11) Jimmy Johansyah, (12) Nana Sastrawan, (13) Nel Sukini, (14) Rachnad Taufan, (15) Rintis Mulya, (16) Rita Jassin.

PENGISI ACARA (disusun secara alfabetis)
(1) Abidali Fatlawi, University of Kerbala, (Iraq), (2) Achmad Azaim Ibrahimy, Kiai Haji R. (Situbondo), (3) Ahmadun Yosi Herfanda (Jakarta), (4) A. Slamet Widodo (Jakarta), (5) Bahman Sahneh, Universitas Golestan, (Iran), (6) Bambang PH Sunarto (Jakarta) (7) Devie Matahari (Jakarta), (8) Dheni Kurnia (Pekanbaru), (9) Emy Suy (Jakarta), (10) Evi Yuliana, Colegio de Mexico, (Meksiko), (11) Fikar W Eda (Jakarta), (12) Ibrahim Gibra (Ternate), (13) Imam Maarif (Jakarta), (14) Indah Nadhar Octaviana (Jakarta), (15) Lily Multatuliana (Jakarta), (16) Lukman Hakim Saifuddin (Jakarta), (17) Mezra E. Pellondou (Kupang), (18) Narmin Hassanova (Baku Azerbaijan), (19) Nasir Tamara (Jakarta), (20) Ratna Ayu Budiarti, (21) Rida K Liamsi (Tanjung Pinang), (22) Rinidiyanti Ayahbi (Jakarta), (23) Rini Intama (Tanggerang), (24) Rostam Ajami Mohammadov, Academic of Sciences, (Tajikistan), (25) Sam Muchtar Chaniago (Jakarta), (26) Sutardji Calzoum Bachri (Jakarta), (27) Syafina Amorita Candini (Palembang), (28) Violeta Simatupang (Bandung), (29) Zulfaisal Putra (Banjarmasin).
Mengingat keterbatasan waktu dan adanya kendala teknis, baik melalui zoom meeting, maupun live, kami tidak dapat menampilkan semua penyair yang sudah dijadwalkan memberi testimoni dan membacakan puisinya. Oleh karena itu, dengan sepenuh takzim dan kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesarnya dan tulus-ikhlas kepada: (1) Abdul Hadi WM (Jakarta), (2) Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya), (3) Badaruddin Amir (Barru, Makassar), (4) D. Kemalawati (Aceh), (5) Fakhrunnas MA Jabbar (Pekanbaru), (6) Irawan Sandya Wiraatmaja (Jakarta), (7) Isbedy Stiawan (Lampung), (8) Kurniawan Juaedhie (Jakarta), (9) Priono Bandot Sumbogo (Jakarta), (10) Riri Satria (Jakarta), (11) Umi Kulsum (Yogyakarta), dan (12) Yahya Andi Saputra (Jakarta). Sungguh, kami tidak berdaya pada ketentuan Perpustakaan Daerah Jakarta dan tidak punya keberanian melanggar Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan WHO.
Semoga di lain kesempatan dalam perayaan yang lain, kami dapat mengundang nama-nama yang belum tampil itu untuk membacakan puisinya. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.